BeritaLingkungan HidupPeristiwaRagam Daerah

Lahan Sawah di Selaawi Garut Mulai Mengering, Ratusan Hektare Terancam Kekeringan

114
Sejumlah areal persawahan di Kecamatan Selaawi mulai mengalami kekurangan pasokan air.

Jawa Barat, Garut l secondnewsupdate.co.id – Musim kemarau mulai memberikan tekanan terhadap sektor pertanian di Kabupaten Garut.

Sejumlah areal persawahan di Kecamatan Selaawi mulai mengalami kekurangan pasokan air. 

Kondisi tanah yang kehilangan kelembapan membuat tanaman padi terancam mengalami gangguan pertumbuhan hingga gagal panen. Minggu (9/8/2026).

Pantauan di sejumlah lahan persawahan Selaawi menunjukkan sebagian tanah mulai mengering. Meski tanaman padi masih terlihat tumbuh, keterbatasan air menjadi kekhawatiran petani, terutama jika musim kemarau berlangsung lebih panjang.

Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Kecamatan Selaawi termasuk wilayah yang terdampak kekeringan. Pada awal Juni 2026, sekitar 43 hektare lahan sawah di Selaawi tercatat mengalami kekeringan ringan.

Ancaman tersebut kembali meningkat memasuki awal Agustus 2026. Sekitar 320 hektare lahan pertanian di Kabupaten Garut dilaporkan terancam kekeringan, dengan Kecamatan Cibatu dan Selaawi menjadi sejumlah wilayah yang mengalami dampak cukup serius.

Dari total lahan yang terancam tersebut, sekitar 15 hektare dilaporkan mengalami puso atau gagal panen.

Kondisi ini menjadi perhatian serius karena tanaman padi membutuhkan ketersediaan air yang cukup, terutama selama fase pertumbuhan. 

Apabila pasokan air terus menurun, tanaman berisiko mengalami pertumbuhan tidak optimal dan pada kondisi tertentu dapat berujung pada gagal panen.

Petani Berharap Bantuan Pompa dan Sumber Air

Para petani di Selaawi berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan kekeringan. Bantuan pompa air, penyediaan sumber air alternatif hingga perbaikan saluran irigasi dinilai penting agar lahan yang masih memiliki potensi panen dapat diselamatkan.

Pemerintah Kabupaten Garut sebelumnya telah meminta jajaran kecamatan, pemerintah desa dan petugas pertanian di lapangan untuk meningkatkan pemantauan serta melakukan langkah mitigasi secara cepat.

Salah satu upaya yang disiapkan yakni mengoptimalkan sumber air serta melakukan pompanisasi atau irigasi perpompaan untuk memenuhi kebutuhan air di areal persawahan yang terdampak kekeringan.

Program tersebut diharapkan mampu membantu mempertahankan tanaman padi yang masih memungkinkan untuk diselamatkan hingga memasuki masa panen.

Kekeringan pada sektor pertanian bukan hanya berdampak terhadap pendapatan dan produktivitas petani. Persoalan ini juga berkaitan langsung dengan keberlanjutan produksi pangan dan ketahanan pangan daerah.

Pemerintah daerah terus melakukan pemetaan terhadap wilayah yang rawan kekeringan sebagai bagian dari upaya mitigasi. 

Penanganan sejak dini diharapkan dapat mencegah meluasnya lahan puso sekaligus menjaga agar petani tetap mampu mempertahankan hasil produksinya.

Lahan persawahan di Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, mulai terdampak kekeringan pada musim kemarau. (Agung)

Exit mobile version