AgamaBeritaBudayaPolitikRagam Daerah

Dinilai Konsisten dan Penuh Inovasi, Agung Budi Santoso Perkuat Demokrat Cimahi Jelang Muscab

2890
Menjelang pelaksanaan Musyawarah cabang (Muscab) Partai Demokrat, dinamika kepemimpinan di tubuh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Cimahi menjadi perhatian.

Kepala BPOKK Partai Demokrat Jabar Ahmad Bajuri Soroti Kepemimpinannya

Cimahi, Jabar | secondnewsupdate.co.id – Menjelang pelaksanaan Musyawarah cabang  (Muscab) Partai Demokrat, dinamika kepemimpinan di tubuh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Cimahi menjadi perhatian. 

Berbagai program, inovasi, serta konsistensi dalam membangun organisasi yang dilakukan Ketua DPC Partai Demokrat Kota Cimahi, Agung Budi Santoso, mendapat apresiasi dari jajaran pengurus Partai Demokrat Jawa Barat.

Salah satu bentuk kegiatan yang kembali digelar DPC Partai Demokrat Kota Cimahi adalah pemberian cinderamata berupa tas eksklusif kepada para anggota grup Qasidah Nur Al Ahyana, yang merupakan bagian dari Srikandi Partai Demokrat Kota Cimahi.

Acara digelar di Kantor Sekretariat DPC Partai Demokrat Kota Cimahi Jl. Sangkuriang Bar. II No.Dalam, Cipageran, Kec. Cimahi Utara, Sabtu (3/10/2026)

Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya mempererat tali silaturahmi, membangun kebersamaan, sekaligus menjaga hubungan harmonis dengan para kader dan anggota organisasi.

Menariknya, cinderamata berupa tas eksklusif tersebut merupakan pemberian yang dibiayai secara pribadi oleh Ketua Srikandi Partai Demokrat Kota Cimahi, Hj. Endah Winarti, yang juga merupakan anggota DPRD Kota Depok sekaligus Sekretaris DPC Partai Demokrat Kota Depok. 

Bantuan tersebut diberikan kepada grup Qasidah Nur Al Ahyana yang dipimpin Hj. Siswanti.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban tersebut dihadiri Kepala Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (BPOKK) DPD Partai Demokrat Provinsi Jawa Barat, H. Ahmad Bajuri, Ketua  DPC Partai Demokrat Kota Cimahi Agung Budi Santoso, Sekretaris DPC sekaligus anggota DPRD Kota Cimahi Iwan Setiawan, Direktur Eksekutif Partai Demokrat Cimahi, Bandon Yulianto, Bendahara DPC Yaya Sunarya, Kepala Bakomstra Iwan Husniawan yang didaulat sebagai MC.

Hadir pula dari Srikandi Demokrat Ketua Nur Al Ahyana Hj. Siswanti

Ketua Srikandi Demokrat Cimahi Hj. Endah Winarti. Anggota DPRD Kota Cimahi dari Fraksi Demokrat Lilis Yusniawati, serta sejumlah kader dan pengurus partai.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum pemberian cinderamata, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ajang konsolidasi, evaluasi organisasi, dan penguatan komunikasi antarkader di tengah dinamika internal partai menjelang Muscab.

Ahmad Bajuri Apresiasi Konsistensi dan Inovasi Agung Budi Santoso

Kepala BPOKK Partai Demokrat Jabar H Ahmad Bajuri Soroti Kepemimpinannya Partai Demokrat Cimahi Agung Budi Santoso

Kepala BPOKK DPD Partai Demokrat Jawa Barat, H. Ahmad Bajuri, menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Agung Budi Santoso yang dinilainya memiliki konsistensi dalam menjalankan berbagai program organisasi serta menghadirkan inovasi untuk memperkuat eksistensi Partai Demokrat di Kota Cimahi.

Menurut Bajuri, konsistensi dan inovasi merupakan dua unsur penting yang harus dimiliki seorang pemimpin partai.

Konsistensi tercermin dari keberlanjutan program-program yang dilaksanakan, sedangkan inovasi terlihat dari kemampuan menghadirkan gagasan baru yang memberikan manfaat bagi organisasi dan masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi Ketua DPC Agung Budi Santoso. Ada konsistensi, ada inovasi. Konsistensi itu bukan hanya menjalankan satu atau dua kegiatan, tetapi bagaimana program-program yang sudah berjalan dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan. Selain itu, ada inovasi-inovasi baru yang sebelumnya belum dilakukan,” ungkap Bajuri.

Ia menilai, kepemimpinan seseorang dalam organisasi politik dapat dilihat dari kemampuannya membangun kinerja, menciptakan ritme kerja yang efektif, serta menumbuhkan kebersamaan di antara para pengurus dan kader.

