Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
AgamaHukumInformatikaRagam Daerah

Ketua PB HMI Apresiasi Kapolri Suyudi, Dorong Gerakan Salat Subuh Bersama hingga Polsek

117
×

Ketua PB HMI Apresiasi Kapolri Suyudi, Dorong Gerakan Salat Subuh Bersama hingga Polsek

Sebarkan artikel ini
Ketua Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Andi Kurniawan, mengapresiasi pendekatan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto yang dinilai membuka ruang kedekatan lebih luas antara kepolisian dan masyarakat.

Jakarta l secondnewsupdate.co.id – Ketua Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Andi Kurniawan, mengapresiasi pendekatan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto yang dinilai membuka ruang kedekatan lebih luas antara kepolisian dan masyarakat.

Menurut Andi, keterlibatan Kapolri dalam kegiatan jamaah salat Subuh di masjid menjadi salah satu bentuk pendekatan humanis yang dapat memperkuat komunikasi langsung antara aparat kepolisian dan warga.

Example 300x600

Ia berharap pola komunikasi tersebut tidak berhenti di tingkat pimpinan pusat, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan hingga jajaran kepolisian sektor (Polsek), sehingga kehadiran polisi semakin dirasakan masyarakat di lingkungan tempat tinggal mereka.

“Langkah Kapolri baru yang mendekatkan diri dengan masyarakat melalui jamaah Subuh di masjid patut diapresiasi. Ini bukan hanya soal kedekatan, tetapi juga membangun komunikasi langsung dengan masyarakat,” kata Andi, Kamis (8/10/2026).

Salat Subuh Bersama Dinilai Bisa Perkuat Deteksi Dini Konflik

Andi menilai, interaksi langsung antara polisi dan masyarakat memiliki arti penting dalam memahami persoalan sosial yang berkembang di tengah kehidupan warga.

Melalui komunikasi yang terbuka, aparat dinilai dapat memperoleh informasi lebih awal mengenai berbagai persoalan yang berpotensi memicu gesekan sosial. Dengan demikian, langkah pencegahan dapat dilakukan sebelum persoalan berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

Karena itu, ia mendorong kegiatan salat Subuh bersama masyarakat menjadi salah satu ruang silaturahmi yang dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

“Kalau bisa, gerakan salat Subuh bersama masyarakat ini sampai ke Polsek-Polsek. Polisi harus hadir dan dekat dengan masyarakat di tingkat paling bawah,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendekatan persuasif perlu berjalan seiring dengan kemampuan aparat dalam mengidentifikasi persoalan di lingkungan masyarakat.

Menurutnya, upaya membangun kedekatan tidak hanya ditujukan untuk menyelesaikan konflik yang sudah muncul, tetapi juga mencegah potensi konflik sejak dini.

PB HMI Soroti Pemberantasan Narkoba dan Praktik Debt Collector

Selain mengapresiasi pendekatan humanis, Andi juga menyoroti pentingnya perhatian kepolisian terhadap pemberantasan peredaran narkoba serta penanganan praktik penagihan utang oleh debt collector yang diduga melanggar ketentuan hukum.

Menurutnya, kedua persoalan tersebut perlu ditangani secara serius karena dapat menimbulkan keresahan dan mengganggu rasa aman masyarakat.

“Narkoba dan debt collector merupakan penyakit masyarakat yang saat ini menjadi fokus Kapolri Suyudi. Karena itu, masyarakat harus mendukung agenda tersebut,” tegas Andi.

Ia menekankan bahwa pemberantasan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan tindakan aparat penegak hukum. Peran keluarga, lingkungan masyarakat, organisasi kemahasiswaan, serta berbagai elemen sosial juga diperlukan untuk mempersempit ruang peredaran narkoba dan mencegah generasi muda terjerumus dalam penyalahgunaan zat terlarang.

Sementara itu, dalam menangani persoalan debt collector, Andi berharap penegakan hukum dilakukan secara tegas terhadap tindakan yang melanggar aturan, dengan tetap memperhatikan prosedur hukum dan hak-hak masyarakat.

“Agenda pemberantasan narkoba dan penanganan praktik debt collector tentu membutuhkan dukungan masyarakat. Kolaborasi antara polisi dan masyarakat harus diperkuat,” katanya.

Kedekatan dengan Rakyat Harus Diikuti Tindakan Nyata

Andi berharap pendekatan yang ditempuh Kapolri dapat dilaksanakan secara konsisten dan menjadi bagian dari budaya pelayanan kepolisian di berbagai tingkatan.

Baginya, kedekatan dengan masyarakat dan ketegasan dalam penegakan hukum merupakan dua hal yang perlu berjalan beriringan.

Komunikasi yang baik diharapkan mampu membangun kepercayaan publik, sedangkan penanganan persoalan keamanan secara profesional menjadi bagian penting dalam menjaga ketertiban.

Ia juga mengingatkan agar kegiatan pendekatan kepada masyarakat tidak sekadar menjadi simbol atau agenda seremonial, melainkan diwujudkan melalui pelayanan yang responsif, terbuka terhadap pengaduan, serta tindakan nyata terhadap persoalan yang meresahkan warga.

“Kita berharap langkah ini tidak berhenti sebagai simbol. Kedekatan dengan masyarakat harus diikuti tindakan tegas terhadap persoalan yang meresahkan masyarakat,” pungkasnya.

Melalui penguatan komunikasi di tingkat akar rumput, Andi berharap hubungan antara kepolisian dan masyarakat semakin terbuka. 

Dengan dukungan publik serta penegakan hukum yang profesional, berbagai persoalan keamanan dan ketertiban diharapkan dapat ditangani secara lebih efektif. (Sanan)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600