Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaInformatikaPeristiwaRagam Daerah

Guru Madrasah Swasta Bersatu, Gelar Aksi Damai di DPR RI Tuntut Keadilan dan Kesejahteraan

90
×

Guru Madrasah Swasta Bersatu, Gelar Aksi Damai di DPR RI Tuntut Keadilan dan Kesejahteraan

Sebarkan artikel ini
Ratusan guru madrasah swasta dari berbagai daerah di Indonesia dijadwalkan menggelar aksi damai di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Jakarta//secondnewsupdate.co.id –Ratusan guru madrasah swasta dari berbagai daerah di Indonesia dijadwalkan menggelar aksi damai di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Aksi ini menjadi momentum konsolidasi nasional guru madrasah swasta untuk menyuarakan tuntutan keadilan, kesetaraan, serta peningkatan kesejahteraan.

Example 300x600

Aksi bertajuk “Guru Madrasah Swasta Bersatu” tersebut diinisiasi oleh Persatuan Guru Madrasah (PGM) Indonesia. 

Para peserta datang dari berbagai wilayah, khususnya Pulau Jawa, sementara daerah di luar Jawa didorong menggelar aksi serentak di wilayah masing-masing.

Koordinator Lapangan Aksi Damai Guru Madrasah Swasta, H. Hasbulloh, menegaskan bahwa gerakan ini merupakan bentuk penyampaian aspirasi secara konstitusional kepada DPR RI dan pemerintah pusat.

“Kami ingin memastikan tidak ada lagi perlakuan diskriminatif terhadap guru madrasah swasta. Perjuangan ini adalah suara bersama demi keadilan dan masa depan pendidikan madrasah,” ujarnya.

Tuntut Penghapusan Diskriminasi hingga Pembayaran Tunjangan Tepat Waktu

Dalam aksi damai yang berlangsung pukul 09.00 hingga 12.00 WIB tersebut, para guru membawa sejumlah tuntutan utama. 

Salah satunya adalah desakan agar DPR RI mendorong pemerintah untuk menghapus segala bentuk diskriminasi terhadap guru dan lembaga madrasah swasta.

Selain itu, PGM Indonesia juga meminta pemerintah membuka akses yang setara bagi guru madrasah swasta dalam seleksi dan penempatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), baik di madrasah negeri maupun swasta.

Tuntutan lain yang menjadi sorotan adalah soal kesejahteraan. Para guru berharap tunjangan sertifikasi dan tunjangan lainnya dapat dibayarkan secara rutin setiap bulan, layaknya sistem penggajian, sehingga memberikan kepastian ekonomi bagi pendidik madrasah swasta.

Guru Madrasah Cimahi Turut Bergerak ke Jakarta

Dukungan terhadap aksi ini juga datang dari daerah. Di Kota Cimahi, Persatuan Guru Madrasah setempat mengimbau kepala RA dan madrasah untuk mengirimkan perwakilan mengikuti aksi damai di Jakarta.

Rombongan guru madrasah dari Cimahi dijadwalkan berangkat sejak subuh dan berkumpul di depan Gedung DPRD Kota Cimahi sebelum menuju Jakarta. Mereka akan mengenakan batik PGM atau busana putih-hitam sebagai simbol solidaritas.

Ketua Persatuan Guru Madrasah Kota Cimahi, Abdul Kohar, menyatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk kepedulian kolektif terhadap masa depan pendidikan madrasah swasta.

“Kami ingin guru madrasah swasta diperlakukan setara, dihargai pengabdiannya, dan mendapatkan kesejahteraan yang layak,” katanya.

Dorong Terbitnya Inpres Pendidikan Madrasah Swasta

Selain isu kesejahteraan, peserta aksi juga mendesak pemerintah segera menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) tentang penyelenggaraan pendidikan madrasah swasta. 

Inpres tersebut dinilai penting untuk memperjelas regulasi, meningkatkan status kelembagaan, serta memperkuat perlindungan bagi guru madrasah swasta di seluruh Indonesia.

PGM Indonesia berharap DPR RI, Presiden RI, dan Kementerian Agama dapat merespons aspirasi ini secara serius demi terciptanya sistem pendidikan madrasah yang adil, inklusif, dan berkelanjutan. (Megy/Bagdja)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600