Kota Tasikmalaya// secondnewsupdate.co.id – Kebakaran hebat melanda kawasan padat penduduk di Jalan Empangsari, Gang Malikasari, RT 003/RW 007, Kota Tasikmalaya, Sabtu (21/2/2026) sekitar pukul 03.45 WIB. Dua rumah warga yang dihuni 10 jiwa hangus dilalap si jago merah, diduga akibat korsleting charger handphone yang tengah digunakan untuk mengisi daya.
Api Berawal dari Charger yang Korslet
Berdasarkan keterangan pemilik rumah, Yadi, kebakaran bermula dari charger handphone yang sedang dicolokkan ke listrik dan ditinggalkan dalam kondisi aktif.
Percikan api diduga muncul akibat arus pendek listrik, lalu menyambar kasur dan material mudah terbakar di sekitarnya hingga api cepat membesar.
Petugas Damkar Kabupaten Tasikmalaya, Aam, membenarkan kronologi tersebut.
“Api pertama kali muncul dari charger handphone yang sedang diisi daya. Percikan api menyambar kasur dan material mudah terbakar lainnya, sehingga api cepat membesar dan merembet ke bangunan di sebelahnya,” ujar Aam.
Mendapati kobaran api semakin membesar, pemilik rumah segera menghubungi petugas pemadam kebakaran. Laporan tersebut diteruskan untuk penanganan bersama antara Damkar Kabupaten dan Damkar Kota Tasikmalaya.
Sinergi dua tim pemadam akhirnya berhasil menjinakkan api sebelum merembet lebih luas ke permukiman sekitar.
“Alhamdulillah, kerja sama yang solid antara Damkar Kabupaten dan Kota Tasikmalaya membuat api berhasil dipadamkan,” tambah Aam.
Dalam peristiwa tersebut, satu orang penghuni rumah mengalami luka bakar dan saat ini tengah menjalani perawatan medis.
Sementara itu, dua rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat hingga hangus terbakar.
Belum ada laporan korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian material diperkirakan cukup besar.
Kebakaran ini menjadi pengingat serius bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan peralatan elektronik, terutama ketika mengisi daya ponsel.
Meninggalkan charger dalam kondisi aktif tanpa pengawasan berpotensi menimbulkan korsleting listrik yang dapat memicu kebakaran, terlebih jika berada dekat dengan bahan mudah terbakar seperti kasur, gorden, atau tumpukan pakaian.
Warga diimbau untuk:
Menggunakan charger asli atau berstandar keamanan
Tidak mengisi daya di atas kasur atau permukaan mudah terbakar.
– Mencabut charger setelah digunakan
– Menghindari penggunaan stop kontak bertumpuk.
Peristiwa ini menjadi pelajaran penting bahwa kelalaian kecil dapat berujung pada kerugian besar. (Krist).
















