Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaInformatikaRagam DaerahTeknologi

Jembatan Roda Dua Cijeruk Resmi Beroperasi, Perkuat Akses Baleendah–Bojongsoang

73
×

Jembatan Roda Dua Cijeruk Resmi Beroperasi, Perkuat Akses Baleendah–Bojongsoang

Sebarkan artikel ini
Jembatan Roda Dua Cijeruk resmi beroperasi dan menjadi penghubung strategis antara Kecamatan Baleendah dan Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung.

Baleendah//secondnewsupdate.co.idJembatan Roda Dua Cijeruk resmi beroperasi dan menjadi penghubung strategis antara Kecamatan Baleendah dan Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung. 

Jembatan ini menghubungkan Desa Bojongsari, Kecamatan Bojongsoang, dengan Kelurahan Baleendah, Kecamatan Baleendah, sekaligus menjawab kebutuhan mobilitas warga yang selama ini mengandalkan jalur alternatif berisiko tinggi.

Example 300x600

Kehadiran jembatan tersebut mempercepat pergerakan masyarakat antarwilayah serta meningkatkan aspek keselamatan, khususnya bagi pengguna kendaraan roda dua yang kerap melintasi jalur sempit dan rawan kecelakaan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung, Dr. Ir. H. Zeis Zultaqawa, menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Roda Dua Cijeruk mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan aksesibilitas masyarakat.

“Dengan selesainya jembatan ini, kami menunjukkan komitmen Pak Bupati dalam menyelesaikan persoalan jembatan dan aksesibilitas masyarakat,” ujar Zeis di sela-sela acara peresmian, Jumat (9/1/2026).

Zeis mengungkapkan, pada awalnya pembangunan jembatan tersebut belum masuk dalam peta jaringan jalan prioritas pemerintah daerah. 

Namun, aspirasi masyarakat yang kuat membuat pemerintah Kabupaten Bandung memberikan perhatian khusus dan mengambil langkah strategis agar proyek tetap terealisasi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung, Dr. Ir. H. Zeis Zultaqawa, menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Roda Dua Cijeruk mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan aksesibilitas masyarakat.

Dalam proses pelaksanaannya, Pemerintah Kabupaten Bandung menjalin koordinasi dengan DPRD Kota Bandung. Kolaborasi tersebut menghasilkan dukungan anggaran sebesar Rp7 miliar untuk pembangunan jembatan.

“Anggaran Rp7 miliar itu bukan angka kecil. Namun, kami merancang jembatan ini bukan sekadar sebagai penghubung, melainkan juga sebagai ikon wilayah,” jelas Zeis.

Menurutnya, pemerintah daerah tidak hanya membangun jembatan untuk fungsi lalu lintas, tetapi juga menyiapkannya sebagai bagian dari pengembangan kawasan.

Jembatan ini diarahkan memiliki nilai visual dan daya tarik, sehingga berpotensi mendorong sektor pariwisata serta menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

Pasca peresmian, DPUTR Kabupaten Bandung memastikan jembatan langsung difungsikan agar manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat. 

Akses baru ini dinilai mampu mempersingkat waktu tempuh sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna kendaraan roda dua.

Selain itu, pemerintah daerah berkomitmen melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala guna menjaga kualitas konstruksi dan memastikan keamanan jembatan dalam jangka panjang. 

Pemerintah juga membuka ruang partisipasi masyarakat untuk memberikan masukan demi penyempurnaan ke depan.

Dengan beroperasinya Jembatan Roda Dua Cijeruk, Pemerintah Kabupaten Bandung kembali menegaskan arah kebijakan pembangunan infrastruktur yang berorientasi pada kebutuhan warga, terintegrasi, berkelanjutan, serta berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Apih)

banner
Example 120x600