Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
InformatikaKesehatanRagam Daerah

Garut Siapkan Transformasi Smart Hospital, RSUD dr. Slamet Bakal Ditata dengan Masterplan 15 Tahun

121
×

Garut Siapkan Transformasi Smart Hospital, RSUD dr. Slamet Bakal Ditata dengan Masterplan 15 Tahun

Sebarkan artikel ini
Bupati Kabupaten Tangerang Banten Mochamad Maesyal Rasyid, dalam rapat koordinasi Bupati Garut, Syakur, mengatakan peningkatan kualitas fasilitas kesehatan menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah.

Garut, Jabar | secondnewsupdate.co.id – Pemerintah Kabupaten Garut mulai mematangkan langkah transformasi pelayanan kesehatan melalui pengembangan konsep Smart Hospital di RSUD Slamet Garut, Kecamatan Tarogong Kidul.

Upaya ini dibahas dalam kunjungan kerja pimpinan Perkumpulan Teknik Pelayanan-Kesehatan Indonesia (PTPI), sebagai langkah strategis untuk meningkatkan mutu pelayanan, keselamatan pasien, efisiensi operasional, serta kenyamanan masyarakat. Jumat (9/10/2026).

Example 300x600

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mengatakan peningkatan kualitas fasilitas kesehatan menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah. 

Namun, upaya tersebut masih menghadapi tantangan, terutama terkait ketersediaan tempat tidur dan jumlah tenaga medis yang harus disesuaikan dengan kebutuhan penduduk Garut yang mencapai sekitar 2,9 juta jiwa.

“Kita sekarang lagi berusaha untuk melakukan transformasi, dari kondisi ini ke kondisi yang ideal tadi. Dan tentu saja tantangan sangat berat,” ujar Syakur.

Menurutnya, tingginya kebutuhan layanan kesehatan menuntut pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kapasitas rumah sakit. 

Karena itu, Pemkab Garut tengah mengajukan rencana pembangunan rumah sakit baru sekaligus melakukan revitalisasi fasilitas kesehatan yang telah tersedia.

“Nah, apa yang kita lakukan? Kita mencoba membangun rumah sakit yang baru, sedang kita ajukan. Yang kedua, kita juga melakukan revitalisasi. Yang ada ini kita manfaatkan supaya perencanaannya tetap terintegrasi, sistematis, dan menyeluruh,” lanjutnya.

Selain peningkatan fasilitas fisik, Syakur menegaskan bahwa kualitas pelayanan tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan sarana dan prasarana.

Keramahan, kepedulian, serta sikap profesional tenaga kesehatan juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit.

Ia menyambut baik kehadiran 12 anggota tim PTPI yang memberikan perspektif dan masukan mengenai berbagai aspek yang perlu dibenahi.

Pendampingan tersebut diharapkan dapat menjadi landasan penyusunan rencana induk atau masterplan pengembangan RSUD Slamet Garut secara menyeluruh.

“Kita juga minta ahlinya datang. Ini ada 12 orang, mereka memberikan perspektif tentang apa yang harus diperbaiki sehingga ke depan, kalau dimungkinkan, nanti akan ada bantuan untuk pembuatan masterplan secara keseluruhan,” ungkapnya.

SNI Smart Hospital Tekankan Keselamatan dan Pelayanan Berkualitas

Presiden PTPI, Eko Supriyanto, menjelaskan bahwa penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) Smart Hospital mencakup sejumlah aspek mendasar, mulai dari keselamatan pasien, pencegahan kesalahan medis, mutu pelayanan, keamanan rumah sakit, hingga keramahan sosial dan kepedulian terhadap lingkungan.

Menurut Eko, rumah sakit modern tidak cukup hanya mengandalkan teknologi dan kelengkapan fasilitas. Pelayanan juga harus nyaman, aman, serta dapat dijangkau masyarakat dari berbagai wilayah dan kelompok ekonomi.

“Rumah sakit ini harus bermutu atau berkualitas. Kemudian, rumah sakit juga harus aman. Selanjutnya, rumah sakit harus ramah, ramah sosial dan ramah lingkungan. Satu lagi, T itu terjangkau,” jelasnya.

Ia menambahkan, keterjangkauan layanan kesehatan harus dilihat dari berbagai dimensi, yakni geografis, ekonomi, dan demografis. 

Dengan demikian, konsep Smart Hospital diharapkan mampu mendorong pelayanan yang berkualitas sekaligus mudah diakses masyarakat.

Standar tersebut juga mencakup ketahanan bangunan terhadap risiko bencana, seperti gempa bumi dan kebakaran, kompetensi serta komposisi sumber daya manusia (SDM), tata kelola organisasi, dan efisiensi waktu tunggu pasien yang idealnya kurang dari 30 menit.

Aspek kenyamanan lingkungan rumah sakit turut menjadi perhatian, termasuk upaya mencegah penularan penyakit selama pasien memperoleh pelayanan.

Eko menyebut berbagai kriteria tersebut dapat menjadi acuan dalam melakukan penilaian terhadap kesiapan rumah sakit dalam menerapkan standar Smart Hospital. 

Ia juga mengapresiasi komitmen Pemkab Garut yang membuka ruang pendampingan untuk memperkuat perencanaan dan pelaksanaan kebijakan tersebut.

Kapasitas Tempat Tidur Jadi Perhatian

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani, menyatakan bahwa pihaknya siap melanjutkan pembenahan sektor kesehatan, terutama dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan kapasitas tempat tidur rumah sakit.

Menurut Leli, penambahan kapasitas diperlukan untuk mengantisipasi tingginya kebutuhan pelayanan serta mengurangi risiko kelebihan beban atau overload pada fasilitas kesehatan.

“Memang kita kemungkinan untuk overload terus, karena Garut itu harus terus kapasitas bed-nya dinaikkan. Pak Bupati juga terus berupaya bagaimana meningkatkan kapasitas bed di Kabupaten Garut ini,” katanya.

Peningkatan kapasitas tersebut diharapkan berjalan seiring dengan pembenahan tata kelola, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, dan penguatan sistem pelayanan agar kebutuhan masyarakat dapat tertangani secara lebih optimal.

Masterplan 15 Tahun untuk Pengembangan RSUD Slamet

Sementara itu, Wakil Direktur Umum dan Keuangan UOBK RSUD Slamet Garut, Gita Rahayu Kania Bdi, menyampaikan bahwa penyusunan masterplan untuk jangka waktu hingga 15 tahun ke depan diarahkan menjadi pedoman pengembangan rumah sakit secara bertahap dan berkelanjutan.

Perencanaan tersebut meliputi peningkatan kualitas tata kelola, keramahan dan profesionalisme SDM, penguatan kinerja operasional, serta peningkatan kepuasan pasien.

Selain itu, pengembangan rumah sakit juga diarahkan untuk meningkatkan pendapatan dan memperkuat kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

“Bagaimana meningkatkan kualitas sumber daya manusianya, kemudian bagaimana meningkatkan pendapatan dan juga kualitas pelayanan yang dilaksanakan oleh rumah sakit,” tandasnya.

Melalui penerapan konsep Smart Hospital dan penyusunan masterplan jangka panjang, Pemkab Garut berharap pengembangan RSUD Slamet dapat berlangsung lebih terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas layanan kesehatan di Kabupaten Garut, sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan yang lebih aman, berkualitas, nyaman, profesional, dan terjangkau. (Agung)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600