Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
HukumInformatikaKriminalRagam Daerah

Kajati Jabar Ultimatum Jajaran Kejaksaan: Jangan Serakah, Pelanggar Siap Disikat!

217
×

Kajati Jabar Ultimatum Jajaran Kejaksaan: Jangan Serakah, Pelanggar Siap Disikat!

Sebarkan artikel ini
Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Sutikno, melontarkan pesan keras kepada seluruh jajaran kejaksaan saat melakukan kunjungan kerja ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung, Kamis (18/6/2026).

Bandung/ secondnewsupdate.co.id – Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Sutikno, melontarkan pesan keras kepada seluruh jajaran kejaksaan saat melakukan kunjungan kerja ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung, Kamis (18/6/2026).

Pesan tersebut bukan sekadar pengingat, melainkan peringatan tegas agar seluruh aparatur penegak hukum menjaga integritas dan menjauhi praktik-praktik yang dapat mencoreng nama institusi.

Example 300x600

Dalam kunjungan yang didampingi Asisten Intelijen Donny Haryono Setyawan, Asisten Tindak Pidana Umum Agus Setiadi, Kabag TU Malemna Sura Anabertha Br. Sembiring, serta Kasi Penerangan Hukum Nur Sricahyawijaya, Kajati Jabar menegaskan bahwa tantangan penegakan hukum saat ini tidak hanya berkaitan dengan profesionalisme, tetapi juga menyangkut kepercayaan publik.

Di hadapan para pegawai dan jaksa, Sutikno mengingatkan bahwa integritas merupakan fondasi utama yang tidak bisa ditawar. Ia meminta seluruh jajaran memegang teguh prinsip sederhana namun sarat makna, yakni menjaga diri, menjaga institusi, dan menghindari sikap serakah.

Menurutnya, perilaku menyimpang sekecil apa pun dapat merusak reputasi lembaga yang selama ini dibangun melalui kerja keras dan dedikasi para insan Adhyaksa. 

Karena itu, tidak boleh ada ruang bagi tindakan yang berpotensi mencederai marwah kejaksaan.

Tak hanya menyoroti aspek integritas, Kajati Jabar juga mengevaluasi pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). 

Ia menilai keberhasilan program tersebut tidak cukup hanya ditunjukkan melalui administrasi atau kelengkapan dokumen penilaian.

Yang paling penting, kata dia, adalah bagaimana masyarakat benar-benar merasakan pelayanan hukum yang cepat, transparan, berkeadilan, serta bebas dari segala bentuk pungutan maupun penyalahgunaan kewenangan.

“Kualitas pelayanan publik harus menjadi ukuran utama. Masyarakat harus merasakan kehadiran kejaksaan sebagai institusi yang melayani dan memberikan kepastian hukum,” tegasnya.

Dalam arahannya, Sutikno juga menekankan pentingnya menjaga soliditas internal. 

Sinergi antarbidang, pemanfaatan sumber daya manusia yang optimal, serta pengelolaan anggaran yang efektif dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan kinerja organisasi di tengah tuntutan publik yang semakin tinggi.

Ia memastikan tidak ada toleransi bagi aparatur yang terbukti melakukan pelanggaran. Penegakan disiplin internal harus berjalan seiring dengan upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Lebih jauh, Sutikno berharap seluruh satuan kerja kejaksaan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat di daerah masing-masing. 

Kejaksaan, menurutnya, tidak boleh hanya hadir sebagai institusi penegak hukum, tetapi juga menjadi bagian dari solusi dalam menciptakan tata kelola pemerintahan dan kehidupan sosial yang lebih baik.

Kunjungan kerja tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan konsolidasi internal jajaran kejaksaan di Jawa Barat. 

Di tengah berbagai tantangan penegakan hukum, Kejati Jabar menegaskan komitmennya untuk terus mendorong lahirnya pelayanan hukum yang profesional, humanis, dan berintegritas demi menjaga kepercayaan masyarakat. (Bagdja)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600