Jawa Tengah, Sragen l secondnewsupdate.co.id – Fenomena kenakalan remaja menjadi perhatian bersama. Maraknya potensi pergaulan negatif di kalangan generasi muda mendorong Babinsa Koramil 11/Jenar, Serka La Ode Jasmin, menggandeng tokoh agama untuk memperkuat pembinaan dan benteng moral anak-anak di wilayah Kecamatan Jenar.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan komunikasi sosial (Komsos) bersama tokoh agama di Masjid Al Hudha, Dukuh Pindi, Desa Mlale, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Senin (31/8/2026).
Dalam Komsos tersebut,La Ode mengajak para tokoh agama untuk tidak hanya menjadi panutan dalam kehidupan keagamaan, tetapi juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Salah satu langkah yang dinilai penting yakni mengoptimalkan tausiah dan kegiatan keagamaan sebagai sarana memberikan pemahaman kepada remaja mengenai bahaya kenakalan remaja, pergaulan bebas serta berbagai pengaruh negatif lingkungan.
“Kenakalan remaja harus dicegah sebelum menjadi masalah yang lebih besar. Karena itu, anak-anak perlu terus diingatkan dan diarahkan. Jangan sampai mereka mencari lingkungan yang salah karena kurang mendapat perhatian,” kata La Ode.
Menurutnya, masjid memiliki peran strategis dalam membangun karakter generasi muda. Pembinaan keagamaan yang dilakukan secara rutin diharapkan dapat menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kepedulian sosial, serta membentuk kepribadian yang lebih baik.
Selain peran tokoh agama, La Ode Jasmin menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mengawasi tumbuh kembang dan pergaulan anak.
Menurutnya, pengawasan terhadap aktivitas anak tidak cukup hanya dilakukan di lingkungan sekolah.
Peran keluarga dan lingkungan tempat tinggal juga menjadi faktor penting dalam mencegah anak terjerumus ke dalam pergaulan negatif.
“Mendidik anak adalah tanggung jawab bersama. Orang tua mengawasi dari rumah, tokoh agama memberikan pembinaan, masyarakat menciptakan lingkungan yang baik, dan Babinsa siap mendukung upaya tersebut,” tegasnya.
La Ode berharap sinergi antara Babinsa, tokoh agama, orang tua dan masyarakat dapat menjadi langkah preventif untuk menekan potensi kenakalan remaja di wilayah Kecamatan Jenar.
Ia mengingatkan agar pembinaan terhadap generasi muda dilakukan secara berkelanjutan dan tidak menunggu hingga muncul persoalan.
“Jangan menunggu remaja terjerumus baru bergerak. Benteng moral harus dibangun sejak sekarang,” pungkasnya. (Agus Kemplu)
