Cimahi/secondnewsupdate.co.id – Musim kemarau panjang yang diprediksi berlangsung hingga beberapa bulan ke depan ternyata bukan jaminan ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) ikut menghilang.
Justru di tengah cuaca panas dan minim hujan, masyarakat diminta tidak lengah karena nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD masih berpotensi berkembang biak di genangan air yang kerap luput dari perhatian.
Melalui kampanye edukasi “dinkescimahicare Jadi Hero Pencegah DBD, Mulai Dari Kita!”, Dinas Kesehatan Kota Cimahi mengajak seluruh warga menjadi garda terdepan dalam memutus rantai penularan penyakit yang setiap tahunnya masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi Mulyati menegaskan bahwa perubahan musim dari penghujan menuju kemarau sering kali meninggalkan banyak genangan air statis di lingkungan rumah maupun fasilitas umum. Kamis (25/6/2026).
Kondisi tersebut menjadi lokasi ideal bagi nyamuk Aedes aegypti untuk bertelur dan berkembang biak.
“Jangan sampai masyarakat terlena hanya karena memasuki musim kemarau. Justru pada masa peralihan musim, banyak wadah penampungan air, saluran pembuangan, hingga barang bekas yang menampung air hujan dan tidak dikuras secara rutin. Tempat-tempat seperti itulah yang menjadi sarang nyamuk penyebab DBD,” ujar Mulyati dalam kampanye edukasi kesehatan masyarakat.
Ancaman DBD Tidak Mengenal Musim
Data kesehatan menunjukkan bahwa kasus DBD masih menjadi salah satu penyakit yang perlu diwaspadai di berbagai daerah Indonesia.
Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti ini dapat menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Gejala awal yang sering muncul antara lain demam tinggi mendadak, sakit kepala hebat, nyeri otot dan sendi, hingga munculnya bintik-bintik merah pada kulit.
Jika terlambat ditangani, DBD dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius dan mengancam keselamatan jiwa.
Karena itu, Dinas Kesehatan Kota Cimahi menilai upaya pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah seseorang terinfeksi.
Gerakan 3M Plus, Langkah Sederhana yang Menyelamatkan
Untuk menekan risiko penyebaran DBD, Dinkes Cimahi kembali menggaungkan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui metode 3M Plus yang dinilai efektif dan mudah diterapkan oleh seluruh masyarakat.
Tiga langkah utama yang harus dilakukan adalah:
1. Menguras Membersihkan bak mandi, tempat penampungan air, serta wadah lain minimal satu kali dalam seminggu untuk menghilangkan jentik nyamuk.
2. Menutup Menutup rapat seluruh tempat penampungan air agar nyamuk tidak memiliki kesempatan bertelur.
3. Memanfaatkan Kembali Mendaur ulang atau menyingkirkan barang-barang bekas yang berpotensi menampung air hujan dan menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Selain itu, masyarakat juga diminta menerapkan langkah “Plus” sebagai perlindungan tambahan, seperti menggunakan lotion anti nyamuk, memasang kawat kasa pada ventilasi dan jendela rumah, menjaga kebersihan lingkungan, serta meningkatkan daya tahan tubuh melalui pola hidup sehat.
Dinkes Kota Cimahi juga terus memperkuat program “Satu Rumah Satu Jumantik” sebagai bentuk partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan jentik nyamuk di lingkungan masing-masing.
Program tersebut mendorong setiap keluarga memiliki anggota yang bertugas memeriksa keberadaan jentik nyamuk secara rutin dan memastikan tidak ada tempat perkembangbiakan nyamuk di sekitar rumah.
Menurut Mulyati, keberhasilan pengendalian DBD tidak hanya bergantung pada pemerintah atau tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.
Momentum peringatan Hari Demam Berdarah ASEAN menjadi pengingat bahwa perang melawan DBD harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni rumah tangga.
Mulyati mengajak seluruh warga untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjalankan gerakan 3M Plus secara konsisten dan berkelanjutan.
“Kemarau boleh panjang, tetapi kewaspadaan terhadap DBD tidak boleh surut. Keberhasilan melawan demam berdarah dimulai dari rumah sendiri. Mari saling menjaga dan bergotong royong mewujudkan Kota Cimahi yang sehat, aman, dan bebas dari ancaman DBD,” tegasnya.
Dengan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, target mewujudkan Cimahi bebas Demam Berdarah Dengue bukanlah hal yang mustahil untuk dicapai. (Bagdja)
