Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaRagam Daerah

Kendala Tukang Bangunan Hambat Proyek Rutilahu di Garut: Dua Rumah di Cibiuk Dapat Bantuan Perbaikan

83
×

Kendala Tukang Bangunan Hambat Proyek Rutilahu di Garut: Dua Rumah di Cibiuk Dapat Bantuan Perbaikan

Sebarkan artikel ini
Dua unit Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Kampung Sindang RT 04 RW VII, Desa Cipareuan, Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut, menerima bantuan perbaikan dari pemerintah.

SNU//Garut – Dua unit Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Kampung Sindang RT 04 RW VII, Desa Cipareuan, Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut, menerima bantuan perbaikan dari pemerintah. 

Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup warga penerima.

Example 300x600

​Proses pembangunan rumah milik Ipah dilaporkan telah berjalan dan memasuki tahap pemasangan atap asbes. 

Namun, pembangunan rumah milik warga lain, Cucu, menghadapi kendala serius dan belum dapat dilanjutkan karena kekurangan tenaga tukang bangunan.

​Rumah Sudah Diruntuhkan, Pembangunan Tertunda,

​Cucu mengungkapkan bahwa tukang bangunan yang biasa membantunya adalah anaknya sendiri, yang saat ini sedang bekerja di Cianjur. 

Kendala semakin besar karena tukang bangunan lain di Kampung Sindang juga sedang bekerja di luar daerah.

​“Anak saya sebagai tukang bangunan, bekerja di Cianjur. Tukang warga Sindang sama bekerja di tempat lain. Padahal rumah sudah diruntuhkan untuk dibangun lagi,” ungkap Cucu.

​Akibat rumahnya telah diruntuhkan lebih dulu untuk dibangun kembali, Cucu dan keluarga kini terpaksa menumpang sementara di rumah saudaranya yang masih berada di kampung tersebut. Ia berharap pembangunan dapat segera dilanjutkan setelah ada tukang yang tersedia.

​Sementara itu, di rumah Ipah, proses perbaikan berjalan lancar dengan seorang tukang dibantu oleh keluarga pemilik rumah dalam menyelesaikan pemasangan atap asbes dan bagian lainnya.

​Ketua LPM Desa Cipareuan, Uang, bersama para anggotanya, memantau langsung proses pembangunan kedua unit rutilahu tersebut setiap hari. 

Uang bertindak sebagai pelaksana program, mulai dari pengelolaan bantuan, pembelian bahan bangunan, hingga pembayaran upah tukang.

​“Terkait kendala tukang bangunan, pihak LPM mengaku sedang mengupayakan solusi agar pembangunan tetap berjalan sesuai batas waktu yang ditentukan pemerintah,” kata Uang.

​Secara terpisah, Kepala Dusun Cipareuan, Euis, menjelaskan bahwa Pemerintah Desa Cipareuan sebenarnya telah mengusulkan ratusan rumah untuk mendapatkan bantuan Rutilahu.

​Untuk periode Desember 2025, bantuan jatuh kepada dua warga yang tinggal berdekatan, yakni Cucu dan Ipah. Menurutnya, keberuntungan ini merupakan bagian dari rezeki keduanya setelah melalui proses pengusulan.

​LPM dan Pemerintah Desa berkomitmen untuk segera mengatasi kendala tenaga kerja agar pembangunan rumah Cucu dapat segera dilanjutkan dan diselesaikan sesuai target. ​(Agung)

banner
Example 120x600