Bandung/secondnewsupdate.co.id – Kepengurusan organisasi kepemudaan Gema Keadilan Kota Bandung periode 2026–2031 resmi dilantik dalam sebuah seremoni yang digelar di Pendopo Kota Bandung, Jalan Alun-alun, Sabtu (16/5/2026).
Momentum ini sekaligus menjadi ajang penguatan peran generasi muda dalam mendukung pembangunan daerah melalui inovasi, kewirausahaan, dan kolaborasi lintas sektor.
Acara pelantikan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Bandung Muhamad Farhan, Ketua DPRD Kota Bandung, sejumlah tokoh masyarakat, kader Gema Keadilan, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Farhan menegaskan bahwa Kota Bandung saat ini terus menunjukkan tren pertumbuhan ekonomi yang positif.
Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Kota Bandung meningkat dari 4,99 persen menjadi 5,29 persen, menandakan geliat ekonomi kota jasa ini semakin kuat.
Namun demikian, menurutnya pertumbuhan tersebut harus diimbangi kesiapan menghadapi tantangan urbanisasi, peningkatan jumlah penduduk, serta optimalisasi bonus demografi yang dimiliki Indonesia.
“Kota Bandung terus berkembang. Ini peluang sekaligus tantangan. Anak-anak muda harus mampu membaca peluang ekonomi dan berani mengambil peran,” ujar Farhan.
Ia mendorong generasi muda untuk tidak takut memulai usaha dan berinovasi di berbagai sektor strategis, mulai dari manufaktur kecil dan menengah, urban farming modern, hingga pengembangan inovasi berbasis lingkungan.
“Jangan bermimpi kecil. Anak muda harus berani membangun usaha besar dengan mitigasi risiko yang matang,” tegasnya.
Farhan juga menyoroti pentingnya penguatan ekonomi sirkular di Kota Bandung melalui berbagai program unggulan pemerintah daerah seperti Kang Pisman, Buruan Sae, dan Dapur Dahsyat.
Program-program tersebut dinilai mampu memperkuat ketahanan pangan masyarakat sekaligus mendorong pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.
Selain fokus pada ekonomi, Wali Kota Bandung mengajak seluruh organisasi kepemudaan, termasuk Gema Keadilan dan Karang Taruna, untuk aktif menjadi mitra strategis pemerintah.
Menurutnya, pemerintah membutuhkan kolaborasi yang sehat dengan anak muda, bukan sekadar dukungan formalitas, tetapi juga kritik konstruktif demi lahirnya kebijakan yang lebih baik.
“Kota Bandung membutuhkan banyak masukan dan kolaborasi yang sehat. Bukan kolusi dan korupsi, tetapi kolaborasi dengan pandangan kritis sebagai sahabat pembangunan,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPD Gema Keadilan Kota Bandung, Agum Alam, menyampaikan komitmennya untuk mendukung berbagai program pembangunan Pemerintah Kota Bandung.
Ia mengajak seluruh pengurus dan kader Gema Keadilan agar aktif berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat.
“Gema Keadilan harus menjadi wadah lahirnya generasi muda yang kritis, inovatif, dan mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat serta pembangunan Kota Bandung,” ujar Agum.
Pelantikan pengurus Gema Keadilan periode 2026–2031 ditutup dengan doa bersama dan sesi foto seluruh tamu undangan serta pengurus yang hadir. (Burhan).
