Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaRagam Daerah

Hujan dan Dingin Tak Surutkan Semangat, Ratusan Kades Hadiri Upacara Hari Desa Nasional 2026 di Pangalengan

86
×

Hujan dan Dingin Tak Surutkan Semangat, Ratusan Kades Hadiri Upacara Hari Desa Nasional 2026 di Pangalengan

Sebarkan artikel ini
Bupati Bandung Dadang Supriatna (tengah) didampingi Kepala DPMD Kabupaten Bandung Dian Rahadian (kiri) dan Camat Pangalengan Vena,memberikan keterangan pers di sela sela acara peringatan Hari Desa Nasional di Pangalengan, Jumat (23/1/26)

Kabupaten Bandung// secondnewsupdate.co.id – Di tengah guyuran hujan dan dinginnya udara Pangalengan, ratusan kepala desa dan camat tetap khidmat mengikuti Upacara Peringatan Hari Desa Nasional (HDN) 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Bandung. Kegiatan berlangsung di Lapangan Tanara, Desa Banjar Sari, Kecamatan Pangalengan, Jumat (23/1/2026).

Peringatan Hari Desa Nasional tahun ini mengusung tema “Bangun Desa, Bangun Indonesia: Desa Terdepan untuk Indonesia”, yang menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen menjadikan desa sebagai subjek dan aktor utama pembangunan nasional.

Example 300x600

Dalam sambutannya, Bupati Bandung H. Dadang Supriatna menegaskan bahwa desa memiliki peran strategis sebagai fondasi pembangunan, pusat pemberdayaan masyarakat, serta benteng pelestarian budaya lokal.

“Dari desa lahir ketahanan pangan, ketahanan sosial dan budaya, serta kekuatan ekonomi kerakyatan yang menjadi kunci kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati Bandung yang akrab disapa Kang DS.

Di tengah guyuran hujan dan dinginnya udara Pangalengan, ratusan kepala desa dan camat tetap khidmat mengikuti Upacara Peringatan Hari Desa Nasional (HDN) 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Bandung. Kegiatan berlangsung di Lapangan Tanara, Desa Banjar Sari, Kecamatan Pangalengan, Jumat (23/1/2026).

Program “Bunga Desa” Hadirkan Pemimpin di Tengah Warga

Pada peringatan HDN 2026 ini, Kang DS juga meluncurkan program “Bunga Desa” (Bupati Ngamumule Desa). 

Program tersebut dirancang sebagai wujud nyata kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat desa.

“Program ini bukan sekadar penyampaian kerja pemerintah, tetapi bentuk nyata pemimpin hadir langsung untuk menyerap aspirasi dan keluhan masyarakat terkait pelayanan publik di tingkat desa dan kecamatan,” jelasnya.

Sebagai bagian dari komitmen pelestarian lingkungan, Pemerintah Kabupaten Bandung turut meluncurkan program inovatif “Sapoci Kades” (Sepasang Pohon Cinta Kepala Desa).

Melalui program ini, setiap kepala desa bersama istri diwajibkan menanam sepasang pohon di lingkungan kantor desa atau rumah masing-masing. 

Program ini menjadi simbol keteladanan, tanggung jawab, dan kesetiaan pemimpin desa dalam menjaga kelestarian alam.

Dalam kesempatan tersebut, Kang DS juga menyampaikan capaian membanggakan Kabupaten Bandung berdasarkan Indeks Desa (ID). 

Hingga saat ini, seluruh desa di Kabupaten Bandung telah keluar dari status desa tertinggal.

“Perkembangan desa di Kabupaten Bandung menunjukkan tren sangat positif. Saat ini terdapat 199 Desa Mandiri, 69 Desa Maju, dan 2 Desa Berkembang. Tidak ada lagi desa berstatus tertinggal,” ungkapnya.

Selain itu, program KDM (Kawasan Desa Mandiri) juga mengalami perkembangan signifikan dengan terbentuknya 270 lembaga KDM dan 85 gerai KDMP yang aktif melayani masyarakat hingga Desember 2025.

Masih dalam rangkaian kegiatan HDN 2026, dilakukan pula pelantikan Penjabat (Pj) Kepala Desa Persiapan untuk tiga wilayah baru, yakni:

Desa Persiapan Mekarwangi (Kecamatan Pangalengan)

Desa Persiapan Pandanwangi (Kecamatan Cileunyi)

Desa Persiapan Giriwangi (Kecamatan Cilengkrang).

Sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Bandung mengikuti apal peringatan hari desa nasional di kapangan desa Banjarsari kecamatan Pangelngan, Jumat (23/1/26)

Pemekaran wilayah ini merupakan amanat UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, yang bertujuan mendekatkan pelayanan publik serta menata wilayah agar lebih efektif dan responsif.

Mengakhiri sambutannya, Bupati Bandung mengajak seluruh elemen desa—mulai dari kepala desa, BPD, hingga LPMD—untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi.

Pembangunan desa, menurutnya, tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga keseimbangan alam, kemajuan budaya, serta pelayanan publik yang humanis, demi mewujudkan Kabupaten Bandung BEDAS (Berdaya, Edukatif, Dinamis, Agamis, dan Sejahtera) menuju Indonesia Emas. (Apih)

Example 120x600