BeritaRagam Daerah

Jalan Cigoce Desa Sindangsuka Ditutup Sementara Selama Proses Perbaikan

128
Akses jalan di wilayah Cigoce, Desa Sindangsuka, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, untuk sementara waktu ditutup, sehubungan dengan adanya pekerjaan perbaikan jalan dengan sistem rabat beton.

SNU//Garut – Akses jalan di wilayah Cigoce, Desa Sindangsuka, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, untuk sementara waktu ditutup, sehubungan dengan adanya pekerjaan perbaikan jalan dengan sistem rabat beton. 

Penutupan ini diberlakukan untuk kendaraan roda dua maupun roda empat demi menjaga keamanan dan kelancaran proses pembangunan.

Sejumlah warga menyambut baik perbaikan jalan tersebut. Endang Wahyudin, salah satu warga yang sedang melihat kondisi pembangunan jalan di Cigoce, menyampaikan bahwa keberadaan infrastruktur yang lebih baik juga mempengaruhi nilai ekonomi lahan di sekitar lokasi.

“Saya bersyukur jalan Cigoce diperbaiki. Dampaknya bukan hanya memudahkan warga, tapi juga berpengaruh pada nilai tanah. Ada pemilik tanah yang menawarkan 4 juta per tumbak, luasnya 80 tumbak. Harga tanah ikut naik,” ujar Endang.Sabtu (8/11/1025).

Selain perbaikan jalan Cigoce, ruas Jalan Provinsi Cibatu–Sasakbeusi juga tengah dilakukan pelebaran dan kini sudah dilengkapi Penerangan Jalan Umum (PJU) untuk menunjang akses dan keselamatan pengguna jalan.

Salah satu warga Cigoce lainnya menyebutkan bahwa perbaikan rabat beton ini merupakan hasil usulan dan perjuangan para ketua RT dan RW setempat yang sudah lama menginginkan adanya peningkatan kualitas jalan.

“Kami sudah lama berharap jalan di sini diperbaiki. Semoga setelah selesai nanti jalan lebih mulus dan nyaman, terutama bagi warga yang setiap hari beraktivitas ke pusat Kecamatan Cibatu,” ungkapnya.

Jalan Cigoce merupakan jalur vital bagi masyarakat Desa Sindangsuka. Jalur ini banyak dilalui kendaraan umum antar-jemput anak sekolah tingkat SMP hingga SMA, mengingat sekolah negeri terdekat berada sekitar 7 kilometer dari Cigoce.

Sebelumnya, pihak pengembang juga telah melakukan penataan kontur wilayah dengan bulldozer untuk mengurangi tikungan dan kemiringan jalan, sehingga jalur menjadi lebih lebar dan aman untuk dilintasi.

Warga berharap, pembangunan jalan ini menjadi langkah awal dalam pemerataan infrastruktur di wilayah perdesaan Garut bagian utara. (Agung)

Exit mobile version