Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaInformatikaRagam Daerah

Kemacetan Parah Jalur Limbangan–Malangbong, Polisi Terapkan One Way Situasional hingga 12 Kali

103
×

Kemacetan Parah Jalur Limbangan–Malangbong, Polisi Terapkan One Way Situasional hingga 12 Kali

Sebarkan artikel ini
Kemacetan panjang terjadi di ruas Limbangan–Malangbong akibat lonjakan volume kendaraan pemudik yang melintas dari arah Bandung menuju Tasikmalaya dan sekitarnya.

Limbangan Garut// secondnewsupdate.co.id – Arus mudik Lebaran 2026 di jalur selatan Kabupaten Garut mengalami kepadatan signifikan.

Kemacetan panjang terjadi di ruas Limbangan–Malangbong akibat lonjakan volume kendaraan pemudik yang melintas dari arah Bandung menuju Tasikmalaya dan sekitarnya.

Example 300x600

Kondisi lalu lintas pada Rabu (18/3/2026) sore sekitar pukul 15.10 WIB terpantau padat merayap dari arah barat ke timur. Sejumlah titik menjadi simpul kemacetan dengan antrean kendaraan mengular hingga belasan kilometer.

Titik kepadatan pertama terpantau sepanjang 8,4 kilometer, membentang dari kawasan Cikaledong, Nagreg hingga Pasar Limbangan.

Kemacetan kedua terjadi di wilayah Bandrek dengan panjang antrean sekitar 6 kilometer.

Sementara itu, kepadatan terparah berada di kawasan Malangbong dengan panjang antrean kendaraan mencapai sekitar 8 kilometer. Di sejumlah titik, laju kendaraan bahkan sempat tersendat dan berhenti total.

Untuk mengurai kepadatan, jajaran Polres Garut memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) secara situasional.

Kasi Humas Polres Garut, Ipda Susilo Adi, menjelaskan bahwa lonjakan kendaraan didominasi pemudik dari arah Bandung menuju wilayah Garut dan Tasikmalaya.

Hingga pukul 14.00 WIB, tercatat sebanyak 18.600 kendaraan memasuki Garut melalui jalur Nagreg. 

Jumlah tersebut meningkat sekitar 40 persen dibandingkan hari sebelumnya pada waktu yang sama yang tercatat sekitar 7.400 kendaraan.

Menurutnya, strategi rekayasa lalu lintas melalui cara bertindak (CB) sistem one way dinilai efektif untuk mengurangi kepadatan di jalur sempit yang dipadati aktivitas masyarakat.

“Hingga pukul 15.00 WIB, sistem one way sudah diberlakukan sebanyak 12 kali secara situasional menyesuaikan kondisi kepadatan di lapangan,” ujarnya.

Selain penerapan satu arah, petugas juga melakukan pengaturan lalu lintas secara manual di titik rawan kemacetan serta memberikan imbauan langsung kepada para pengendara.

Kondisi ruas jalan yang relatif sempit ditambah aktivitas warga di sekitar jalur mudik turut memperparah perlambatan arus kendaraan.

Petugas mengimbau para pemudik agar mengatur waktu perjalanan dengan baik, memanfaatkan jalur alternatif jika memungkinkan, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima demi keselamatan selama perjalanan mudik. (Agung)

Penulis: Agung Editor: Bama
Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600