Dedikasi, loyalitas, dan integritas, lanjutnya, menjadi instrumen penting dalam mengukur kualitas kepemimpinan. 

Ketiga hal tersebut perlu diwujudkan melalui kerja nyata, bukan semata-mata disampaikan dalam bentuk pernyataan.

Ahmad Bajuri juga menyoroti keberhasilan DPC Partai Demokrat Kota Cimahi dalam membangun dan mengelola kantor partai yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat aktivitas organisasi, tetapi juga dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan masyarakat.

Menurutnya, keberadaan kantor partai yang dikelola secara dinamis merupakan salah satu wujud komitmen kepengurusan dalam membangun kebanggaan dan memperkuat solidaritas kader.

“Ini salah satu bentuk memperkuat partai, bagaimana membangun kantor yang menjadi kebanggaan. Tidak semua DPC bisa melakukan hal seperti ini. Dibutuhkan leadership untuk membangun kekompakan dan kebersamaan sehingga kantor partai dapat dikelola secara dinamis dan bermanfaat, bukan hanya bagi kader, tetapi juga masyarakat di luar partai,” tuturnya.

Terkait dinamika menjelang Muscab, Ahmad Bajuri menegaskan bahwa penilaian terhadap seorang pemimpin semestinya didasarkan pada rekam jejak, kinerja, dedikasi, loyalitas, integritas, serta objektivitas.

Ia berpandangan, setiap keputusan organisasi harus memiliki landasan rasional yang dapat dipertanggungjawabkan, termasuk dalam menentukan arah kepemimpinan dan keberlanjutan program kerja.

“Kalau kita ingin menentukan sesuatu, harus memiliki latar belakang, rekam jejak, dan alat ukur yang jelas. Mengapa kita mendukung seseorang, mengapa tidak mendukung yang lain, semuanya harus berdasarkan rasionalitas dan objektivitas,” tegasnya.

Bajuri juga menyampaikan bahwa setiap kepengurusan perlu melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap program yang telah dilaksanakan. 

Evaluasi tersebut meliputi program yang perlu dilanjutkan, ditingkatkan, maupun diperbaiki agar sesuai dengan kebutuhan organisasi dan perkembangan kondisi di lapangan.

Ia mengingatkan bahwa perbedaan pandangan dalam organisasi merupakan hal yang wajar. 

Namun, perbedaan tersebut perlu disikapi melalui komunikasi, diskusi, serta mekanisme organisasi yang mengedepankan kepentingan bersama.

Menurutnya, persaingan dan dinamika internal sebaiknya dijawab dengan peningkatan kinerja, bukan melalui tindakan yang dapat merusak hubungan antarkader.

“Kita di partai harus kuat secara mental, karena tidak semua orang memiliki pemikiran yang sama. Kalau ada perbedaan, biarkan kita menjawabnya dengan kinerja. Jangan menyelesaikan persoalan secara pragmatis, tetapi melalui perdebatan, diskusi, dan argumentasi yang rasional,” jelasnya.

Ia menambahkan, dalam organisasi politik terdapat mekanisme dan teori kepemimpinan yang dapat menjadi rujukan untuk memahami dinamika, perbedaan kepentingan, serta proses pergantian kepemimpinan. 

Karena itu, setiap persoalan perlu diselesaikan secara objektif, proporsional, dan mengedepankan kepentingan organisasi.

Agung Budi Santoso Paparkan Capaian dan Program DPC Demokrat Cimahi

Ketua DPC Partai Demokrat Kota Cimahi Agung Budi Santoso Paparkan Capaian dan Program DPC Demokrat Cimahi

Sementara itu, Ketua Umum DPC Partai Demokrat Kota Cimahi, Agung Budi Santoso, mengawali sambutannya dengan menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT atas terselenggaranya kegiatan tersebut dalam suasana penuh kebahagiaan, kebersamaan, dan kekeluargaan.

Dalam kesempatan itu, Agung memaparkan sejumlah upaya yang telah dilakukan DPC Partai Demokrat Kota Cimahi, termasuk pengembangan fasilitas kantor partai, pelaksanaan program rutin, hingga pemanfaatan aset untuk mendukung kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

Ia mengungkapkan bahwa berbagai perlengkapan dan fasilitas yang tersedia di kantor DPC, mulai dari sofa, kursi, podium, panggung, lampu kristal hingga perangkat pengeras suara, merupakan aset pribadi yang dimilikinya.

Menurut Agung, pengembangan fasilitas kantor tersebut terinspirasi dari pengelolaan kantor DPC Partai Demokrat Kabupaten Garut yang sebelumnya pernah dilihatnya bersama Ahmad Bajuri.

Agung mengaku menerapkan prinsip ATM, yakni Amati, Tiru, dan Modifikasi, dalam mengembangkan organisasi. Setiap gagasan yang dinilai baik dipelajari, kemudian disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masyarakat Kota Cimahi.

