BeritaEkonomiRagam Daerah

Kekeringan Berlalu, Petani Mekarsari Bangkit: Kadistan Garut Salurkan Benih Padi Pengganti

113
Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Kabupaten Garut, Ardhy Firdian, menyerahkan bantuan benih padi kepada Kelompok Tani Peduli Pangan Harum Madu di Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong, Senin (28/9/2026).

Garut, Jabar l secondnewsupdate.co.id – Harapan petani untuk kembali mengolah lahan pascakondisi kekeringan mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Garut.

Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Kabupaten Garut, Ardhy Firdian, menyerahkan bantuan benih padi kepada Kelompok Tani Peduli Pangan Harum Madu di Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong, Senin (28/9/2026).

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan dalam rangkaian acara syukuran yang digelar kelompok tani setempat. 

Bantuan benih diberikan sebagai pengganti tanaman yang sebelumnya terdampak kekeringan.

Ardhy mengatakan, kehadirannya di Desa Mekarsari merupakan bentuk respons atas undangan Kelompok Tani Harum Madu sekaligus wujud perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi para petani.

“Kami dari Dinas Pertanian memberikan bantuan benih pengganti untuk anggota kelompok tani,” ujar Ardhy.

Menurutnya, dukungan terhadap petani tidak hanya berhenti pada penyaluran bantuan. 

Berbagai inovasi yang dikembangkan masyarakat juga perlu mendapat perhatian agar dapat menjadi inspirasi dan diterapkan di wilayah lain.

Dalam kesempatan tersebut, Ardhy turut mengapresiasi keberadaan Sekolah Sungai Cimanuk (SSC) yang dinilai memiliki konsep inovatif dalam mendukung pengembangan sektor pertanian.

“Jadi memang ini sangat bagus sekali konsep ini, dan ini bisa diadopsi dan dipublikasi oleh kelompok-kelompok masyarakat lain yang ada di Kabupaten Garut,” katanya.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, kelompok tani dan masyarakat dapat terus berkembang sehingga berbagai kegiatan yang dilakukan mampu memberikan manfaat secara nyata dan berkelanjutan.

SSC Dorong Petani Kembali Bergairah

Sementara itu, Direktur Sekolah Sungai Cimanuk (SSC), Mulyono Kadafi, menjelaskan bahwa kegiatan syukuran tersebut tidak hanya menjadi momentum ungkapan rasa syukur, tetapi juga dirangkaikan dengan aksi penanaman bibit.

Kegiatan tersebut, kata Mulyono, diharapkan mampu membangkitkan kembali semangat masyarakat untuk menggarap lahan dan menekuni sektor pertanian.

Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan pertanian tidak hanya bergantung pada kualitas bibit. Ketersediaan air menjadi salah satu faktor yang sangat menentukan keberlangsungan tanaman hingga menghasilkan produksi.

“Margi (sebab) tidak ada manfaatnya bibit apa pun juga kalau airnya tidak ada,” tegasnya.

Karena itu, Mulyono menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pertanian Kabupaten Garut yang dinilainya terus berupaya memperjuangkan ketersediaan air bagi lahan-lahan pertanian masyarakat.

Ia berharap upaya tersebut dapat terus diperkuat sehingga kebutuhan pengairan lahan pertanian di berbagai wilayah Kabupaten Garut dapat terpenuhi dan petani semakin optimistis mengembangkan usaha pertaniannya. (Agung)

Exit mobile version