Tangerang//secondnewsupdate.co.id – Curah hujan tinggi disertai angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Pakuhaji pada awal tahun 2026 mengakibatkan satu rumah warga roboh serta merendam sejumlah permukiman akibat luapan saluran pembuang.
Satu unit rumah milik Udin (58), warga RT 01 RW 05 Kampung Cilongok, Kelurahan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, roboh diterjang angin kencang pada Jumat malam, Sabtu (2/1/2026).
Rumah yang dihuni Udin bersama dua orang anaknya tersebut mengalami kerusakan parah.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, selain kejadian rumah roboh, banjir kembali merendam permukiman warga di Kampung Pondok Loor RT 04 RW 03 dan Kampung Sukamulya RT 05 RW 03, Kelurahan Pakuhaji.

Banjir terjadi akibat luapan saluran pembuang Cikepuh yang tidak mampu menampung debit air hujan.
Ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 60 hingga 70 sentimeter, menggenangi rumah-rumah warga di dua kampung tersebut.
Lurah Pakuhaji, Sanusi, S.H., mengatakan bahwa pemerintah daerah sebelumnya telah melakukan upaya normalisasi saluran air.

“Pemerintah daerah melalui DBMSDA dan UPTD SDA Wilayah 6 Kabupaten Tangerang telah melakukan pengerukan sedimentasi pada Oktober lalu. Namun, wilayah Kampung Pondok Loor dan Kampung Sukamulya memang setiap tahun masih menjadi langganan banjir,” jelas Sanusi, Minggu (4/1/2026).
Sanusi menambahkan, pihak kelurahan telah menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak banjir pada Sabtu (3/1/2026).
Sementara itu, untuk rumah warga yang roboh akibat angin kencang, pihak kelurahan telah melakukan langkah tanggap darurat dengan menyediakan material bangunan.

“Hari ini kami sudah berupaya membeli kayu, hebel, asbes, dan material lainnya agar rumah warga yang roboh bisa segera diperbaiki dan kembali ditempati,” ujarnya.
Hingga saat ini, pihak kelurahan terus melakukan pemantauan kondisi wilayah serta berkoordinasi dengan instansi terkait guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem lanjutan.
(Diana)















