SNU//Kab. Bandung- Ikatan Jurnalis Pajajaran ( IJP) Kabupaten Bandung menggelar silaturahmi akbar bertema “Dengan Silaturahmi Kita Eratkan Persahabatan, Kekeluargaan, Persatuan serta Kesatuan dan Persatuan”.
Acara diselenggarakan di RM Panyileukan Desa Cangkuang Kecamatan Cangkuang Kab.Bandung, kemarin sore.
Hadir dalam acara itu Dinas Kominfo Kabupaten Bandung, organisasi wartawan PWI dan Forwaci, pengurus dan anggota IJP serta undangan lainnya.

Acara ulang tahun ditandai dengan pemotongan tumpeng dan bolu ulang tahun serta tiup lilin ke 3 oleh jajaran pengurus IJP pusat dan FOC IJP Kabupaten Bandung.
Ketua Umum IJP pusat H.Wawan P. Iwapa SE., mengatakan acara tersebut merupakan agenda tahunan IJP. Pemotongan tumpeng dan kue bolu ulang tahun jangan hanya seremonial saja, tetapi lebih dari itu, pemberian potongan tumpeng dan kue tart ulang tahun lebih bermakna atas lahir organisasi wartawan bernama Ikatan Jurnalis Pajajaran atau disingkat IJP. Sehingga pihaknya menganggap penting untuk mengelar acara tersebut demi persatuan dan kesatuan wartawan yang ada di kabupaten Bandung.
“Agenda ini merupakan agenda tahunan kami IJP yang tengah berusia 3 tahun. Semoga di usianya yang masih sangat muda ini, para wartawan dinkabupaten Bandung semakin menunjukkan jatidirinya. Mari kita jalin kebersamaan ini dengan tanpa melihat organisasi qartawannya. Karena UU yang dimiliki wartawan seluruhnya sama..apalagi kita sebagai urang Sunda, mari kita silih asah, asih, asuh dan silih wawangikeu oleh kebaikkan,” papar Wawan.
Pihak Diskominfo yang diwakili Kasie Pemberitaan Adhi Nur Indra S.IP mengatakan dunia jurnalistik jangan ketinggalan zaman. Wartawan harus lebih maju dan harus mampu bersaing dengan mengikuti perkembangan dunia teknologi.
“Apalagi kini ada teknologi IA yang kini harus diikuti para jurnalis pada umumnya. Karena di ulang tahun ini kami mendukung apa yang disampaikan oleh Ketua Umum IJP bahwa , bahwa persatuan dan kesatuan harus dibangun di kalangan sesama jurnalis,” katanya.
Ketua DPC IJP Kabupaten Bandung, Agus Supriadi, menegaskan bahwa para wartawan harus menjaga independensinya dan tidak boleh sampai menjadi corong bagi lembaga tertentu.,”Para wartawan harus independen, jangan mau dijadikan corong lembaga tertentu”.
“Saya mencontohkan ketika disalah satu lembaga pemerintahan baik swasta, jika ada yang harus dikritik, maka tugas wartawan sebagai kontrol sosial. Silahkan jalankan tugasnya sebagai penulis yang senantiasa kontrol sosial terhadap apa yang terjadi di lapangan,” tandas Agus. (Apih)