“Saya ini orangnya biasa ATM, amati, tiru, modifikasi. Kalau ada sesuatu yang baik, kita amati, kemudian kita tiru dan sesuaikan dengan muatan lokal di Cimahi. Termasuk pengelolaan kantor, pembuatan prasasti, hingga mengabadikan nama-nama pihak yang memberikan sumbangsih dalam pembangunan kantor,” ungkap Agung.

Ia menjelaskan, pembangunan dan pengembangan kantor DPC Partai Demokrat Kota Cimahi dilakukan secara bertahap. 

Selain menjadi pusat kegiatan kepartaian, fasilitas tersebut kini juga dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas masyarakat.

Agung menyebutkan bahwa aula dan fasilitas kantor telah disewakan untuk sejumlah kegiatan, di antaranya kegiatan keluarga besar, koperasi, BPJS Ketenagakerjaan, hingga acara pernikahan. Kapasitas tempat tersebut mampu menampung sekitar 300 tamu.

Bahkan, sejumlah agenda penyewaan telah dijadwalkan untuk beberapa waktu mendatang. 

Pengelolaan fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas kepada masyarakat sekaligus menjadi salah satu sumber pemasukan organisasi di luar iuran kader.

“Alhamdulillah, kantor ini sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan tempat untuk berbagai kegiatan, termasuk hajatan. Kita berharap fasilitas ini semakin bermanfaat bagi masyarakat Cimahi sekaligus mendukung keberlangsungan aktivitas partai,” jelasnya.

Untuk mendukung kenyamanan pengunjung, pihaknya juga telah menjalin kerja sama dengan kantor pos yang berada di sebelah kantor DPC sebagai tempat parkir. 

Ke depan, Agung berharap dapat mengembangkan fasilitas parkir yang lebih luas apabila memungkinkan untuk memperoleh lahan tambahan.

Program Rutin hingga Gerakan Sosial Dekat dengan Masyarakat

Selain pengembangan fasilitas, Agung juga memaparkan sejumlah program yang telah dijalankan secara berkelanjutan oleh DPC Partai Demokrat Kota Cimahi.

Salah satunya adalah program Sabtu Bersih atau Sapsi, yakni kegiatan rutin membersihkan dan merawat lingkungan kantor partai yang telah berjalan selama beberapa tahun.

Program tersebut dilaksanakan setiap hari Sabtu sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan, keindahan, dan pemeliharaan fasilitas organisasi. Menurut Agung, keberadaan kantor yang dibangun dengan berbagai upaya harus diimbangi dengan tanggung jawab untuk merawat dan mengelolanya secara baik.

Ia juga mengingatkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menjalankan arahan partai agar para kader aktif melaksanakan program yang dekat dengan masyarakat.

Sebelumnya, DPC Partai Demokrat Kota Cimahi juga pernah menggulirkan program Geber pada sekitar 2020–2021. 

Program tersebut dirancang untuk mendekatkan partai dengan masyarakat melalui kegiatan yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.

Agung mengatakan bahwa keberhasilan menerjemahkan arahan partai menjadi kegiatan nyata sangat bergantung pada kreativitas, kepemimpinan, serta kemampuan pengurus dalam membaca kebutuhan masyarakat.

“Sebetulnya semua partai bisa melakukan kegiatan seperti ini. Namun, bagaimana menerjemahkan perintah partai menjadi program yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, tentu membutuhkan pemikiran, kreativitas, dan kepemimpinan,” katanya.

Srikandi Demokrat Jadi Bagian dari Penguatan Kader dan Kebersamaan

Agung juga menjelaskan latar belakang terbentuknya grup Qasidah Nur Al Ahyana yang kini menjadi salah satu wadah aktivitas para Srikandi Partai Demokrat Kota Cimahi.

Menurutnya, grup qasidah tersebut sebelumnya telah memiliki kelompok bernama Ar-Rahman, tetapi masih membutuhkan dukungan fasilitas untuk menunjang kegiatan dan latihan.

Melalui komunikasi dengan para anggota, Agung kemudian memberikan dukungan berupa fasilitas dan alat musik qasidah yang dapat digunakan untuk kegiatan mereka. 

Grup tersebut selanjutnya menggunakan nama Nur Al Ahyana yang memiliki makna cahaya yang memberikan kebaikan.

Ia berharap keberadaan grup qasidah tersebut tidak hanya menjadi sarana menyalurkan minat dan bakat para anggotanya, tetapi juga menjadi wadah mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, serta menghadirkan kegiatan positif di tengah masyarakat.

Pemberian tas eksklusif dalam kegiatan kali ini merupakan inisiatif Hj. Endah Winarti selaku Ketua Srikandi Partai Demokrat Kota Cimahi. 

