Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
AgamaBeritaBudayaEntertainmentGaya hidupRagam Daerah

Katar Desa Rawa Burung Gelar Festival Qosidah Spesial HUT RI ke-81, Jadi Wadah Silaturahmi dan Ekspresi Seni Warga

527
×

Katar Desa Rawa Burung Gelar Festival Qosidah Spesial HUT RI ke-81, Jadi Wadah Silaturahmi dan Ekspresi Seni Warga

Sebarkan artikel ini
Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Rawa Burung, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, berlangsung meriah. Karang Taruna (Katar) Desa Rawa Burung bersama Pemerintah Desa menggelar Festival Qosidah Desa Rawa Burung 2026, Senin (17/8/2026).

Banten, Kab Tangerang l secondnewsupdate.co.id – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Rawa Burung, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, berlangsung meriah. 

Karang Taruna (Katar) Desa Rawa Burung bersama Pemerintah Desa menggelar Festival Qosidah Desa Rawa Burung 2026, Senin (17/8/2026).

Example 300x600

Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian perayaan HUT RI ke-81 sekaligus wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan bakat seni, mempererat silaturahmi, serta membangun semangat persaudaraan antarwarga.

Festival Qosidah menghadirkan tim penilai dari Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LASQI) Kabupaten Tangerang. Sejumlah tim qosidah dari berbagai majelis turut ambil bagian dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka di hadapan masyarakat.

Acara pembukaan dihadiri Kepala Desa Rawa Burung Ahmad Damanhuri, jajaran Pemerintah Desa Rawa Burung, Ketua Karang Taruna Hanafi, tokoh masyarakat, ulama, serta warga yang antusias menyaksikan festival tersebut.

Pembukaan Festival Qosidah Putri ditandai dengan pemukulan rebana secara bersama oleh Kepala Desa Rawa Burung Ahmad Damanhuri dan Ibu Engelina di atas podium.

Kepala Desa Rawa Burung Ahmad Damanhuri, yang akrab disapa Boyo, mengatakan festival tersebut merupakan inisiasi Karang Taruna yang mendapat dukungan dari pemerintah desa.

Menurutnya, kegiatan ini sengaja digelar untuk memberikan ruang kepada kaum perempuan, khususnya anggota majelis taklim, agar dapat menyalurkan bakat seni yang mereka miliki.

“Alhamdulillah, kegiatan ini merupakan inisiasi Karang Taruna. Kebetulan Desa Rawa Burung identik dengan masyarakat yang cukup agamis. Para ibu kebanyakan merupakan ibu-ibu majelis taklim dan juga memiliki hobi seni. Jadi, kita memberikan ruang kepada mereka untuk tampil dalam rangka silaturahmi sekaligus memeriahkan HUT RI ke-81,” ujar Boyo.

Ia mengaku terkejut melihat tingginya antusiasme masyarakat. Awalnya, pihak desa memperkirakan hanya akan ada beberapa tim yang mengikuti festival. 

Namun, ternyata cukup banyak kelompok qosidah yang memiliki potensi dan selama ini aktif tampil dalam berbagai kegiatan keagamaan, seperti peringatan Maulid Nabi.

“Antusiasmenya cukup tinggi. Ternyata banyak juga tim qosidah di desa ini. Mereka harus diberikan ruang, minimal setahun sekali, untuk menyalurkan bakat dan mengekspresikan jiwa seni mereka,” katanya.

Menurut Boyo, terdapat sekitar lima hingga enam tim qosidah dari berbagai majelis yang berpotensi mengikuti kegiatan serupa.

Bahkan, festival tersebut juga terbuka bagi peserta dari wilayah sekitar Desa Rawa Burung.

Ia menegaskan bahwa festival qosidah bukan semata-mata ajang untuk memperebutkan juara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat hubungan sosial dan persaudaraan masyarakat.

“Kalau semakin banyak peserta tentu semakin meriah. Festival ini tidak semata-mata mencari juara, tetapi yang paling utama adalah menjalin silaturahmi masyarakat, khususnya menyambung tali persaudaraan,” tuturnya.

Boyo menambahkan, semangat tersebut sejalan dengan makna kemerdekaan. 

Menurutnya, salah satu bentuk rasa syukur atas kemerdekaan adalah mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif yang mampu memperkuat persatuan dan kebersamaan.

“Pada dasarnya, ini dalam rangka kita menikmati hasil kemerdekaan. Salah satunya dengan menjalin tali silaturahmi dan meningkatkan persaudaraan untuk NKRI tercinta,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan rasa syukur karena Festival Qosidah Putri Desa Rawa Burung 2026 mendapat sambutan positif dari masyarakat.

“Alhamdulillah, di luar perkiraan saya. Awalnya saya mengira pesertanya hanya beberapa tim. Karena mereka sering tampil dalam kegiatan Maulid, ternyata pesertanya lumayan banyak. Saya bersyukur tahun ini bisa memberikan ruang bagi mereka melalui Festival Qosidah Putri,” pungkasnya.

Festival Qosidah Desa Rawa Burung diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial peringatan HUT RI. 

Pemerintah desa bersama Karang Taruna berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda positif yang terus berkembang sebagai wadah seni, dakwah, silaturahmi, sekaligus memperkuat persatuan masyarakat Desa Rawa Burung. (Dia)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600