BeritaGaya hidupRagam Daerah

KNPI Kabupaten Bandung Tancap Gas, Struktur Kecamatan Dimatangkan untuk Perkuat Gerakan Pemuda

113
Ketua KNPI Kabupaten Bandung Rifki Fauzi, (tengah) berfoto bersama jajaran pengurus dan anggota KNPI SE kabupaten Bandung, Kamis (17/9/2026)

Kab. Bandung, Jabar | secondnewsupdate.co.id — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bandung mulai tancap gas memperkuat konsolidasi organisasi di tingkat kecamatan.

Langkah tersebut dilakukan melalui rapat koordinasi (rakor) internal yang digelar di Rumah Makan Sambel Pajero, Jalan Raya Soreang-Banjaran, Ciherang, Kamasan, Kabupaten Bandung, Kamis (17/9/2026).

Rakor ini menjadi bagian penting dalam proses penataan organisasi KNPI Kabupaten Bandung, khususnya untuk menyusun struktur kepengurusan di tingkat kecamatan pasca pelaksanaan Musyawarah Kecamatan (Muscam) yang telah menghasilkan ketua dan jajaran pengurus baru.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus DPD KNPI Kabupaten Bandung bersama para ketua Pengurus Kecamatan (PK) KNPI se-Kabupaten Bandung.

Selain membahas teknis penyusunan struktur kepengurusan dan pembagian bidang, rakor juga dimanfaatkan sebagai momentum konsolidasi internal sekaligus mempererat silaturahmi antarpengurus.

Suasana kebersamaan menjadi salah satu fokus utama agar roda organisasi di tingkat kecamatan dapat berjalan lebih solid, kompak, dan mampu merespons berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya kalangan generasi muda.

Ketua DPD KNPI Kabupaten Bandung, Rifki Fauzi, mengatakan rakor tersebut merupakan tahapan lanjutan setelah pelaksanaan Muscam di sejumlah kecamatan.

“Beberapa waktu lalu telah dilakukan Muscam, dan hari ini melalui rakor ini kita mematangkan susunan struktur yang baru hasil perubahan,” ujar Rifki.

Menurutnya, pembentukan struktur kepengurusan bukan sekadar persoalan administratif organisasi. Lebih dari itu, KNPI perlu memiliki arah gerakan yang jelas agar keberadaan organisasi pemuda benar-benar memberikan kontribusi bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

Karena itu, dalam rakor tersebut turut dirumuskan peran serta arah gerakan pemuda di Kabupaten Bandung. Gagasan yang muncul diharapkan dapat menjadi landasan bagi KNPI dalam menjalankan program yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Rifki berharap hasil rakor tidak berhenti pada terbentuknya struktur kepengurusan baru di tingkat kecamatan. Ia mendorong lahirnya berbagai gagasan segar yang dapat menjawab tantangan generasi muda Kabupaten Bandung.

“Harapannya, KNPI tidak hanya memiliki struktur yang kuat, tetapi juga mampu melahirkan gagasan-gagasan baru yang relevan dengan kebutuhan generasi muda,” katanya.

Menurutnya, KNPI harus mampu mengambil peran sebagai wadah berhimpunnya pemuda sekaligus menjadi salah satu motor penggerak perubahan sosial dan pembangunan di Kabupaten Bandung.

Sejumlah isu strategis yang diperkirakan menjadi perhatian organisasi turut dibahas dalam forum tersebut. 

Di antaranya persoalan lapangan kerja dan penguatan ekonomi lokal, pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), digitalisasi dan teknologi, serta isu sosial dan kebangsaan.

Pembahasan berbagai isu tersebut menjadi bagian dari upaya KNPI Kabupaten Bandung untuk memastikan gerakan kepemudaan tidak berjalan di ruang yang terpisah dari kebutuhan masyarakat.

Dengan semakin kuatnya struktur organisasi hingga tingkat kecamatan, KNPI Kabupaten Bandung diharapkan mampu memperluas ruang partisipasi pemuda sekaligus menghadirkan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah. (Apih)

Penulis: Apih Igun Ruhiyat Editor: Bama
Exit mobile version