BeritaInformatikaRagam Daerah

Hari Krida Pertanian 2026: Pemkot Bandung Guyur Penghargaan dan Bantuan untuk Ratusan Kelompok Tani, Perkuat Ketahanan Pangan Kota

114
Pemerintah Kota Bandung menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan melalui peringatan Hari Krida Pertanian ke-54 dengan memberikan penghargaan kepada para petani serta menyalurkan berbagai bantuan sarana dan prasarana pertanian kepada ratusan kelompok tani.

Bandung/secondnewsupdate.co.id – Pemerintah Kota Bandung menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan melalui peringatan Hari Krida Pertanian ke-54 dengan memberikan penghargaan kepada para petani serta menyalurkan berbagai bantuan sarana dan prasarana pertanian kepada ratusan kelompok tani.

Mengusung tema “Petani Keren, Petani Hebat”, kegiatan yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung tersebut menjadi ajang apresiasi bagi para petani yang selama ini berperan menjaga ketersediaan pangan di tengah keterbatasan lahan pertanian perkotaan.

Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, mengatakan Hari Krida Pertanian merupakan momentum penting untuk menghormati dedikasi para petani yang terus bekerja keras mempertahankan produktivitas sektor pertanian sekaligus mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan di Kota Bandung.

“Hari Krida Pertanian ini menjadi hari apresiasi bagi para petani yang selama ini telah bekerja keras membangun ketahanan pangan dan mempertahankan pertanian berkelanjutan. Karena itu, setiap tahun momentum ini menjadi kesempatan untuk memberikan penghargaan kepada mereka,” ujar Gin Gin di Jalan Arjuna, Kota Bandung, Kamis (25/6/2026).

Secara nasional, peringatan Hari Krida Pertanian tahun ini dipusatkan di Gorontalo dan dihadiri Presiden Republik Indonesia. Sementara itu, Pemerintah Kota Bandung memilih menggelar peringatan setelah seluruh rangkaian perlombaan dan kegiatan sektor pertanian di tingkat daerah selesai dilaksanakan.

Menurut Gin Gin, peringatan Hari Krida Pertanian tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antarpetani, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkenalkan berbagai produk unggulan hasil pertanian Kota Bandung kepada masyarakat.

Berbagai hasil produksi kelompok tani dipamerkan dalam kegiatan tersebut, termasuk produk dari program Buruan SAE serta komoditas yang dipasarkan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM).

Tak hanya memberikan penghargaan kepada para pelaku pertanian berprestasi, Pemerintah Kota Bandung juga menyalurkan bantuan berupa benih, pupuk, pestisida, sarana dan prasarana pertanian, hingga dukungan bagi pengembangan program Buruan SAE.

“Bantuan yang diberikan berupa sarana dan prasarana pertanian, benih, pupuk, pestisida, serta bantuan untuk mendukung kegiatan Buruan SAE. Kami ingin para petani tetap semangat dan produktif,” katanya.

Kegiatan ini melibatkan kelompok tani dari 30 kecamatan di Kota Bandung. Saat ini terdapat sekitar 45 kelompok tani aktif yang bergerak pada sektor pertanian konvensional.

Selain itu, Kota Bandung juga memiliki sekitar 555 kelompok Buruan SAE yang menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat pertanian perkotaan sekaligus meningkatkan ketahanan pangan keluarga.

Gin Gin menjelaskan, sektor pertanian Kota Bandung masih didominasi oleh petani padi dan hortikultura. 

Meski dikenal sebagai kota metropolitan, Bandung masih memiliki sekitar 699 hektare lahan sawah aktif yang terus berproduksi untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

“Petani sawah masih ada dan tetap produktif. Selain itu ada petani hortikultura, perikanan dan peternakan. Tetapi yang paling dominan memang petani padi dan sayuran,” jelasnya.

Ia berharap peringatan Hari Krida Pertanian mampu meningkatkan semangat para petani untuk terus berinovasi sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, kelompok tani, dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

“Kami berharap petani Kota Bandung tetap produktif dan mampu menghasilkan produk pertanian yang baik. Pemerintah akan terus mendukung melalui pendampingan, penyuluhan, dan bantuan yang dibutuhkan,” tuturnya.

Dengan berbagai program pemberdayaan yang terus digulirkan, Pemerintah Kota Bandung optimistis sektor pertanian perkotaan akan semakin berkembang, tidak hanya sebagai penopang ketahanan pangan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat berbasis pertanian yang modern, produktif, dan berkelanjutan. (Burhan)

Exit mobile version