Kabupaten Garut// secondnewsupdate.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut mulai mematangkan persiapan peringatan Hari Jadi ke-213 Kabupaten Garut (HJG) melalui rapat koordinasi yang digelar di Ruang Rapat Kantor Wakil Bupati Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Jum’at (30/1/2026).
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana.
Dalam rapat tersebut, Pemkab Garut menegaskan bahwa peringatan HJG tahun ini akan dikemas berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Salah satu pembeda utamanya adalah hadirnya kegiatan bertajuk “Ngarawat Ci Garut” yang akan menjadi pembuka rangkaian acara pokok HJG ke-213.
Sekda Garut, Nurdin Yana, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut berangkat dari filosofi sejarah lahirnya Kabupaten Garut yang erat kaitannya dengan pencarian dan ketersediaan sumber air.
“Awal pemberangkatan Kabupaten Garut itu karena kita mencari air. Setiap daerah yang menjadi titik pemberangkatan harus memiliki ketersediaan air. Dari situlah kemudian digali sejarah Sumur Garut, beberapa sumur kita rangkai, hingga lahir filosofi Sumur Garut,” ungkap Nurdin.
Setelah pelaksanaan Ngarawat Ci Garut, rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan mengenang sejarah Pemerintahan Kabupaten Garut yang dipusatkan di Titik Nol Kabupaten Garut.
Masih di hari yang sama, Pemkab Garut juga akan menggelar ziarah ke makam Bupati Garut pertama, RAA Adiwijaya, serta ke makam sejumlah Bupati Garut pada periode-periode berikutnya yang telah wafat.
Adapun puncak peringatan HJG ke-213 akan digelar melalui Upacara Peringatan Hari Jadi Kabupaten Garut pada Rabu, 18 Februari 2026, yang rencananya berlangsung di Alun-Alun Garut atau Lapangan Otto Iskandar Di Nata.
Upacara tersebut akan diramaikan dengan berbagai kegiatan pendukung, seperti pagelaran seni budaya, mini pelayanan publik, gelar pangan murah, pameran produk UMKM, hingga Pameran Sejarah Kabupaten Garut.
Usai upacara, rangkaian acara pokok HJG ke-213 akan ditutup dengan Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Garut dalam rangka peringatan hari jadi daerah.
Nurdin berharap peringatan HJG ke-213 tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar terasa dan “membumi” di seluruh perangkat daerah serta instansi vertikal di Kabupaten Garut.
“Kami ingin nuansa Hari Jadi ini terasa kuat. Salah satunya melalui pemasangan ornamen HJG seperti umbul-umbul dan spanduk. Tahun ini juga mengusung nuansa kesundaan, dengan penjor yang akan dipasang di setiap SKPD atau dikonsepkan terpusat di alun-alun,” tandasnya.
Ia menambahkan, penggunaan penjor sebagai elemen visual merupakan simbol yang tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda, sehingga diharapkan mampu memperkuat karakter lokal dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Garut ke-213.
Mengenang Sejarah Pemerintahan Kabupaten Garut – Titik Nol Kabupaten Garut (Depan BPKAD)
Ziarah Makam Bupati Garut Pertama RAA Adiwijaya – TPU Cipeujeuh.
Ziarah Makam Bupati Garut III, IV, V, dan XIII – Makam Dalem Kaum (Belakang Masjid Agung Garut)
Doa dan Salat Dzuhur Bersama – Masjid Agung Garut
Rabu, 18 Februari 2026
Upacara Peringatan HJG ke-213 Kabupaten Garut – Alun-Alun Garut / Lapangan Otto Iskandar Di Nata.
Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Garut dalam rangka Peringatan HJG ke-213. (Asan)















