InformatikaOlah RagaRagam Daerah

Diky Candranegara Resmi Buka Kejurkot Voli 2026 di Tasikmalaya, Harapan Baru Menuju Porprov Jabar Menguat

113
Wakil Walikota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara berfoto bersama Ketua Umum dan para atlit bola voli, Sabtu (20/6/2026). (Foto:Krist)

Kota Tasikmalaya/ secondnewsupdate.co.id – Suasana GOR Sukapura Dadaha, Kota Tasikmalaya, berubah menjadi lautan semangat saat Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara secara resmi membuka Kejuaraan Kota (Kejurkot) Bola Voli Antar Klub Piala Ketua Umum PBVSI Kota Tasikmalaya 2026. Sabtu (20/6/2026).

Ajang bergengsi tingkat kota ini diikuti 10 tim terbaik, masing-masing lima tim putra dan lima tim putri dari berbagai klub.

Selama dua hari pertandingan, para atlet akan saling berhadapan dalam adu strategi, kekuatan smash, hingga mental bertanding untuk memperebutkan gelar juara sekaligus menjadi tolok ukur pembinaan atlet voli di Kota Tasikmalaya.

Dorongan Menuju Porprov Jawa Barat

Dalam sambutannya, Diky mengakui bahwa kondisi sarana dan prasarana olahraga bola voli di Kota Tasikmalaya masih belum ideal. 

Namun, ia menegaskan bahwa keterbatasan tersebut tidak boleh menjadi penghalang bagi lahirnya prestasi.

Ia bahkan menyebut bahwa perkembangan cabang olahraga voli di daerahnya mulai menunjukkan harapan baru, termasuk peluang terbentuknya tim yang mampu bersaing di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat.

“Dengan kondisi yang belum ideal, Alhamdulillah ini menjadi awal kebangkitan. Sudah lama Kota Tasikmalaya belum benar-benar menonjol di voli, dan semoga ke depan bisa tembus Porprov,” ujar Diky.

Mayoritas Atlet Lokal Jadi Kebanggaan

Diky juga menyoroti fakta bahwa mayoritas pemain yang tampil dalam kejurkot ini merupakan atlet ber-KTP Kota Tasikmalaya. Menurutnya, hal ini menjadi modal penting dalam membangun prestasi berbasis daerah sendiri.

“Yang penting sekarang, mayoritas atlet adalah warga Tasikmalaya. Prestasi itu harus lahir dari daerah sendiri dan menjadi kebanggaan bersama,” katanya.

Ia berharap ke depan lahir lebih banyak atlet asli Tasikmalaya yang mampu bersaing di tingkat provinsi bahkan nasional.

Kritik dan Harapan untuk Fasilitas Olahraga

Di sisi lain, Diky juga menyampaikan permohonan maaf atas kondisi fasilitas olahraga yang masih terbatas. 

Ia tidak menutupi bahwa pemerintah daerah masih memiliki keterbatasan fiskal dalam melakukan pembenahan sarana olahraga.

“Kami menyadari fasilitas olahraga belum maksimal, dan ini menjadi pekerjaan rumah bersama,” ungkapnya.

Meski demikian, ia tetap mengapresiasi semangat para atlet, pelatih, dan pengurus cabang olahraga yang terus menjaga pembinaan di tengah keterbatasan.

PBVSI: Ajang Pembinaan dan Seleksi Atlet

Sementara itu, Ketua Umum PBVSI Kota Tasikmalaya H. Oman Rohman menegaskan bahwa Kejurkot ini bukan sekadar kompetisi untuk memperebutkan piala.

“Ini bukan hanya soal juara, tetapi juga untuk melihat perkembangan latihan, mental bertanding, serta menjaring atlet potensial menuju pemusatan latihan kota,” jelasnya.

Oman juga mengapresiasi dukungan tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya yang turut siaga selama pertandingan berlangsung.

Atmosfer Kompetisi Menggeliat

Sejak pertandingan pembuka, suasana di arena berlangsung panas. 

Tribun penonton dipadati suporter yang memberi dukungan penuh kepada masing-masing klub.

Atmosfer kompetisi ini sekaligus menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap olahraga bola voli di Kota Tasikmalaya.

Kejurkot Voli 2026 ini diharapkan menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet sekaligus menjadi langkah awal menuju prestasi yang lebih tinggi di level Jawa Barat, khususnya Porprov mendatang. (Krist).

Penulis: Kristianto Editor: Bama
Exit mobile version