Paniai Papua Barat// secondnewsupdate.co.id – Ikatan Pelajar Mahasiswa/i Paniai (IPMAPAN) se-Kota Studi Sorong menerima bantuan dana sukarela sebesar Rp2 juta dari Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Barat Daya untuk mendukung proses kedukaan mahasiswa asal Kabupaten Paniai.
Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Asrama/Kontrakan Paniai yang beralamat di Jalan Malibela Km 11,5, Lorong Meuwo II, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Jumat (20/2/2026).
Ketua Asrama Paniai, Nataniel Yogi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada MRP Papua Barat Daya atas kepedulian yang diberikan kepada mahasiswa yang sedang mengalami kedukaan.

“Kami mahasiswa asal Paniai di Kota Studi Sorong menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada lembaga MRP Papua Barat Daya melalui anggota MRP Papua Barat Daya, Ibu Bertha Gefilem, yang telah memberikan bantuan dana sebesar Rp2 juta dan langsung diantarkan ke tempat duka,” ujar Yogi.
Ia menjelaskan bahwa sumbangan sukarela tersebut tidak bersifat mengikat, baik dari sisi nominal maupun waktu pemberian, serta merupakan bentuk solidaritas dalam mendukung kegiatan sosial dan kemanusiaan di kalangan mahasiswa.
Sementara itu, Senior IPMAPAN se-Kota Studi Sorong Raya, Jeri Degei, mengungkapkan bahwa sebelumnya pihak mahasiswa telah menyerahkan surat permohonan bantuan ke Kantor MRP Papua Barat Daya yang berlokasi di wilayah Malawei, Kecamatan Sorong Manoi, Kota Sorong.
Menurutnya, surat tersebut diterima dengan baik oleh petugas dan langsung dilaporkan kepada pimpinan lembaga.
“Kami menyerahkan surat permohonan pada Kamis siang sekitar pukul 15.00 WIT.
Prosesnya berjalan dengan baik, dan tidak lama kemudian pihak MRP Papua Barat Daya memberikan respon positif terhadap permohonan tersebut,” kata Jeri.
Ketua MRP Papua Barat Daya, Alfons Kambu, menegaskan bahwa bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian dan sumbangan sukarela dari anggota MRP Papua Barat Daya.
Ia menjelaskan bahwa sumbangan tersebut tidak bersifat wajib dan tidak ditentukan nominalnya, melainkan murni sebagai bentuk empati dan dukungan kemanusiaan.
“Kami menerima setiap proposal atau permohonan yang masuk tanpa perbedaan, dan bantuan yang diberikan merupakan sumbangan sukarela dari anggota sebagai bentuk perhatian kepada mahasiswa yang sedang berduka,” ujar Alfons.
Mahasiswa IPMAPAN berharap dukungan tersebut dapat membantu meringankan beban selama proses kedukaan, sekaligus mempererat solidaritas antara mahasiswa dan lembaga adat serta pemerintah daerah. (Jeri)
















