InformatikaLingkungan HidupPropagandaRagam DaerahTeknologi

Dedi Mulyadi Sidak Underpass Gatot Subroto Cimahi, Proyek Rp126 Miliar Jadi Sorotan! Ada Peringatan Keras soal Kebersihan Kota

2526
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, didampingi Walikota Cimahi Ngatiyana, turun langsung meninjau pembangunan proyek Underpass Gatot Subroto di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Senin (12/10/2026).

Cimahi, Jabar | secondnewsupdate.co.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun langsung meninjau pembangunan proyek Underpass Gatot Subroto di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Senin (12/10/2026). 

Dalam kunjungan tersebut, Dedi didampingi Wali Kota Cimahi Ngatiyana, untuk melihat secara langsung perkembangan pembangunan infrastruktur sekaligus mengevaluasi kondisi lingkungan perkotaan.

Peninjauan ini menjadi perhatian karena pembangunan Underpass Gatot Subroto merupakan salah satu proyek infrastruktur penting di Kota Cimahi dengan nilai anggaran mencapai Rp126 miliar.

Kehadiran Gubernur di lokasi proyek menunjukkan perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Barat terhadap pelaksanaan pembangunan infrastruktur serta penataan kawasan perkotaan.

Dedi tidak hanya melihat perkembangan fisik underpass, tetapi juga meninjau kondisi lingkungan dan sejumlah kawasan publik. 

Dalam kesempatan itu, aspek kebersihan, ketertiban, keamanan, serta kelancaran aktivitas masyarakat menjadi bagian penting yang turut mendapat perhatian.

Underpass Rp126 Miliar, Pembangunan Jadi Perhatian

Pembangunan Underpass Gatot Subroto diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam mendukung kelancaran mobilitas dan meningkatkan kualitas infrastruktur transportasi di Kota Cimahi.

Dalam peninjauan tersebut, perhatian juga diarahkan pada pembangunan jembatan fly over yang disebut memiliki nilai anggaran sekitar Rp17 miliar. 

Infrastruktur tersebut menjadi bagian dari pembahasan mengenai kebutuhan pembangunan dan penataan sarana umum di wilayah Cimahi.

Meski demikian, penyelesaian pekerjaan tetap membutuhkan pengawasan terhadap tahapan pembangunan, kualitas pekerjaan, serta penataan kawasan di sekitar proyek agar manfaat infrastruktur dapat dirasakan masyarakat secara optimal.

Peninjauan langsung oleh Gubernur bersama Wali Kota Cimahi menjadi momentum untuk melihat perkembangan pekerjaan sekaligus memastikan bahwa pembangunan berjalan sejalan dengan kebutuhan masyarakat dan penataan kota.

Dedi Mulyadi Soroti Kebersihan Kota Cimahi

Tak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, Dedi juga memberikan perhatian terhadap kondisi kebersihan lingkungan Kota Cimahi.

Dalam arahannya, persoalan sampah dan ketertiban lingkungan menjadi catatan penting.

Masyarakat maupun pemerintah daerah diingatkan agar tidak membuang sampah ke sungai atau ke sembarang tempat.

Kebersihan kawasan perkotaan, menurut penekanan yang disampaikan dalam kunjungan tersebut, perlu menjadi tanggung jawab bersama. 

“Penataan lingkungan harus dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari jalan-jalan umum, kawasan pusat kota, hingga lingkungan di sekitar lokasi pembangunan,” tegas Dedi.

Cimahi sebagai kota dengan aktivitas masyarakat yang padat membutuhkan pengelolaan kebersihan yang konsisten.

“Infrastruktur yang dibangun dengan anggaran besar perlu diimbangi dengan lingkungan yang tertata, bersih, dan nyaman bagi masyarakat, Kalau Cimahi bersih lingkungannya dan tertata rapih, saya akan tambahkan anggaranya,” janji Dedi.

Karena itu, penataan kota tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik. Kedisiplinan membuang sampah, pemeliharaan fasilitas umum, serta kepedulian masyarakat terhadap lingkungan juga menjadi faktor penting dalam menciptakan kawasan perkotaan yang lebih baik.

