BeritaEkonomiRagam Daerah

Disperindag dan ESDM Garut Ajak Pemilik Toko Jalan Pasar Baru Diskusikan Komprehensif Relokasi PKL

87

SNU//​Garut – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag dan ESDM) Kabupaten Garut menggelar Diskusi Relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) dengan Pemilik Toko di Jalan Pasar Baru.

Kegiatan ini berlangsung di Aula Bank BJB Cabang Garut, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, pada Kamis malam (14/11/2025).

​Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Daerah (Pemda) menata koridor perkotaan, khususnya di Jalan Pasar Baru, dengan melibatkan partisipasi aktif dari berbagai pihak.

​Samakan Persepsi dan Akui Kepentingan Semua Pihak

​Kepala Disperindag dan ESDM Kabupaten Garut, Ridwan Effendi, menjelaskan bahwa diskusi ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan mengakomodasi kepentingan semua pihak dalam penataan tersebut.

​”Hari ini, tepatnya malam Jumat ini, kami bersama para pemilik toko di Pasar Baru melakukan diskusi, sekaligus kami menyampaikan program pemerintah daerah terkait penataan koridor perkotaan, khususnya di Jalan Pasar Baru,” ujar Ridwan. Jum’at (14/11).

​Ridwan menyatakan bahwa pertemuan tersebut menghadirkan para pemilik toko di koridor Jalan Pasar Baru, termasuk salah satunya Andre. Mereka mendiskusikan berbagai hal, terutama konsep pembangunan Garut Market Center.

​”Bagaimana para pemilik toko juga secara partisipatif bersama-sama menyukseskan program penataan ini, dan tentu saja di situ ada komunitas pedagang kaki lima, termasuk juga ada warga masyarakat sekitar yang bersama-sama ingin kita coba akomodir berbagai kepentingan,” jelasnya.

​Perencanaan Partisipatif Jaring Masukan Masyarakat

​Menurut Ridwan, langkah partisipatif ini dilakukan agar konsep yang dirumuskan tidak hanya bersumber dari rencana pemerintah semata tetapi juga melibatkan masyarakat.

​”Tentu langkah ini kami lakukan dalam rangka menyampaikan dan merumuskan konsep secara bersama. Tidak hanya pemerintah saja yang merencanakan, tapi secara partisipatif kami ingin mendengar berbagai banyak masukan, pendapat dari para pihak, yang diharapkannya ini lebih menyempurnakan rencana secara komprehensif,” kata Ridwan.

​Ridwan menambahkan bahwa masukan dan pendapat dari para pemilik toko dalam diskusi ini akan menjadi pertimbangan penting dalam penyempurnaan desain penataan. Meskipun demikian, proses finalisasi masih membutuhkan tahapan lebih lanjut.

​”Hasil dari diskusi ini memiliki banyak pendapat, dan itu menjadi pertimbangan bagi kami dalam rangka menyempurnakan desain ini, yang tentu masih memiliki tahapan berikutnya yang akan kita laksanakan terkait sosialisasi dengan para pedagang kaki lima sendiri yang sebelumnya sudah terus kita laksanakan sosialisasi dan diskusi dalam rangka perumusan ini,” pungkasnya.

​Sementara itu, Andre, salah satu pemilik toko di Jalan Pasar Baru, menyambut baik rencana penataan ini. Ia berharap tercipta sinergi antarpihak, di mana para pedagang, baik PKL maupun pemilik toko di Jalan Pasar Baru, dapat tetap terus berusaha mencari nafkah.

​”Jadi para PKL bisa berjalan, kita pemilik toko juga bisa berjalan, semuanya sinergi. Dan menurut saya, rencana tadi yang dipaparkan cukup baik, tinggal pelaksanaannya apakah nanti akan sesuai dengan yang direncanakan atau tidak, ya kita lihat saja nanti ke depan. Harapannya sih harus baik,” ungkap Andre. (Asan/Agung)

Exit mobile version