BeritaPendidikanRagam Daerah

Diskusi Publik IKAPPMME Ekadide Nabire: Meneguhkan Spirit Belajar dan Membangun Karakter Estetik Mahasiswa

110
Ikatan Pelajar Mahasiswa/i Masyarakat Ekadide (IKAPPMME) se-Kota Studi Nabire menggelar diskusi publik yang mengangkat dua topik penting dalam pengembangan kapasitas mahasiswa, yakni cara menerima ilmu dengan benar serta membangun karakter estetik (aesthetic) dalam kehidupan akademik dan sosial.

Nabire Papua Tengah// secondnewsupdate.co.id – Ikatan Pelajar Mahasiswa/i Masyarakat Ekadide (IKAPPMME) se-Kota Studi Nabire menggelar diskusi publik yang mengangkat dua topik penting dalam pengembangan kapasitas mahasiswa, yakni cara menerima ilmu dengan benar serta membangun karakter estetik (aesthetic) dalam kehidupan akademik dan sosial.

Kegiatan diskusi tersebut berlangsung di Jl. Yayanti, Bumi Wonorejo, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, pada 13 Maret 2026, dan dihadiri oleh mahasiswa asal Distrik Topiyai dan Ekadide, Kabupaten Paniai.

Diskusi ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan nilai-nilai intelektual mahasiswa dalam memahami makna Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengembangan keilmuan dan karakter.

Salah satu anggota aktif IKAPPMME Ekadide, Noak Dogopia, dalam pemaparannya menjelaskan pentingnya menemukan gaya khas yang mencerminkan kepribadian seseorang tanpa harus kehilangan jati diri di tengah tren yang berkembang.

Ia menekankan bahwa penampilan estetik tidak hanya berkaitan dengan gaya berpakaian, tetapi juga mencerminkan sikap dan kepribadian seseorang.

“Temukan gaya khas yang mencerminkan kepribadianmu dan sesuaikan dengan tren tanpa kehilangan jati diri. Jaga kebersihan kulit, rambut, dan kuku, serta gunakan parfum yang sesuai dengan kepribadian untuk menciptakan aura menarik,” ujar Dogopia.

Selain itu, ia juga mengingatkan mahasiswa agar memiliki sikap rendah hati dalam menuntut ilmu.

Menurutnya, kesombongan merupakan salah satu penghalang terbesar dalam proses memperoleh pengetahuan.

“Hilangkan rasa sombong dan perasaan seolah sudah mengetahui segalanya. Kesombongan adalah penghalang masuknya ilmu. Luruskan niat menuntut ilmu semata-mata karena Tuhan, bukan untuk mengejar jabatan atau kepentingan duniawi,” tambahnya.

Dalam kesimpulan materinya, Dogopia menegaskan pentingnya mencatat ilmu yang diperoleh selama proses belajar sebagai upaya memperkuat pemahaman dan hafalan. 

Ia juga mendorong mahasiswa untuk mengamalkan ilmu yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.

“Ilmu yang diamalkan akan membawa berkah,” ungkapnya.

Diskusi selanjutnya dibuka oleh Demos Degei, mantan demisioner IKAPPMME Ekadide periode 2023–2025, yang memantik pembahasan mengenai konsep aesthetic atau estetika dalam kehidupan mahasiswa.

Menurut Degei, menjadi pribadi estetik bukan sekadar mengikuti tren penampilan, tetapi juga mencakup keseimbangan antara gaya berpakaian, perawatan diri, serta kepercayaan diri yang terpancar dari sikap dan ekspresi.

“Konsep aesthetic dapat diwujudkan melalui gaya berpakaian yang rapi dan pas di tubuh, penggunaan warna yang tidak berlebihan—idealnya kurang dari tiga warna—perawatan diri yang baik, serta kepercayaan diri yang tercermin dari senyuman,” jelas Degei.

Ia juga menambahkan bahwa konsistensi dalam menciptakan konten visual yang menarik, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun di media sosial, menjadi bagian dari identitas estetik generasi muda saat ini.

Sebagai penutup, Degei menyampaikan bahwa kunci utama dari konsep estetik adalah menemukan personal style yang nyaman, menjaga kebersihan diri, serta menciptakan konsistensi dalam tone warna, baik dalam penampilan fisik maupun dalam aktivitas digital.

Kegiatan diskusi ini diharapkan mampu memperkuat semangat belajar mahasiswa IKAPPMME di Kota Studi Nabire, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya membangun karakter, etika, dan identitas diri dalam kehidupan akademik.

“Syalom IKAPPMME Kota Studi Nabire. Tetap optimis dan tetap berada pada posisi sesuai mekanisme organisasi mahasiswa asal Distrik Topiyai dan Ekadide, Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah,” pungkas Dogopia. (Jeri)

Penulis: Jeri P Degei Editor: Bama
Exit mobile version