BeritaKesehatanRagam Daerah

Garut Siapkan 620 Titik Skrining TBC, CKG Jadi Pintu Masuk Deteksi Dini

117
Wamendagri dan Wamenkes RI bersama Bupati Garut saat membahas strategi percepatan eliminasi TBC melalui penguatan skrining dan kolaborasi lintas sektor.

Garut, Jabar l secondnewsupdate.co.id — Pemerintah Kabupaten Garut memperkuat langkah percepatan penanggulangan Tuberkulosis (TBC) dengan menyiapkan 620 titik atau lokus skrining TBC melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Program tersebut diproyeksikan menjadi salah satu pintu masuk untuk memperluas deteksi dini, menemukan kasus lebih cepat, sekaligus memperkuat upaya pengendalian penularan TBC di Kabupaten Garut.

Hal itu disampaikan dalam Pertemuan Lintas Sektor bersama Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI Akhmad Wiyagus dan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Benjamin Paulus Octavianus di Gedung Pendopo Kabupaten Garut, Selasa (22/9/2026).

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, menjelaskan, berdasarkan data kependudukan semester I, jumlah penduduk Kabupaten Garut mencapai sekitar 2.948.000 jiwa dengan luas wilayah 3.101,24 kilometer persegi.

Wilayah tersebut terdiri atas 42 kecamatan, 421 desa, dan 21 kelurahan. Untuk menopang pelayanan kesehatan masyarakat, Garut memiliki 67 Puskesmas, 148 Puskesmas Pembantu (Pustu), 4.402 Posyandu, serta sembilan rumah sakit dengan kapasitas 1.183 tempat tidur.

“Jadi inilah yang menjadi tulang punggung pelayanan kesehatan bagi masyarakat Garut. Besarnya penduduk dan luas wilayah dengan tersebarnya permukiman yang menjadikan akses percepatan deteksi dini serta kesinambungan pelayanan sebagai tantangan sekaligus prioritas kami. Bagi kami Cek Kesehatan Gratis (CKG) bukan sekadar kegiatan pemeriksaan, tapi juga pintu masuk untuk deteksi dini dan penemuan kasus termasuk tuberkulosis (TB),” ujar Syakur.

Penemuan Kasus TBC Terus Diperkuat

Menurut Syakur, peningkatan penemuan kasus TBC di daerahnya berjalan seiring dengan penguatan deteksi di lapangan.

Data menunjukkan, kasus TBC yang ditemukan meningkat dari 5.378 kasus pada 2021 menjadi 9.709 kasus pada 2025.

Sementara secara kumulatif, jumlah kasus selama lima tahun mencapai 41.505 kasus.

Penguatan deteksi dilakukan melalui pendekatan Active Case Finding (ACF) yang diintegrasikan dengan program CKG.

Dari pelaksanaan skrining tersebut, Pemkab Garut telah memeriksa 94.633 orang di 573 lokasi dan menemukan 4.904 orang positif TBC.

Sebagai bentuk komitmen daerah, Pemkab Garut juga telah menetapkan Rencana Aksi Daerah Penanggulangan TBC Tahun 2025–2029 serta membentuk Tim Percepatan Pengendalian TBC hingga tingkat desa.

Syakur turut menyampaikan apresiasi kepada Wamendagri, Wamenkes RI, Dinas Kesehatan Jawa Barat, serta seluruh mitra yang selama ini mendukung upaya penanggulangan TBC di Kabupaten Garut.

Wamendagri: Penanganan TBC Butuh Kolaborasi

Sementara itu, Wamendagri RI Akhmad Wiyagus menegaskan bahwa kesehatan merupakan urusan pemerintahan wajib yang berkaitan langsung dengan pelayanan dasar masyarakat.

Karena itu, penanggulangan TBC tidak dapat hanya mengandalkan sektor kesehatan, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai sektor.

“Bicara kesehatan bukan hanya bicara Kementerian Kesehatan, tetapi butuh kolaborasi. Jawa Barat mencatat capaian penemuan kasus TBC sebesar 96 persen, namun cakupan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) baru 17 persen. Ini adalah PR kita bersama. Kuncinya pada kontak erat yang harus meminum TPT,” jelas Wiyagus.

Ia juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Garut yang telah mengalokasikan anggaran penanganan TBC melalui APBD serta memasukkannya dalam RPJMD dan RKPD.

Garut Dapat 620 Lokus Skrining X-Ray

Di sisi lain, Wamenkes RI dr. Benjamin Paulus Octavianus mengapresiasi Provinsi Jawa Barat dalam upaya pemberantasan TBC, khususnya dari sisi pelaporan dan kinerja di lapangan.

Wamenkes menegaskan bahwa penanggulangan TBC menjadi bagian dari agenda kesehatan dalam program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto.

Ia menyebutkan, penemuan kasus TBC secara nasional meningkat dari 48,46 persen pada periode 2020–2021 menjadi 80 persen pada tahun lalu.

Dari estimasi 1.090.000 kasus, sebanyak 867.000 pasien telah mendapatkan pengobatan.

Sebagai tindak lanjut penguatan deteksi dini, pemerintah akan melaksanakan program CKG menggunakan perangkat X-Ray di 10.939 titik di Jawa Barat.

Dari jumlah tersebut, Kabupaten Garut mendapatkan alokasi 620 titik atau lokus skrining TBC.

“Tolong dikawal karena saya siapkan anggaran khusus. Harapannya, kolaborasi lintas sektor ini terus terealisasi agar kita dapat segera mengurangi angka TBC di Indonesia,” tutup Wamenkes.

Pertemuan lintas sektor tersebut menegaskan bahwa eliminasi TBC bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan.

Aparat desa, kader, fasilitas kesehatan, organisasi profesi, dunia usaha, media hingga masyarakat memiliki peran penting dalam memperkuat deteksi dini, memastikan pasien menjalani pengobatan, serta mencegah penularan TBC di tengah masyarakat. (Asan)

Exit mobile version