Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaRagam Daerah

Longsor dan Banjir Sergap Kecamatan Arjasari

252
×

Longsor dan Banjir Sergap Kecamatan Arjasari

Sebarkan artikel ini
Atap rumah salah satu milik warga yang tertimbun material longsoran tanah di kampung Condong desa Wargaluyu ke amatan Arjasari, Jumat (5/12/25).

Tiga Orang Tertimbun Material Longsoran Tanah

SNU//Kab. Bandung — Longsor dan banjir kembali menyergap sejumlah wilayah di Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung. Peristiwa kali ini terjadi di Kampung Condong RT 06 dan RT 07 RW 09, Desa Wargaluyu, pada Jumat (5/12/2025) sore.

Example 300x600

Berdasarkan asesmen Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, empat rumah warga mengalami kerusakan, tiga orang hilang, dan puluhan kepala keluarga terpaksa dievakuasi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung, Wahyudin, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut longsor dipicu hujan deras dengan intensitas tinggi sejak Jumat siang, yang membuat tebing tanah di sekitar permukiman kehilangan stabilitas dan akhirnya ambruk.

“Longsor dipicu hujan intensitas tinggi. Material langsung menimpa rumah warga. Tim gabungan sudah kami kerahkan ke lokasi sejak sore tadi,” ujar Wahyudin saat dihubungi Jumat malam (5/12/2025).

Dampak di Dua RT: Rumah Rusak dan Warga Terancam

Hasil asesmen BPBD mencatat dampak signifikan di dua RT, RT 06 RW 09. Dua rumah tertimbun material longsor, Rumah milik Kawa Setiawan (1 KK, 2 jiwa) dan Rumah milik Aisyah RT 07 RW 09

Sebanyak 50 KK dinyatakan terancam dan dievakuasi sementara guna menghindari longsor susulan.

Dua rumah lainnya mengalami kerusakan: Rumah milik Amas (1 KK, 2 jiwa), Rumah milik Aah (1 KK, 4 jiwa), Tiga Warga Hilang, Satu Korban Selamat

BPBD mengonfirmasi tiga warga hilang dan diduga tertimbun material longsoran tanah, yakni:, Aisyah (60) – lansia, Citra (20) – wanita dewasa, Alfa (10) – anak-anak

Sementara satu korban selamat, Ridwan (13), ditemukan dalam kondisi patah tulang dan segera dilarikan ke RS Bedas Arjasari untuk mendapatkan perawatan medis.

Wahyudin menjelaskan bahwa proses pencarian korban dihentikan sementara pada Jumat malam karena kondisi tidak memungkinkan.

“Kami hentikan pencarian sementara. Dilanjutkan besok pagi karena kondisi gelap, hujan, dan tanah masih labil. Keselamatan tim menjadi prioritas,” tegasnya.

BPBD bersama TNI, Polri, Basarnas, DPUTR, pihak kecamatan, dan relawan masih bersiaga di lokasi untuk memantau potensi pergerakan tanah tambahan serta membantu evakuasi warga.

Tim asesmen BPBD juga melaporkan sejumlah kebutuhan mendesak untuk mempercepat penanganan, antara lain:

Backhoe kecil, Cangkul, Sekop, Karung, Makanan siap saji, Air mineral. (Apih)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600