Garut/secondnewsupdate.co.id – Kisah pilu, seorang janda lansia yang bernama Imas, dia juga seorang duafa yang hidup bersama anak penyandang disabilitas di Desa Sirnajaya, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, mengetuk perhatian banyak pihak.
Meski hidup dalam keterbatasan, keduanya belum tersentuh bantuan sosial pemerintah pusat akibat terkendala tingginya desil dalam data kesejahteraan.
Anggota DPRD Garut Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, bersama Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Garut dan jajaran Pemerintah Desa Sirnajaya turun langsung mengunjungi delapan keluarga duafa di wilayah tersebut. Pada Jumat (15/5/2026).
Dalam kunjungan itu, Yudha beserta rombongan menyerahkan bantuan berupa sembako dan santunan uang tunai kepada warga yang membutuhkan.
Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat miskin yang hingga kini belum memperoleh bantuan sosial secara layak.
Menurut Yudha, persoalan utama yang dihadapi warga kurang mampu adalah belum akuratnya pendataan kesejahteraan sosial, sehingga banyak keluarga rentan tidak masuk dalam kategori penerima bantuan.
“Data harus diperbaiki agar warga yang benar-benar membutuhkan bisa mendapatkan haknya,” ujar Yudha.
Ia berharap pemerintah pusat dapat segera memberi perhatian khusus kepada keluarga rentan seperti Imas, dan Abah Aan yang telah berusia lebih dari 90 tahun dan dalam kondisi sakit-sakitan, serta Aisah yang hidup tanpa memiliki rumah layak huni.
Kondisi tersebut dinilai menjadi pengingat bahwa masih banyak masyarakat miskin, lansia, dan penyandang disabilitas yang membutuhkan sentuhan kebijakan lebih tepat sasaran. (Asan)
