AgamaLingkungan HidupPeristiwaRagam DaerahSosial

Kebakaran Hanguskan 5 Rumah di Pacet, BAZNAS Kabupaten Bandung Bergerak: Anak-anak Jangan Kehilangan Masa Depan

124
Pengurus BAZNAS Kabupaten Bandung berfoto bersama usai penyerahan bantuan kepada para korban, Kamis (10/9/2026)

Jawa Barat, Kab Bandung l secondnewsupdate.co.id — Musibah kebakaran yang melanda Kampung Limus, Desa Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, menyisakan duka mendalam bagi sejumlah keluarga. Lima rumah warga mengalami kerusakan berat, sementara dua rumah lainnya terdampak dengan tingkat kerusakan sedang hingga ringan.

Sebanyak 29 jiwa, termasuk 21 anak dan balita serta seorang lansia, kini harus menjalani masa sulit setelah kehilangan tempat tinggal dan sebagian besar harta benda akibat kebakaran yang terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. pada Selasa (8/9/2026).

Dua hari setelah kejadian, kepedulian terhadap para korban mulai berdatangan. Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, KH. Yusuf Ali Tantowi, turun langsung menyerahkan bantuan kepada warga terdampak, Kamis (10/9/2026).

Kehadiran BAZNAS menjadi angin segar bagi keluarga korban yang kini sementara waktu mengungsi di rumah kerabat.

Dalam penyerahan bantuan tersebut, Yusuf didampingi sejumlah unsur pemerintah daerah, di antaranya Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Kepala Dinas Sosial, Camat Pacet, Kepala Desa Maruyung, serta unsur terkait lainnya.

Kolaborasi lintas lembaga tersebut memperlihatkan bahwa penanganan korban bencana tidak berhenti pada bantuan darurat, tetapi juga diarahkan pada proses pemulihan kehidupan warga.

Berdasarkan asesmen awal BAZNAS Tanggap Bencana Kabupaten Bandung, kebakaran diduga bermula dari korsleting listrik. 

Percikan api kemudian menyambar bagian rumah warga hingga api dengan cepat membesar.

Dampaknya cukup berat. Selain kehilangan bangunan tempat tinggal, para korban juga kehilangan berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari peralatan dapur, pakaian, hingga perlengkapan sekolah anak-anak.

BAZNAS: Jangan Biarkan Anak-anak Kehilangan Masa Depan

Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, KH. Yusuf Ali Tantowi, menegaskan bahwa bantuan yang diberikan merupakan bentuk respons cepat sekaligus amanah masyarakat yang harus diwujudkan dalam aksi nyata.

Menurutnya, korban bencana bukan hanya membutuhkan bantuan untuk melewati masa darurat. 

Mereka juga membutuhkan dukungan agar dapat kembali menata kehidupan setelah kehilangan tempat tinggal.

“Kebakaran ini bukan hanya menghanguskan bangunan. Ada rasa aman keluarga yang hilang, ada perlengkapan sekolah anak-anak yang terbakar, dan ada harapan yang harus kita bangun kembali bersama. BAZNAS Kabupaten Bandung hadir untuk menguatkan mereka dan memastikan bahwa para korban tidak berjalan sendirian,” ujar Yusuf.

Ia mengajak pemerintah, BAZNAS, dunia usaha, komunitas, hingga masyarakat luas untuk bersama-sama bergotong royong membantu korban kebakaran di Maruyung.

Sebab, proses pemulihan tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat dan membutuhkan dukungan banyak pihak.

Saat ini, kebutuhan warga yang paling mendesak antara lain bahan bangunan untuk memperbaiki rumah, peralatan dapur, pakaian, serta perlengkapan sekolah anak-anak.

Kebutuhan pendidikan menjadi perhatian khusus karena sejumlah anak terdampak kehilangan buku, seragam, sepatu, tas hingga alat tulis akibat kebakaran.

“Anak-anak tidak boleh kehilangan masa depan karena perlengkapan belajarnya ikut terbakar. Mari kita bantu mereka kembali ke sekolah dan membantu keluarganya memiliki tempat tinggal yang layak. Setiap donasi, sekecil apa pun, dapat menjadi bagian dari rumah yang dibangun kembali dan senyum yang dipulihkan,” lanjut Yusuf.

Gotong Royong untuk Warga Maruyung

BAZNAS Kabupaten Bandung juga menyampaikan apresiasi kepada relawan BAZNAS Tanggap Bencana yang telah melakukan asesmen awal, pemerintah daerah, aparatur Kecamatan Pacet dan Desa Maruyung, serta masyarakat yang bersedia memberikan tempat tinggal sementara kepada para korban.

Solidaritas tersebut dinilai menjadi modal penting dalam penanganan masa darurat sekaligus mempercepat proses pemulihan.

BAZNAS Kabupaten Bandung mengajak para muzaki, munfik, pelaku usaha, komunitas, aparatur, dan seluruh masyarakat untuk ikut membantu melalui donasi kemanusiaan, infak maupun sedekah.

Bantuan akan diarahkan untuk mendukung kebutuhan mendesak dan proses pemulihan berdasarkan hasil asesmen serta ketentuan yang berlaku.

Kebutuhan yang menjadi prioritas meliputi:

Bahan bangunan dan pemulihan rumah;

Peralatan dapur keluarga;

Pakaian dan kebutuhan dasar;

Buku dan alat tulis;

Seragam atau pakaian sekolah;

Tas dan sepatu sekolah anak-anak.

Masyarakat yang ingin membantu dapat menyalurkan donasi melalui kanal resmi BAZNAS Kabupaten Bandung atau Unit Pengumpul Zakat (UPZ) resmi di lingkungan masing-masing.

Informasi dan konfirmasi penyaluran donasi tersedia melalui BAZNAS Kabupaten Bandung⁠�, serta kanal media sosial Instagram dan Facebook @baznaskab.bandung dan YouTube baznaskabbandung.

Musibah mungkin telah menghanguskan rumah-rumah warga Maruyung. 

Namun, kepedulian yang hadir dari berbagai pihak menjadi tanda bahwa mereka tidak menghadapi masa sulit itu sendirian.

Kini, gotong royong menjadi harapan untuk mengubah puing-puing kebakaran menjadi awal kehidupan baru—agar keluarga korban kembali memiliki rumah yang layak dan anak-anak tetap bisa menatap masa depan dengan penuh harapan. (Apih)

Exit mobile version