Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Olah RagaPeristiwaRagam Daerah

Kejuaraan Voli U-12 Kabupaten Bandung Dipertanyakan, Panitia Diminta Transparan soal Verifikasi Usia Pemain

156
×

Kejuaraan Voli U-12 Kabupaten Bandung Dipertanyakan, Panitia Diminta Transparan soal Verifikasi Usia Pemain

Sebarkan artikel ini
Sejumlah pemain tengah persiapan bertanding dalam event turnamen bola voli kabupaten Bandung KU - 12 di Gymnastium Stasion si Jalak Harupat, Senin (29/12/25)

Kab.Bandung//secondnewsupdate.co.id –  Kejuaraan Bola Voli antarklub tingkat Kabupaten Bandung kelompok usia kelahiran 2013 (U-12) menuai sorotan. 

Sejumlah ofisial tim peserta dan orang tua atlet mempertanyakan dugaan adanya pemain yang dinilai tidak sesuai batas usia yang ditetapkan panitia.

Example 300x600

Sorotan muncul setelah beberapa ofisial klub menilai terdapat salah satu pemain dari tim A2S Sinar Bahari Kecamatan Pacet yang secara kasat mata dinilai memiliki postur dan kematangan fisik yang tidak lazim untuk kategori usia U-12.

Meski penilaian visual tidak dapat dijadikan bukti hukum, kondisi tersebut memicu pertanyaan serius terkait ketatnya proses verifikasi administrasi dan screening usia yang dilakukan panitia.

Seorang penonton berinisial TZI asal Soreang mengaku menyaksikan langsung perbedaan fisik mencolok antar pemain. Menurutnya, keraguan yang muncul bukan hanya dari satu atau dua pihak.

Kejuaraan Voli U-12 Kabupaten Bandung dipertanyakan, panitia diminta transparan soal verifikasi usia pemain

“Kalau hanya satu dua orang yang bertanya mungkin bisa dianggap biasa. Tapi ini banyak yang merasa janggal. Artinya ada persoalan yang perlu dijelaskan secara terbuka,” ujarnya kepada wartawan di area pertandingan, Senin (29/12/2025).

Nada lebih keras datang dari salah satu ofisial tim peserta yang enggan disebutkan namanya. Ia menilai persoalan ini menyangkut keadilan kompetisi dan pendidikan karakter bagi atlet usia dini.

“Terus terang kami kecewa. Ini kejuaraan usia dini, bukan open tournament. Kalau soal umur saja tidak bisa diverifikasi dengan jelas, lalu di mana letak keadilannya? Anak-anak kami berlatih bertahun-tahun untuk bertanding secara jujur sesuai ketentuan,” tegasnya.

Ia menambahkan, panitia seharusnya tidak defensif dan wajib memberikan klarifikasi terbuka agar publik tidak memiliki persepsi negatif.

“Kami tidak menuduh siapa pun, tapi panitia wajib membuktikan bahwa semua pemain benar-benar sesuai usia. Jangan sampai kejuaraan ini justru mengajarkan anak-anak bahwa pelanggaran bisa ditoleransi,” ucapnya.

Jika tidak ada penjelasan resmi, ia menilai polemik ini dapat berkembang dan mencederai kepercayaan publik terhadap pembinaan olahraga usia dini di Kabupaten Bandung.

“Kalau tidak ada penjelasan resmi, wajar kalau publik menilai kompetisi ini tidak fair. Ini bukan soal menang atau kalah, tapi soal integritas dan masa depan pembinaan,” tambahnya.

Munculnya dugaan ini sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme pengawasan panitia, khususnya tim verifikasi usia. 

Dalam kompetisi usia dini, verifikasi melalui dokumen resmi seperti akta kelahiran atau kartu identitas seharusnya menjadi syarat mutlak dan dilakukan dengan ketat.

Jika persoalan ini dibiarkan tanpa klarifikasi, dikhawatirkan dapat mencederai nilai sportivitas dan menjadi preseden buruk bagi kejuaraan serupa di masa mendatang.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak panitia penyelenggara maupun tim A2S Sinar Bahari terkait isu yang berkembang.

Publik kini menantikan sikap tegas dan transparan dari pihak penyelenggara. (Apih)

banner
Example 120x600