Tambahan Anggaran Dikaitkan dengan Penataan Lingkungan

Dalam percakapan saat peninjauan, Dedi menekankan pentingnya kebersihan dan kerapian lingkungan sebagai bagian dari upaya membenahi Kota Cimahi. 

Ia juga menyampaikan bahwa tambahan anggaran perlu disertai perhatian terhadap kondisi lingkungan dan ketertiban wilayah.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah tidak hanya berbicara mengenai besarnya anggaran, tetapi juga bagaimana pemerintah dan masyarakat menjaga hasil pembangunan agar memberikan manfaat jangka panjang.

Penataan lingkungan yang baik perlu didukung langkah konkret, seperti pengelolaan sampah yang tertib, pembersihan saluran air, pemeliharaan fasilitas publik, serta pengawasan terhadap kebiasaan membuang sampah sembarangan.

Dengan demikian, pembangunan infrastruktur dan pembenahan lingkungan dapat berjalan beriringan, bukan menjadi dua agenda yang terpisah.

Penanganan Gelandangan Turut Menjadi Perhatian

Selain meninjau pembangunan underpass dan kebersihan lingkungan, kunjungan bersama Gubernur Jawa Barat tersebut juga mencakup perhatian terhadap penanganan gelandangan di Kota Cimahi.

Persoalan ini membutuhkan pendekatan yang terkoordinasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kota. 

Penanganan yang humanis, pendataan yang tepat, serta dukungan layanan sosial menjadi bagian penting agar upaya penataan kota tetap memperhatikan kebutuhan dan martabat manusia.

Penataan ruang publik idealnya tidak semata-mata berorientasi pada ketertiban visual, tetapi juga diikuti langkah yang memberikan perlindungan dan solusi bagi warga yang membutuhkan pendampingan sosial.

Kolaborasi antarpemerintah diharapkan mampu mendorong penanganan persoalan sosial secara lebih terarah, sehingga ketertiban kota dapat berjalan seiring dengan prinsip kemanusiaan.

Ngatiyana: Kolaborasi untuk Cimahi yang Lebih Tertata

Wali Kota Cimahi Ngatiyana mendampingi Dedi Mulyadi dalam peninjauan tersebut sebagai bagian dari koordinasi pemerintah daerah dalam pembangunan dan pembenahan lingkungan perkotaan.

Melalui kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Cimahi, berbagai agenda pembangunan diharapkan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas lingkungan serta pelayanan kepada masyarakat.

Pembangunan Underpass Gatot Subroto menjadi salah satu pekerjaan yang perlu dikawal bersama. 

Di sisi lain, kebersihan jalan, ketertiban ruang publik, pengelolaan sampah, dan penanganan persoalan sosial juga memerlukan perhatian berkelanjutan.

Sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan peninjauan, tetapi berlanjut dalam bentuk langkah nyata, pengawasan, dan tindak lanjut sesuai kewenangan masing-masing pemerintah.

Pembangunan Harus Berbanding Lurus dengan Kualitas Lingkungan

Kunjungan Gubernur Jawa Barat ke Kota Cimahi membawa perhatian pada dua hal yang saling berkaitan, yakni pembangunan infrastruktur dan pembenahan lingkungan.

Underpass dengan nilai proyek Rp126 miliar diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. 

“Namun, keberhasilan pembangunan juga perlu ditopang lingkungan yang bersih, tertib, aman, serta terpelihara dengan baik,” ujar Ngatiyana.

Pemerintah daerah, pelaksana pembangunan, dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam menjaga kualitas kawasan perkotaan. 

“Pekerjaan konstruksi harus dilaksanakan dengan memperhatikan keselamatan dan ketertiban, sementara masyarakat diharapkan turut menjaga fasilitas umum serta tidak membuang sampah sembarangan,” lanjut Ngatiyana.

Bagi warga Cimahi, pembangunan bukan hanya tentang hadirnya infrastruktur baru, melainkan juga bagaimana kota menjadi lebih nyaman untuk ditinggali, lebih tertata, dan mampu memberikan pelayanan yang semakin baik.

Melalui kolaborasi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Wali Kota Cimahi Ngatiyana, diharapkan pembangunan Underpass Gatot Subroto serta pembenahan lingkungan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung kemajuan Kota Cimahi secara berkelanjutan. (Bagdja)

Exit mobile version