Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaRagam DaerahSosial

Butuh Kaki Palsu, Penyandang Disabilitas di Limbangan Garut Harapkan Uluran Tangan

73
×

Butuh Kaki Palsu, Penyandang Disabilitas di Limbangan Garut Harapkan Uluran Tangan

Sebarkan artikel ini
Seorang penyandang disabilitas bernama Iwan Ridwan (40), warga Kampung Ranca, Desa Galih Pakuwon, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, membutuhkan uluran tangan dan perhatian dari berbagai pihak agar dapat kembali beraktivitas secara lebih normal. Iwan kehilangan salah satu kakinya dan hingga kini sangat membutuhkan alat bantu berupa kaki palsu.

Garut//secondnewsupdate.co.id Seorang penyandang disabilitas bernama Iwan Ridwan (40), warga Kampung Ranca, Desa Galih Pakuwon, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, membutuhkan uluran tangan dan perhatian dari berbagai pihak agar dapat kembali beraktivitas secara lebih normal.

Iwan kehilangan salah satu kakinya dan hingga kini sangat membutuhkan alat bantu berupa kaki palsu.

Example 300x600

Kondisi fisik tersebut membuat aktivitas sehari-harinya menjadi sangat terbatas.

Untuk berpindah tempat, Iwan masih harus mengandalkan bantuan orang lain maupun alat bantu sederhana.

Keterbatasan ekonomi keluarga menjadi kendala utama, mengingat biaya pembuatan kaki palsu tergolong mahal dan berada di luar kemampuan mereka.

Menurut keterangan warga sekitar, Iwan dikenal sebagai pribadi sederhana yang berusaha tetap mandiri meskipun memiliki keterbatasan fisik. Namun, tanpa kaki palsu, ruang geraknya semakin sempit dan berdampak langsung pada kesempatan untuk bekerja serta memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Keinginan utamanya hanya ingin bisa berjalan normal kembali dan beraktivitas seperti orang lain,” ujar salah seorang kerabatnya. Jum’at (9/1/2025).

Keluarga berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah, dinas terkait, lembaga sosial, maupun para dermawan yang tergerak untuk memberikan bantuan.

Warga setempat juga berharap kasus ini mendapat respons cepat, baik melalui program bantuan disabilitas, jaminan sosial, maupun dukungan kemanusiaan lainnya.

Bantuan kaki palsu dinilai sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup Iwan, sekaligus membuka kembali peluang agar ia dapat hidup lebih mandiri dan produktif di tengah masyarakat.

Hingga saat ini, keluarga masih menunggu kepastian bantuan dan menaruh harapan besar pada kepedulian berbagai pihak.

Mereka percaya, dengan kebersamaan dan semangat gotong royong, harapan untuk kembali melangkah bukanlah hal yang mustahil. (Agung)

banner
Example 120x600