Garut, Jabar | secondnewsupdate.co.id – Keterbatasan sarana pendidikan masih menjadi persoalan yang dihadapi Satuan Pendidikan Sejenis (SPS) An Nazmi di Jalan Tugu RT 03/RW 08, Desa Panyindangan, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Meski memiliki 44 peserta didik, lembaga pendidikan tersebut hingga kini masih melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan menumpang di rumah kepala sekolah lantaran belum mempunyai ruang kelas sendiri.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pihak sekolah yang berharap adanya dukungan pemerintah untuk menyediakan fasilitas pendidikan yang lebih layak bagi puluhan peserta didik.
Kepala SPS An Nazmi, Agus Ahmad, mengungkapkan bahwa kegiatan pembelajaran selama ini masih berlangsung di rumah miliknya sendiri.
Data pokok pendidikan (Dapodik) mencatat sebanyak 44 peserta didik terdaftar di lembaga tersebut.
“Keberadaan SPS An Nazmi saat ini masih menumpang di rumah saya sendiri,” ujar Agus, Selasa (13/10/2026).
Menurut Agus, sejak awal berdiri hingga saat ini, SPS An Nazmi belum pernah menerima bantuan pemerintah untuk pembangunan ruang kelas baru (RKB) maupun penyediaan fasilitas penunjang pendidikan lainnya.
Padahal, pihak sekolah mengaku telah menyiapkan lahan yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan ruang kelas. Ketersediaan lahan tersebut diharapkan menjadi salah satu modal untuk merealisasikan kebutuhan sarana pembelajaran yang lebih memadai.
Agus menjelaskan, pihaknya sempat memperoleh informasi mengenai program revitalisasi satuan pendidikan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Menindaklanjuti informasi tersebut, pihak sekolah telah mengajukan proposal bantuan yang memuat kebutuhan pembangunan ruang kelas baru.
Namun, pihaknya mengaku belum menerima informasi lanjutan mengenai perkembangan maupun kepastian realisasi pengajuan tersebut.
“Kami masih menunggu informasi terkait pengajuan proposal tersebut,” ungkapnya.
Agus berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap kondisi SPS An Nazmi, terutama dalam pemenuhan kebutuhan ruang kelas yang layak.
Menurutnya, fasilitas pendidikan yang memadai merupakan salah satu faktor penting untuk menunjang kenyamanan dan kelancaran proses belajar mengajar.
Ia juga berharap pengajuan bantuan pembangunan RKB yang telah disampaikan dapat memperoleh kejelasan, sehingga 44 peserta didik SPS An Nazmi dapat mengikuti pembelajaran di ruang kelas yang lebih layak, nyaman, dan kondusif.
“Kami berharap ada perhatian dan bantuan dari pemerintah agar SPS An Nazmi bisa memiliki ruang kelas sendiri,” pungkas Agus.
Hingga berita ini diterbitkan, informasi mengenai tindak lanjut proposal bantuan tersebut masih menunggu kejelasannya.
Diharapkan, kebutuhan sarana pendidikan SPS An Nazmi dapat menjadi perhatian pihak terkait sesuai dengan ketentuan dan mekanisme program bantuan yang berlaku. (Asan)
















