Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaRagam DaerahSosial

Mengusap Dada di Tengah Janji Bantuan, Janda Lansia di Garut Bertahan Hidup Rawat Anak Disabilitas

253
×

Mengusap Dada di Tengah Janji Bantuan, Janda Lansia di Garut Bertahan Hidup Rawat Anak Disabilitas

Sebarkan artikel ini
Di tengah derasnya berbagai program bantuan pemerintah, nasib Rodiah (64), seorang janda lansia di Kampung Cipari, RT 02/RW 07, Desa Simpen Kaler, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, justru luput dari perhatian.

Garut//secondnewsupdate.co.idDi tengah derasnya berbagai program bantuan pemerintah, nasib Rodiah (64), seorang janda lansia di Kampung Cipari, RT 02/RW 07, Desa Simpen Kaler, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, justru luput dari perhatian. 

Bersama anaknya yang merupakan penyandang disabilitas, Rodiah menjalani hari-hari penuh keterbatasan tanpa pernah merasakan uluran bantuan negara.

Example 300x600

Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Rodiah hanya mengandalkan hasil kebun kecil peninggalan almarhum suaminya berupa tanaman jagung dan tembakau yang luasnya tidak seberapa. 

Penghasilan dari kebun itu pun tak menentu, sekadar cukup untuk bertahan hidup. Dalam kondisi fisik yang semakin renta, Rodiah juga harus merawat seorang anak laki-lakinya yang menyandang disabilitas.

Ironisnya, meski berada dalam kondisi ekonomi sulit dan memiliki anggota keluarga disabilitas, keluarga Rodiah belum pernah tersentuh bantuan sosial apa pun.

Saat warga lain menerima bantuan pemerintah, Rodiah hanya bisa mengusap dada, menahan perih yang tak terucap.

Hal tersebut dibenarkan oleh Agus, salah satu anak Rodiah. Ia mengungkapkan bahwa pihak keluarga telah berulang kali melengkapi berbagai persyaratan administrasi, termasuk untuk bantuan petani tembakau.

“Semua data dan syarat sudah diserahkan melalui kelompok tani, tapi sampai sekarang ibu saya tidak pernah menerima bantuan apa pun,” ujar Agus. Saat dijambangi wartawan secondnewsupdate.co.id wilayah Garut, Minggu (11/1/2026).

Sementara itu, Yayan, Ketua Kelompok Tani setempat yang juga pernah menjabat sebagai Ketua RT Cipari 02, menegaskan bahwa keluarga Rodiah sangat layak mendapatkan bantuan.

“Data keluarga Bu Rodiah sudah saya serahkan sejak saya masih menjabat Ketua RT. Apalagi ada anggota keluarga yang disabilitas. Tapi sampai sekarang belum ada realisasi bantuan,” ungkap Yayan.

Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar terkait penyaluran bantuan sosial di wilayah tersebut. Salah satu anggota keluarga Rodiah kini berencana menelusuri langsung penyebab mengapa keluarga ini seolah terisolir dari program bantuan pemerintah, dengan mendatangi Dinas Sosial Kabupaten Garut.

Keluarga berharap pemerintah daerah dapat segera turun tangan, mengingat keberadaan penyandang disabilitas dalam satu keluarga seharusnya menjadi prioritas utama dalam program perlindungan sosial.

Kisah Rodiah bukan sekadar potret kemiskinan, tetapi juga jeritan sunyi tentang ketimpangan bantuan yang masih dirasakan masyarakat kecil. 

Di usia senja, Rodiah hanya berharap satu hal sederhana: perhatian dan kepedulian, agar ia dan anaknya dapat hidup lebih layak. (Agung)

banner
Example 120x600