Kota Cimahi// secondnewsupdate.co.id – Getaran gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,0 sempat mengejutkan warga Kota Cimahi dan sebagian wilayah Bandung Raya, Jumat siang (6/2/2026).
Guncangan terasa singkat namun cukup jelas dirasakan masyarakat di sejumlah daerah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi menyatakan masih melakukan pemantauan pascagempa.
Hingga saat ini, belum diterima laporan adanya kerusakan bangunan maupun korban jiwa.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan, mengatakan pihaknya telah menurunkan petugas untuk melakukan pengecekan di lapangan.
“Informasi awal kami terima dari BMKG. Saat ini anggota masih memantau dan memastikan apakah ada dampak kerusakan atau tidak,” jelasnya.
BPBD mengimbau warga untuk tetap waspada, namun tidak panik, serta segera melaporkan jika menemukan dampak kerusakan akibat gempa tersebut.
Berdasarkan keterangan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa gempa tersebut bersumber dari aktivitas Sesar Lembang, salah satu patahan aktif di Jawa Barat yang kerap memicu gempa dangkal.
Berdasarkan hasil pemantauan BMKG, pusat gempa berada di wilayah Ciporeat, Kabupaten Bandung, dengan koordinat 6,86 Lintang Selatan dan 107,74 Bujur Timur.
Gempa tercatat terjadi pada kedalaman sekitar 5 kilometer, sehingga getarannya cukup terasa di permukaan.
Koordinator Data dan Informasi BMKG Bandung, Virga Librian, menjelaskan bahwa gempa ini berasal dari segmen timur Sesar Lembang, tepatnya di bagian Batu Lonceng.
“Gempa ini memang dipicu aktivitas Sesar Lembang, berada di ujung timur sesar pada section Batu Lonceng,” ujar Virga saat dikonfirmasi.
Selain Cimahi dan Kota Bandung, guncangan juga dirasakan warga di sejumlah wilayah lain seperti Jatinangor dan Cileunyi di Kabupaten Bandung serta Kasomalang dan Ciater di Kabupaten Subang.
Intensitas gempa di wilayah tersebut berada pada skala II hingga III MMI.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan BMKG melalui kanal komunikasi yang tersedia,” kata Virga. (Bagdja)
