Agung menyebutkan bahwa hadiah tersebut merupakan bentuk perhatian pribadi yang diberikan kepada para anggota grup qasidah.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antarkader menjelang Musda, sekaligus memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga soliditas dan mengikuti mekanisme organisasi.

Agung Tegaskan Kepemimpinan dan Pencalonan Harus Melalui Mekanisme Partai

Ketika disinggung mengenai dinamika politik Kota Cimahi dan peluang kader Partai Demokrat dalam kontestasi pemilihan kepala daerah mendatang, Agung menegaskan bahwa setiap keputusan politik harus melalui proses dan aturan yang telah ditetapkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat.

Ia menyatakan bahwa partai akan melakukan penjaringan terlebih dahulu untuk menilai kader-kader yang dinilai memiliki kapasitas dan kelayakan untuk diusung.

Namun, Agung juga menegaskan bahwa Partai Demokrat tetap membuka diri terhadap tokoh dari luar partai apabila dinilai memiliki kemampuan dan memenuhi persyaratan untuk maju dalam kontestasi politik.

“Kita tentu akan melakukan penjaringan terlebih dahulu. Apabila kader kita bagus dan layak diusung, mengapa tidak kita mengusung kader sendiri? Tetapi kalau memang belum ada kader yang memiliki kapasitas atau bersedia maju, kita juga tidak boleh menutup diri terhadap pihak lain,” ujarnya.

Menurut Agung, yang terpenting adalah calon yang nantinya diusung maupun didukung Partai Demokrat merupakan sosok yang memiliki kapasitas serta mampu memperjuangkan kepentingan masyarakat Kota Cimahi.

Ia juga menanggapi harapan sebagian masyarakat yang menginginkan dirinya maju sebagai calon Wali Kota Cimahi.

Agung menyampaikan bahwa dirinya tetap berupaya mengukur kemampuan dan memahami rekam jejak serta sejarah Kota Cimahi sebelum mengambil keputusan terkait langkah politik tersebut.

Agung mengaku mulai mengenal Kota Cimahi melalui aktivitas politik dan daerah pemilihan sejak 2004. 

Meski demikian, ia menyampaikan bahwa keputusan untuk maju dalam kontestasi politik harus dipertimbangkan secara matang dan tidak semata-mata berdasarkan dorongan dari pihak lain.

Muscab Jadi Momentum Evaluasi dan Penentuan Arah Organisasi

Menjelang Muscab Partai Demokrat, Agung menilai evaluasi dan pembenahan organisasi merupakan bagian penting untuk menentukan langkah ke depan. 

Ia menyampaikan bahwa program-program baru kerap muncul dari berbagai masukan, diskusi, dan kebutuhan yang berkembang di tengah masyarakat.

Agung mengaku terbiasa mendiskusikan setiap gagasan bersama jajaran pengurus, termasuk Sekretaris DPC Iwan Setiawan, Bandon Yulianto, serta pengurus lainnya, sebelum memutuskan pelaksanaan suatu kegiatan.

Baginya, organisasi harus mampu beradaptasi dengan perubahan dan tidak terpaku pada pola kerja yang sama apabila terdapat peluang untuk menghadirkan inovasi baru.

Ketua DPC Partai Demokrat Kota Cimahi Agung Budi Santoso (kiri) disaksikan ketua BPOKK DPD Partai Demokrat Provinsi Jawa Barat, H Ahmad Bajuri (Kanan) Agung secara simbolis memberikan cinderamata kepada anggota Qasidah Nur Al Ahyana

Terkait harapan peningkatan perolehan kursi Partai Demokrat pada Pemilu 2029, Agung menyebut bahwa hal tersebut bukan sesuatu yang mustahil apabila diiringi kerja keras, konsistensi, dan berbagai program yang memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.

Ia menegaskan bahwa pencapaian politik tidak dapat dilepaskan dari kerja, karya, serta kemampuan kader dalam membangun komunikasi dan kepercayaan publik.

Berbagai program yang telah berjalan di DPC Partai Demokrat Kota Cimahi, mulai dari kegiatan sosial, pemeliharaan kantor, penguatan Srikandi, hingga pemanfaatan fasilitas untuk masyarakat, menjadi bagian dari aktivitas organisasi yang dipaparkan Agung dalam pertemuan tersebut.

Dengan berbagai dinamika yang berkembang menjelang Musda, evaluasi terhadap kinerja kepengurusan, rekam jejak, serta keberlanjutan program menjadi sejumlah aspek yang disoroti dalam menentukan arah kepemimpinan DPC Partai Demokrat Kota Cimahi ke depan.

Kegiatan pemberian cinderamata kepada grup Qasidah Nur Al Ahyana tersebut pun ditutup dengan suasana penuh keakraban, mencerminkan hubungan silaturahmi antara pengurus, kader, dan anggota Srikandi Partai Demokrat Kota Cimahi. (Bagdja)

Exit mobile version