Dunia kecantikan tidak hanya berbicara tentang merias wajah agar terlihat menarik, tetapi juga menuntut pemahaman ilmiah mengenai kondisi kulit, penggunaan kosmetik yang tepat, serta teknik aplikasi sesuai standar profesional.
Hal itulah yang menjadi fokus pembelajaran Mata Kuliah Tata Kecantikan Kulit di Program Studi Pendidikan Tata Busana, Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).
Dosen pengampu mata kuliah tersebut, Dr. Asri Wibawa Sakti, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa mata kuliah ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi yang komprehensif dalam bidang tata kecantikan kulit.
Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga dituntut mampu menguasai keterampilan praktik sesuai kebutuhan industri kecantikan.
Dalam perkuliahan, mahasiswa mempelajari konsep dasar tata kecantikan kulit, mengenal berbagai bahan dan alat kosmetik, memahami bentuk wajah beserta teknik koreksinya, melakukan diagnosis jenis kulit, hingga menguasai beragam teknik tata rias.
Materi yang diberikan meliputi rias sehari-hari, rias pesta, rias pengantin, rias karakter, hingga rias fantasi.
Menurut Dr. Asri, pemahaman mengenai diagnosis wajah menjadi salah satu fondasi penting sebelum seseorang mulai merias.
Seorang perias harus mampu mengenali bentuk wajah, warna kulit, hingga karakteristik kulit klien agar hasil riasan terlihat proporsional dan sesuai kebutuhan.
“Setiap wajah memiliki karakter yang berbeda. Oleh karena itu, pemilihan teknik contour, highlight, hingga bentuk alis harus disesuaikan dengan hasil diagnosis wajah agar mampu menghasilkan tampilan yang lebih ideal,” jelasnya saat proses pembelajaran.
Pada sesi praktik, mahasiswa diajak mengenali berbagai bentuk wajah seperti oval, bulat, persegi, segitiga, hingga diamond. Mereka juga mempelajari teknik koreksi bentuk wajah menggunakan contour dan highlight sehingga dapat menciptakan ilusi wajah yang lebih seimbang.
Selain itu, mahasiswa diberikan pemahaman mengenai fungsi berbagai peralatan makeup, mulai dari brush, beauty blender, hingga kosmetik yang digunakan pada area wajah tertentu.
Penggunaan alat yang tepat dinilai sangat menentukan hasil akhir riasan.
Dr. Asri juga menekankan pentingnya memilih kosmetik berdasarkan jenis kulit. Misalnya, kulit kombinasi yang memiliki area T-zone berminyak memerlukan primer dan produk khusus oil control agar makeup lebih tahan lama tanpa mengurangi kelembapan pada area wajah lainnya.
Tidak hanya teori dan praktik, proses pembelajaran juga mengadopsi pendekatan blended learning dengan metode Project Based Learning yang dipadukan dengan studi kasus. Mahasiswa aktif berdiskusi, melakukan demonstrasi, praktik laboratorium, hingga menyusun portofolio karya ilmiah sebagai bentuk penguatan kompetensi akademik sekaligus profesional.
Seluruh materi perkuliahan didukung melalui Sistem Pembelajaran Online Terpadu (SPOT) UPI sehingga mahasiswa dapat mengakses Rencana Pembelajaran Semester (RPS), modul, referensi digital, video demonstrasi, hingga berbagai materi pendukung secara fleksibel.
Penilaian dilakukan secara berkelanjutan melalui tugas individu, praktik laboratorium, presentasi, laporan hasil praktik, proyek kelompok, Ujian Tengah Semester (UTS), serta Ujian Akhir Semester (UAS) guna mengukur ketercapaian seluruh capaian pembelajaran mata kuliah.
Di akhir perkuliahan, mahasiswa juga didorong untuk memperkaya wawasan melalui berbagai sumber belajar, mulai dari buku referensi, jurnal ilmiah, hingga tutorial profesional di platform digital seperti YouTube dan media edukasi lainnya.
Melalui pembelajaran yang mengintegrasikan teori, praktik, teknologi digital, serta pengembangan kreativitas, Mata Kuliah Tata Kecantikan Kulit di Universitas Pendidikan Indonesia diharapkan mampu mencetak lulusan yang memiliki kompetensi akademik, keterampilan profesional, dan siap bersaing di dunia industri kecantikan maupun pendidikan. (***).
