Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaBudayaEntertainmentGaya hidupInformatikaRagam Daerah

Doa dan Air Mata Mengiringi Lima Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda, PWI Majalengka: Keselamatan Tetap Utama

116
×

Doa dan Air Mata Mengiringi Lima Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda, PWI Majalengka: Keselamatan Tetap Utama

Sebarkan artikel ini
Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Majalengka, puluhan insan pers dari PWI dan IJTI bersama unsur pemerintahan berkumpul dalam suasana duka dan doa untuk lima jurnalis yang hingga kini belum diketahui keberadaannya. Sabtu malam (19/9/2026).

Majalengka, Jabar | secondnewsupdate.co.id — Suasana haru menyelimuti Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Majalengka, Sabtu malam (19/9/2026). 

Puluhan insan pers dari PWI dan IJTI bersama unsur pemerintahan berkumpul dalam suasana duka dan doa untuk lima jurnalis yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Example 300x600

Doa bersama tersebut digelar sebagai bentuk solidaritas sekaligus ikhtiar batin bagi kelima jurnalis yang dilaporkan hilang di perairan Selat Sunda saat menjalankan tugas jurnalistik terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Lantunan ayat suci Al-Qur’an terdengar khidmat. Para peserta menundukkan kepala, memanjatkan doa agar proses pencarian membuahkan hasil dan kelima jurnalis tersebut dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.

Ketua PWI Kabupaten Majalengka, Pardi Supardi, mengatakan peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa profesi jurnalistik memiliki risiko besar, terutama ketika wartawan menjalankan tugas di wilayah yang memiliki potensi bahaya.

“Makna yang kita bisa ambil dari kegiatan ini adalah bagaimana tugas seorang jurnalis itu sangat berat dan juga bisa mengancam nyawa,” kata Pardi.

Menurut Pardi, wartawan memiliki tanggung jawab profesional untuk menghadirkan informasi yang dibutuhkan masyarakat. 

Namun, tanggung jawab tersebut harus berjalan beriringan dengan kesadaran terhadap keselamatan diri.

Ia pun mengingatkan seluruh jurnalis agar senantiasa berhati-hati ketika melakukan peliputan, terutama di lokasi yang memiliki tingkat risiko tinggi.

“Saya berpesan kepada teman-teman jurnalis untuk juga memproteksi diri, berhati-hati dalam bertugas,” ujarnya.

Meski tragedi tersebut menyisakan duka mendalam, Pardi berharap kejadian itu tidak membuat insan pers kehilangan semangat dalam menjalankan tugas jurnalistik.

“Ini bukan menjadi semangat kita kendor, tetapi akan memacu semangat dan motivasi bagi teman-teman jurnalis untuk lebih profesional lagi dalam bertugas,” katanya.

Suasana semakin haru ketika peserta mengheningkan cipta. Sejumlah insan pers tampak menahan tangis. 

Doa yang dipanjatkan malam itu bermuara pada harapan yang sama: kelima jurnalis tersebut segera ditemukan dalam keadaan selamat.

Bagi keluarga, rekan seprofesi, dan komunitas pers, kehilangan kabar dari seorang jurnalis bukan sekadar persoalan pekerjaan. Di balik setiap berita yang sampai kepada masyarakat, terdapat kerja keras, keberanian, waktu, tenaga, serta risiko yang terkadang harus dihadapi di lapangan.

Doa bersama di Sekretariat PWI Majalengka juga menjadi simbol solidaritas dunia pers. 

Duka yang dirasakan keluarga diharapkan menjadi perhatian bersama, sementara proses pencarian tetap menjadi ikhtiar utama.

Di penghujung kegiatan, doa kembali dipanjatkan dengan harapan agar kelima jurnalis segera ditemukan dan mendapat perlindungan selama proses pencarian berlangsung.

“Semoga segera ditemukan. Semoga dilindungi-Nya,” menjadi harapan yang terus menggema di tengah suasana duka.

Bagi insan pers, mereka bukan sekadar rekan kerja. Mereka adalah bagian dari keluarga besar jurnalistik yang sedang menanti kabar.

Selamat berjuang dalam tugas pencarian. Semoga lima jurnalis tersebut segera ditemukan dalam keadaan selamat. (Ast)

Penulis: Asep Trisno Editor: Bama
Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600