SNU//Cimahi – Pemerintah Kota Cimahi berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui peningkatan derajat kesehatan, salah satunya kesehatan mata.
Komitmen ini diwujudkan melalui kegiatan Gebyar Pemeriksaan Mata dan Pembagian Kacamata Gratis yang diselenggarakan di Aula Gedung B Pemkot Cimahi. Selasa (16/12/2025).
Kegiatan bakti sosial ini merupakan kolaborasi apik antara Pemkot Cimahi, Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat & Kota Cimahi, Lions Club, serta Rumah Sakit Mata Cicendo.
Acara ini menyasar sekitar 1.110 peserta yang terdiri dari siswa sekolah (SD, SMP, SMA sederajat), pengurus PKK, hingga masyarakat umum.
Kegiatan di Cimahi ini merupakan bagian dari program bakti sosial provinsi bertajuk “Gifts Of Sight” yang menargetkan pembagian total 28.000 kacamata gratis di 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat.

Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kota Cimahi, dr. Indah Gilang Indira, melaporkan bahwa antusiasme peserta sangat tinggi.
Pemeriksaan dan pembagian kacamata gratis ini akan berlangsung selama lima hari, mulai 15 hingga 19 Desember 2025, dan tersebar di beberapa titik layanan, termasuk:
Rumah Sakit Cibabat, Rumah Sakit Dustira, Optik Raya
Aula Gedung B Pemkot Cimahi.
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi.
Dalam sambutannya, Adhitia menegaskan bahwa kunci utama pembangunan terletak pada kualitas manusianya.
”Percuma kita membangun jalan, drainase, dan fasilitas lainnya jika sumber daya manusianya tidak dibangun. Kunci utama pembangunan ada di keluarga, dan peran ibu sangat menentukan dalam membentuk karakter generasi penerus,” tegas Adhitia.
Ia juga menyoroti peningkatan gangguan kesehatan mata akibat perubahan gaya hidup, seperti paparan gawai sejak usia dini.
Menurutnya, gangguan penglihatan yang tidak ditangani akan berdampak pada proses belajar, prestasi, dan kepercayaan diri anak.
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Cimahi, Midjiati Ningsih, memaparkan data yang mengkhawatirkan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan anak usia sekolah tahun 2025, masih ditemukan cukup banyak kasus gangguan penglihatan, yaitu:
Siswa SD: 13,90\%, Siswa MI: 23,45\%, Siswa SMP Sederajat: 27,59\%, Siswa SMA Sederajat: 33,96\%
”Kondisi ini memerlukan pemeriksaan lanjutan agar dapat ditangani secara tepat,” ujar Midjiati, menekankan pentingnya program ini sebagai langkah deteksi dini dan penanganan akurat.
Fitriani Manan, Kepala Dinas DP3AP2KB Kota Cimahi, menambahkan bahwa kegiatan ini diawali dengan proses screening karena banyak masyarakat yang tidak menyadari adanya gangguan penglihatan.

Penting untuk Diketahui: Bagi warga tidak mampu di Kota Cimahi yang belum terfasilitasi dalam kegiatan ini, Fitriani memastikan mereka dapat melanjutkan layanan melalui BPJS karena sudah ter-cover dalam universal health coverage Pemkot Cimahi.
Pemerintah Kota Cimahi berharap kegiatan ini dapat mendukung masa depan generasi muda dan menjadi langkah konkret dalam memastikan masyarakat memperoleh kualitas kesehatan mata yang lebih baik sebagai penopang produktivitas sehari-hari. (Bagdja)
















