BeritaEkonomiGaya hidupHukumRagam Daerah

CFD Perdana Cimahi Diserbu Ribuan Warga, Ngatiyana Siap Jadikan Agenda Rutin untuk Tekan Polusi dan Dongkrak UMKM

613
Walikota Cimahi Ngatiyana (tengah) diserbu oleh warga yang ingin berfoto bersama saat menghadiri Car Free Day pertama

Peluncuran Car Free Day HUT ke-25 Kota Cimahi berlangsung meriah. Warga padati Alun-alun, pemerintah targetkan CFD menjadi ruang sehat, produktif, dan penggerak ekonomi rakyat.

Cimahi/secondnewsupdate.co.id – Ribuan warga memadati kawasan Alun-alun Kota Cimahi pada Minggu (14/6/2026) untuk mengikuti peluncuran perdana Car Free Day (CFD) Kota Cimahi Tahun 2026. 

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Kota Cimahi tersebut berlangsung meriah dengan beragam aktivitas olahraga, hiburan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Sejak pagi hari, kawasan pusat kota berubah menjadi ruang publik yang dipenuhi masyarakat dari berbagai kalangan. 

Tidak hanya dimanfaatkan untuk berolahraga, CFD juga menjadi ajang berkumpul keluarga, komunitas, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ikut meramaikan kegiatan.

Program yang digagas Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Cimahi bersama Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Cimahi tersebut menghadirkan berbagai kegiatan seperti gerak jalan, senam massal, pertunjukan olahraga rekreasi masyarakat, layanan kesehatan gratis, bazar UMKM, hiburan rakyat, hingga pembagian doorprize.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, mengatakan Car Free Day bukan sekadar penutupan jalan dari lalu lintas kendaraan bermotor. 

Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan upaya nyata pemerintah dalam menciptakan lingkungan perkotaan yang sehat sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Menurutnya, pengurangan penggunaan kendaraan bermotor secara berkala dapat membantu menekan emisi gas buang yang selama ini menjadi salah satu penyumbang pencemaran udara di kawasan perkotaan.

“Car Free Day merupakan ikhtiar bersama untuk menciptakan udara yang lebih bersih, lingkungan yang lebih sehat, sekaligus membangun budaya hidup aktif di tengah masyarakat,” ujar Ngatiyana saat membuka kegiatan.

Ia menegaskan bahwa indikator kemajuan sebuah kota tidak hanya dilihat dari pesatnya pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas kesehatan masyarakat serta tingkat kepedulian warga terhadap lingkungan sekitar.

“Kota yang maju adalah kota yang masyarakatnya sehat, aktif, produktif dan memiliki kesadaran menjaga lingkungan. Karena itu kami ingin kegiatan seperti ini terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Ngatiyana memastikan Pemerintah Kota Cimahi akan menjadikan Car Free Day sebagai agenda rutin yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Evaluasi dan pengembangan program juga akan terus dilakukan agar manfaat yang dirasakan masyarakat semakin luas.

Selain menjadi sarana olahraga, CFD diharapkan berkembang menjadi ruang publik yang mampu menampung kreativitas warga, menjadi wahana edukasi, memperkuat interaksi sosial, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui pelibatan UMKM lokal.

Sementara itu, Kepala Disbudparpora Kota Cimahi, Dani Bastiani, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Car Free Day sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).

Menurutnya, ruang publik seperti CFD memiliki peran strategis dalam meningkatkan aktivitas fisik masyarakat sekaligus mengurangi risiko berbagai penyakit tidak menular yang kini menjadi tantangan kesehatan perkotaan.

“Car Free Day menjadi ruang interaksi yang sehat bagi masyarakat. Selain mendorong budaya olahraga, kegiatan ini juga memperkuat kohesi sosial dan kebersamaan antarwarga,” ujarnya.

Dani menambahkan, tema CFD Kota Cimahi tahun ini adalah “Masyarakat Sehat, Bugar, Mantap dan Makin Hepi”. Tema tersebut mencerminkan semangat untuk membangun masyarakat yang lebih aktif, sehat, dan bahagia melalui budaya olahraga yang berkelanjutan.

Tidak hanya itu, pelibatan ratusan pelaku UMKM dalam kegiatan ini juga menjadi strategi untuk menggerakkan ekonomi lokal.

Kehadiran para pedagang dan pelaku usaha kecil memberikan dampak ekonomi langsung sekaligus memperluas promosi produk-produk unggulan Kota Cimahi.

Peluncuran CFD Kota Cimahi juga mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Kegiatan tersebut dihadiri Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, Sri Wahyuni, serta Asisten Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora RI, Ahmad Arsani.

Sri Wahyuni mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Cimahi yang memanfaatkan ruang terbuka publik sebagai sarana membangun budaya olahraga masyarakat. 

Menurutnya, keberadaan Car Free Day menjadi instrumen penting dalam meningkatkan partisipasi warga untuk aktif bergerak dan berolahraga.

Ia juga menekankan pentingnya pelaksanaan Gerakan Masyarakat Aktif dan Bugar (GEMAR) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

Antusiasme masyarakat yang tinggi pada pelaksanaan perdana ini menjadi sinyal positif bahwa Car Free Day memiliki potensi besar menjadi ikon baru aktivitas publik di Kota Cimahi. 

Pemerintah berharap CFD tidak hanya menjadi agenda mingguan yang dinanti warga, tetapi juga mampu mendorong terciptanya masyarakat yang lebih sehat, lingkungan yang lebih bersih, serta ekonomi lokal yang semakin tumbuh dan berkembang. (Bagdja).

Exit mobile version