Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
HukumInformatikaKriminalRagam Daerah

Gila! Tiga Hotel di Tasikmalaya Jadi Korban Modus Penipuan Booking Online, Pelaku Datang Pukul 01.00 Dini Hari Minta Refund

126
×

Gila! Tiga Hotel di Tasikmalaya Jadi Korban Modus Penipuan Booking Online, Pelaku Datang Pukul 01.00 Dini Hari Minta Refund

Sebarkan artikel ini
Ketua PHRI Kota Tasikmalaya Susi Susanti membongkar praktik pelaku di hadapan media, Selasa(30/6/2026)(Foto:Krist)

Tasikmalaya/ secondnewsupdate.co.id – Modus penipuan berkedok booking hotel online kembali meresahkan pelaku usaha perhotelan di Kota Tasikmalaya. 

Sedikitnya tiga hotel menjadi sasaran aksi pelaku yang berpura-pura telah melakukan pembayaran, kemudian meminta pengembalian dana (refund), bahkan nekat mendatangi hotel pada dini hari untuk menekan petugas.

Example 300x600

Ketua PHRI Kota Tasikmalaya, Susi Susanti, mengungkapkan aksi penipuan tersebut telah menimpa Hotel City, Hotel Borobudur, dan Hotel Santika. Pernyataan itu disampaikan saat bertemu awak media pada Selasa (30/6/2026).

Menurut Susi, pelaku memanfaatkan pencarian hotel melalui Google. 

Mereka menghubungi pihak hotel, mengaku telah mentransfer biaya pemesanan kamar, lalu beberapa saat kemudian mengirim pesan WhatsApp dengan alasan membatalkan kedatangan dan meminta uang dikembalikan.

“Orang yang booking ke hotel dari Google mengaku sudah transfer ke hotel. Lalu WA lagi bahwa tamu tidak jadi datang dan uang minta dikembalikan,” ujar Susi.

Namun setelah dilakukan pengecekan, dana yang diklaim telah ditransfer ternyata tidak pernah masuk ke rekening hotel.

Nama pemesan pun tidak tercatat dalam sistem reservasi.

Meski demikian, pelaku terus mendesak petugas hotel agar segera mengembalikan uang dengan berbagai alasan.

“Faktanya uang tidak pernah masuk dan nama pemesan juga tidak ada di sistem. Tapi pelaku memaksa seolah-olah transaksinya benar,” katanya.

Pelaku Datang Langsung ke Hotel Saat Petugas Mengantuk

Yang lebih mengkhawatirkan, kata Susi, pelaku kini tidak hanya beraksi melalui telepon atau WhatsApp. 

Mereka juga datang langsung ke hotel pada waktu-waktu rawan, sekitar pukul 01.00 hingga 02.00 WIB.

Pelaku biasanya menggunakan layanan transportasi online seperti Maxim atau Gojek untuk mendatangi hotel dan menemui petugas resepsionis yang sedang berjaga.

“Mereka datang ke hotel sekitar pukul 01.00-02.00 WIB. Itu modusnya. Di hotel sedang ngantuk-ngantuknya. Akhirnya datang minta uang, katanya bos saya tidak datang, minta uang kembali, padahal transaksi tidak ada,” tegasnya.

Gonta-ganti Nomor WhatsApp dan Rekening Dana

Susi menjelaskan para pelaku bekerja dengan pola yang terorganisir. Mereka terus mengganti nomor WhatsApp, foto profil, hingga rekening tujuan agar sulit dilacak.

Refund yang diminta diarahkan ke rekening bank maupun akun Dana dengan identitas yang berbeda-beda.

“Makanya di Google mereka ganti-ganti nomor dan minta nomor rekening ke Dana, profilnya juga beda-beda,” jelasnya.

Lebih dari 50 Kasus dalam Sebulan

PHRI Kota Tasikmalaya mencatat, dalam kurun waktu satu bulan terakhir sudah terjadi lebih dari 50 percobaan penipuan dengan modus serupa terhadap hotel-hotel di Tasikmalaya.

Kasus tersebut telah dilaporkan kepada Polresta Tasikmalaya dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Namun hingga kini pelaku masih bebas beraksi dengan terus mengganti identitas.

“Kami sudah laporkan kepada Polresta Tasikmalaya, tetapi tetap makin banyak dan itu terjadi tiap hari. Sementara ke Komdigi juga sudah dilaporkan, tapi pelaku malah gonta-ganti nomor,” ungkap Susi.

Reputasi Hotel Jadi Taruhan

Menurut Susi, kerugian terbesar bukan hanya nominal uang yang mungkin dikembalikan kepada pelaku, tetapi juga menyangkut kepercayaan dan nama baik hotel.

Jika petugas lengah lalu memberikan refund atas transaksi fiktif, hotel akan mengalami kerugian sekaligus mencoreng reputasi pelayanan.

“Kerugian terbesar adalah nama baik hotel. Kalau salah mengambil keputusan dan mengembalikan uang, tentu hotel dirugikan,” ujarnya.

Karena itu, PHRI mengimbau seluruh hotel agar tidak mudah percaya pada screenshot bukti transfer. Setiap transaksi wajib diverifikasi melalui mutasi rekening dan sistem reservasi sebelum melakukan pengembalian dana.

“Harapan kami ke depan Polresta Tasikmalaya bisa membantu agar kasus seperti ini tidak terus terjadi. Hotel dipastikan akan rugi kalau lengah,” tegasnya.

PHRI juga mengingatkan bahwa pelaku sengaja beraksi pada jam-jam rawan dengan memanfaatkan kondisi petugas yang kelelahan dan tekanan psikologis agar permintaan refund segera dipenuhi.

“Kami mengajak seluruh hotel untuk satu komando, lebih teliti, tidak panik, dan tidak melakukan refund sebelum dana benar-benar masuk ke rekening hotel,” pungkas Susi. (Krist).

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600