Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
HukumKriminal

Dedi Mulyadi dan Polda Jabar Deklarasi Perang Total! Bandar Narkoba, Begal hingga Geng Kriminal Diburu, Jawa Barat Siaga Bersih Kejahatan

2516
×

Dedi Mulyadi dan Polda Jabar Deklarasi Perang Total! Bandar Narkoba, Begal hingga Geng Kriminal Diburu, Jawa Barat Siaga Bersih Kejahatan

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (tengah) disampingi oleh Kapolda Jabar Irjen Pol Pipit Rismanto siap perangi Narkoba dan Begal

Jawa Barat, Bandung l secondnewsupdate.co.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan komitmennya untuk menjadikan Jawa Barat sebagai provinsi yang aman, nyaman, dan bebas dari berbagai bentuk kejahatan.

Bersama jajaran Polda Jawa Barat, pemerintah provinsi mendeklarasikan perang total terhadap peredaran narkoba, obat keras terlarang, aksi begal, hingga berbagai tindak kriminal yang selama ini menjadi keresahan masyarakat.

Example 300x600

Langkah tegas tersebut merupakan bentuk sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan jajaran kepolisian yang dinilai telah menunjukkan kinerja luar biasa dalam merespons berbagai persoalan keamanan yang dihadapi warga.

Dalam keterangannya, Dedi menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Polda Jabar, Polres, hingga Polresta di seluruh wilayah Jawa Barat yang terus bekerja tanpa lelah menjaga keamanan masyarakat.

“Pertama saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Polda Jabar, Polres dan Polresta di seluruh Provinsi Jawa Barat yang memiliki kinerja sangat tinggi dalam menjawab berbagai kegelisahan masyarakat,” ujarnya. Jum’at (7/8/2026).

Menurut Dedi, keresahan masyarakat saat ini bukan hanya soal maraknya pencurian kendaraan bermotor, tetapi juga semakin mengkhawatirkan karena banyak generasi muda yang mulai terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkotika maupun obat keras terlarang.

Ia menegaskan, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berkembang. Karena itu, diperlukan langkah sistematis dan berkelanjutan untuk memutus mata rantai kejahatan dari hulu hingga hilir.

“Anak-anak kita terlibat narkoba, obat-obatan terlarang, masyarakat kehilangan sepeda motor, kehilangan mobil, bahkan kehilangan rasa aman. Semua ini harus dilawan secara bersama-sama,” tegasnya.

Perang Melawan Kejahatan Tidak Bisa Hanya Mengandalkan Aparat

Dedi menekankan bahwa pemberantasan kejahatan bukan semata-mata menjadi tugas kepolisian ataupun aparat penegak hukum lainnya.

Menurutnya, keberhasilan menciptakan Jawa Barat yang aman hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

“Polisi saja tidak cukup. TNI saja tidak cukup. Satpol PP tidak cukup. Pemerintah daerah juga tidak cukup. Semua masyarakat harus memiliki keberanian dan semangat yang sama bahwa kejahatan harus diperangi bersama,” katanya.

Ia berharap partisipasi masyarakat semakin meningkat, mulai dari memberikan informasi hingga ikut menjaga lingkungan agar tidak menjadi tempat berkembangnya peredaran narkoba maupun aksi kriminal lainnya.

Dedi Mulyadi menyebut aksi kriminal jalanan tersebut merupakan salah satu persoalan yang paling banyak dikeluhkan masyarakat. Karena itu, penegakan hukum terhadap para pelaku akan terus diperkuat tanpa kompromi.

Namun demikian, upaya pemberantasan begal tidak hanya dilakukan melalui tindakan represif, tetapi juga dibarengi strategi pencegahan yang melibatkan berbagai pihak agar ruang gerak pelaku semakin sempit.

“Kita harus menjawab keresahan masyarakat. Bagaimanapun caranya, kita harus memperkuat kolaborasi. Kita lawan begal, lakukan penegakan hukum, sekaligus membangun strategi agar Jawa Barat menjadi wilayah yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat maupun siapa saja yang datang ke Jawa Barat,” tegasnya.

Jawa Barat Menuju Provinsi Aman dan Bebas Kejahatan

Kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Polda Jabar, TNI, BNN, pemerintah kabupaten/kota hingga masyarakat diharapkan menjadi fondasi kuat dalam membangun sistem keamanan yang berkelanjutan.

Pemerintah optimistis, dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, berbagai bentuk kejahatan mulai dari narkoba, obat keras terlarang, pencurian kendaraan bermotor, hingga begal dapat ditekan secara signifikan.

Perang terhadap kejahatan, menurut Dedi Mulyadi, bukan sekadar operasi penegakan hukum, melainkan gerakan bersama untuk menyelamatkan masa depan generasi muda dan memastikan Jawa Barat tetap menjadi daerah yang aman, tertib, serta nyaman bagi seluruh warganya.

Bandar Narkoba Jadi Target Utama

Sementara itu, jajaran Polda Jawa Barat yang disampaikan Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Jabar Irjen Pol Pipit Rismanto menegaskan bahwa perang terhadap narkotika tidak hanya berhenti pada penangkapan para pengedar di lapangan. 

Aparat kini mengembangkan penyelidikan untuk membongkar jaringan besar yang menjadi otak di balik peredaran narkoba dan obat keras ilegal.

Menurut Pipit, pengungkapan terhadap para aktor intelektual menjadi tantangan besar yang harus diselesaikan melalui kerja sama lintas daerah, termasuk memperkuat koordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN).

“Kami akan terus melakukan pengembangan, bukan hanya menangkap para pengedar di lapangan, tetapi juga memburu para pelaku utama yang mengendalikan distribusi narkoba dari berbagai wilayah,” tegas Pipit.

Kolaborasi antara Polda Jabar dan BNN diharapkan mampu mempersempit ruang gerak jaringan narkotika yang selama ini memanfaatkan luasnya wilayah Jawa Barat sebagai jalur distribusi.

Begal Jadi Musuh Bersama

Selain narkoba, aksi begal juga menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Polda Jabar. (Bagdja-Red).

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600