BeritaEkonomiInformatikaRagam DaerahSosial

Infak Rp3.000 dalam Bansos Pangan di Simpang Sari Cisurupan, Pemdes Tegaskan Hasil Musyawarah Warga

121
Deni Saputra, Kasi Kesra Desa Simpang Sari, saat memberikan keterangan terkait penyaluran bansos pangan kepada 764 KPM di wilayahnya.

Garut/secondnewsupdate.co.id – Penyaluran bantuan sosial (bansos) pangan di Desa Simpang Sari, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, menjadi sorotan setelah adanya infak sebesar Rp3.000 dari setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Program bansos yang disalurkan tersebut menyasar sebanyak 764 KPM. Masing-masing penerima mendapatkan bantuan berupa beras 20 kilogram (dua karung @10 kg) serta minyak goreng sebanyak 4 liter. pada Selasa (28/4/2026).

Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Desa Simpang Sari, Deni Saputra, menyampaikan bahwa proses penyaluran berjalan lancar dan sesuai dengan data penerima yang telah ditetapkan.

Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Simpang Sari, Bayu, memberikan penjelasan terkait adanya infak Rp3.000 yang diminta kepada para penerima bantuan. 

Sekretaris Desa Simpang Sari, Bayu, saat memberikan keterangan terkait infak Rp3.000 dalam penyaluran bansos pangan

Ia menegaskan bahwa infak tersebut bukan pungutan sepihak, melainkan hasil kesepakatan bersama di tingkat lingkungan.

“Infak Rp3.000 itu merupakan hasil musyawarah RT dan RW. Para KPM juga sudah menyatakan kesediaannya. Tidak lebih dan tidak kurang dari jumlah tersebut,” ujar Bayu saat ditemui di ruang kerjanya.

Bayu menambahkan, apabila diperlukan klarifikasi lebih lanjut, masyarakat dapat langsung menanyakan kepada pengurus RT maupun RW setempat yang turut terlibat dalam kesepakatan tersebut.

Ia juga menjelaskan bahwa kupon bantuan berasal dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang didistribusikan melalui pihak kecamatan sebelum disalurkan ke desa.

Hal senada disampaikan Ketua RT 02 RW 04 Desa Simpang Sari, Aka. Ia memastikan bahwa pelaksanaan infak telah melalui musyawarah warga dan disepakati bersama tanpa adanya paksaan.

“Alhamdulillah, di lapangan berjalan kondusif, tidak ada kendala,” katanya.

Meski demikian, pihak pemerintah desa mengaku belum mengetahui apakah mekanisme infak serupa juga diterapkan di desa lain di wilayah Kecamatan Cisurupan.

Penyaluran bansos ini diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan pangan masyarakat, khususnya di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang. (Asan)

Exit mobile version