BeritaInformatikaPolitikRagam Daerah

Drs. Mamat Rachmat: Pramuka Tetap Jadi Pilar Pembentukan Generasi Muda Berkarakter di Tengah Perubahan Zaman

2316
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Komisi V dan Ketua Fraksi Partai NasDem Drs Mamat Rachmat M. Si

Jawa Barat, Bandung l secondnewsupdate.co.id — Memperingati Hari Pramuka ke-65, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Komisi V, Drs. Mamat Rachmat, M.Si., menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan penting mengenai relevansi gerakan Pramuka dalam membentuk generasi muda yang tangguh, mandiri, berkarakter, dan memiliki kepedulian sosial.

Menurut Mamat Rachmat, Hari Pramuka tidak semata-mata menjadi momentum seremonial tahunan, tetapi juga menjadi ruang refleksi untuk kembali menghidupkan nilai-nilai kepanduan yang selama ini menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter generasi bangsa.

“Selamat Hari Pramuka ke-65. Pramuka mengajarkan kita untuk terus belajar, berani mencoba, berkarya, dan memberikan manfaat bagi sesama,” demikian pesan Mamat Rachmat.

Ia menilai tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks. Perkembangan teknologi digital, derasnya arus informasi, perubahan sosial, hingga persaingan global membutuhkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kedisiplinan, kemampuan bekerja sama, keberanian mengambil keputusan, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

Dalam konteks tersebut, nilai-nilai yang ditanamkan melalui kegiatan kepramukaan dinilai tetap memiliki relevansi yang kuat.

Pramuka mengajarkan proses pembelajaran yang tidak berhenti di ruang kelas. 

Melalui kegiatan kelompok, latihan keterampilan, kegiatan sosial, pengabdian masyarakat, hingga aktivitas di alam terbuka, anggota Pramuka ditempa untuk menjadi pribadi yang mampu menghadapi tantangan dengan sikap mandiri dan bertanggung jawab.

Pramuka dan Tantangan Generasi di Era Digital

Mamat Rachmat berpandangan, kemajuan zaman harus dihadapi dengan kemampuan adaptasi tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai kebangsaan.

Generasi muda perlu diberikan ruang untuk berkembang, berkreasi, berinovasi, sekaligus mendapatkan pendidikan karakter yang kuat. 

Dalam hal ini, Gerakan Pramuka memiliki posisi strategis karena mampu memadukan pendidikan, pembentukan karakter, kepemimpinan, keterampilan sosial, dan semangat pengabdian.

“Di tengah perubahan zaman, semangat kepanduan tetap relevan untuk membentuk generasi muda yang tangguh, mandiri, berkarakter, dan siap mengambil peran dalam membangun Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, semangat Pramuka harus terus dikembangkan agar mampu menjawab kebutuhan zaman. 

Kegiatan kepramukaan tidak boleh dipandang sebagai aktivitas masa lalu, melainkan harus terus bertransformasi menjadi wadah pembinaan generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan dinamika masyarakat.

Dengan demikian, Pramuka dapat menjadi ruang strategis untuk melahirkan generasi yang memiliki kecakapan hidup sekaligus tetap menjunjung tinggi nilai kebersamaan, gotong royong, kedisiplinan, tanggung jawab, dan pengabdian.

Membangun Generasi yang Tidak Hanya Cerdas, tetapi Juga Berkarakter

Lebih jauh, Mamat Rachmat menekankan bahwa pembangunan bangsa membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan, keterampilan dan karakter.

Kemampuan akademik saja tidak cukup apabila tidak dibarengi dengan etika, kepedulian sosial, kemampuan berkomunikasi, serta keberanian mengambil peran dalam menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.

Karena itu, semangat kepramukaan perlu terus ditanamkan sejak usia dini hingga jenjang pendidikan yang lebih tinggi. 

Generasi muda harus didorong untuk tidak hanya menjadi pengguna perkembangan zaman, tetapi juga menjadi pelaku perubahan yang mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.

Momentum Hari Pramuka ke-65, lanjutnya, juga dapat menjadi pengingat bahwa masa depan Indonesia sangat bergantung pada kualitas generasi mudanya.

“Mari terus tumbuhkan semangat belajar, berkarya, dan mengabdi untuk masa depan yang lebih baik,” pesan Mamat Rachmat.

Ia berharap seluruh insan Pramuka di Jawa Barat maupun Indonesia dapat terus menjaga semangat kepanduan dan menjadikannya sebagai kekuatan dalam membangun karakter generasi bangsa.

Hari Pramuka ke-65 pun diharapkan tidak berhenti pada perayaan simbolik. 

Lebih dari itu, momentum tersebut harus menjadi energi baru untuk memperkuat pendidikan karakter, memperluas pengabdian sosial, menumbuhkan kepemimpinan generasi muda, serta menghadirkan kader-kader bangsa yang siap menghadapi masa depan.

Salam Pramuka! (Bagdja)

Exit mobile version