BeritaBudayaRagam DaerahSejarah

Jejak Besar R.H. Lily Sumantri untuk Cimahi: Bupati Bandung yang Mengantarkan Lahirnya Kota Administratif Cimahi

519

Oleh : Djamu Kertabudi Pemerhati Pemerintah.

Di balik perjalanan panjang hingga menjadi kota otonom seperti saat ini, terdapat sosok yang memiliki peran strategis dalam pembangunan dan pengembangan wilayah Cimahi, yakni Bupati Bandung R.H. Lily Sumantri. 

Kepemimpinannya pada era 1970-an menjadi salah satu fondasi penting yang mengubah wajah Cimahi dari kawasan kewedanaan menjadi Kota Administratif, sebelum akhirnya berkembang menjadi Kota Cimahi.

Menurut catatan pemerhati pemerintahan daerah Djamukertabudi, perjalanan kepemimpinan R.H. Lily Sumantri bermula setelah Bupati Bandung Kolonel Masturi wafat saat menjalankan tugas pada 1969.

Saat itu, R.H. Lily Sumantri yang menjabat sebagai Komandan Kodim 0609 Bandung ditunjuk sebagai Penjabat Sementara Bupati Bandung.

Setahun kemudian, melalui Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Bandung, R.H. Lily Sumantri terpilih sebagai Bupati Kepala Daerah Tingkat II Bandung dan kemudian ditetapkan oleh Pemerintah Pusat.

Mengabadikan Jasa Kolonel Masturi

Sebagai bentuk penghormatan kepada pendahulunya, R.H. Lily Sumantri bersama Wedana Cimahi R. Rustom Efendi, putra asli Cimahi, meresmikan perubahan nama Jalan Cisangkan menjadi Jalan Kolonel Masturi (Kolmas)

Jalan sepanjang sekitar 17 kilometer tersebut membentang dari kawasan Alun-alun Cimahi hingga wilayah Lembang dan hingga kini menjadi salah satu ruas jalan utama yang dikenal masyarakat Jawa Barat.

Membangun Identitas Cimahi sebagai Kota Modern

Perhatian R.H. Lily Sumantri terhadap Cimahi tidak berhenti pada aspek simbolik. 

Ia melihat Cimahi memiliki karakteristik yang berbeda dibanding wilayah lain di Kabupaten Bandung.

Saat itu, mayoritas masyarakat Cimahi menggantungkan kehidupan pada sektor nonpertanian. Aktivitas perdagangan, jasa, serta keberadaan pusat pendidikan militer menjadikan Cimahi berkembang sebagai kawasan perkotaan dengan tingkat heterogenitas penduduk yang tinggi.

Melihat potensi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bandung menetapkan Cimahi sebagai lokasi pembangunan stadion olahraga bertaraf nasional.

Keputusan itu melahirkan Stadion Sangkuriang, yang kemudian diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat Solihin G.P. pada tahun 1974.

Dalam sambutannya saat peresmian, Solihin G.P. menyampaikan pesan yang hingga kini masih relevan.

“Membangun stadion megah ini memang membutuhkan kerja keras, biaya besar, dan waktu yang lama. Namun yang jauh lebih berat adalah memeliharanya.”

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan infrastruktur harus diiringi dengan komitmen menjaga dan merawat aset publik demi keberlanjutan manfaatnya.

Menginisiasi Lahirnya Kota Administratif Cimahi

Tonggak sejarah terbesar kepemimpinan R.H. Lily Sumantri terjadi setelah lahirnya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Pemerintahan di Daerah.

Dalam Pasal 72 ayat (4) disebutkan bahwa apabila diperlukan sesuai pertumbuhan dan perkembangan wilayah, pemerintah dapat membentuk Kota Administratif di dalam wilayah kabupaten.

Menangkap peluang tersebut, R.H. Lily Sumantri segera membentuk tim kajian perubahan status Kewedanaan atau Pembantu Bupati Wilayah Cimahi menjadi Kota Administratif Cimahi.

Tim tersebut diketuai Drs. Soedarna T.M., S.M. Hk., yang saat itu menjabat Kepala Subdirektorat Pemerintahan.

Hasil kajian itu kemudian menjadi landasan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1975 tentang Pembentukan Kota Administratif Cimahi.

Sejarah baru pun tercipta pada 29 Januari 1976, ketika Menteri Dalam Negeri Amir Machmud meresmikan Kota Administratif Cimahi. 

Pada hari yang sama, Gubernur Jawa Barat Aang Kunaefi melantik Drs. Soedarna T.M., S.M. Hk. sebagai Wali Kota Administratif Cimahi pertama.

Kala itu, Kota Administratif Cimahi menjadi kota administratif pertama di Jawa Barat dan ketiga di Indonesia, menandai posisi strategis Cimahi dalam pembangunan wilayah nasional.

Warisan Sejarah yang Layak Dikenang

Memperingati Hari Jadi Kota Cimahi ke-25 pada 21 Juni 2026, Djamukertabudi menilai jasa para tokoh pembangunan, termasuk R.H. Lily Sumantri, patut terus dikenang sebagai bagian penting dari sejarah berdirinya Kota Cimahi.

Menurutnya, keberhasilan Cimahi berkembang menjadi kota mandiri tidak terlepas dari visi para pemimpin terdahulu yang mampu membaca arah perkembangan wilayah dan berani mengambil kebijakan strategis demi masa depan masyarakat.

Warisan kepemimpinan R.H. Lily Sumantri tidak hanya tercermin melalui pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik, tetapi juga melalui gagasan besar yang mengantarkan Cimahi menuju status pemerintahan yang lebih maju. 

Jejak sejarah tersebut menjadi fondasi penting bagi perjalanan Kota Cimahi hingga menjadi salah satu kota strategis di Jawa Barat saat ini. (***)

Exit mobile version