Cimahi//secondnewsupdate.co.id – Pemerintah Kota Cimahi menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Cimahi Utara di Kantor Kecamatan Cimahi Utara, Jalan Jati Serut, Kamis (5/2/2026).
Musrenbang ini menjadi forum strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat dalam penyusunan program pembangunan tahun mendatang.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Cimahi Ngatiyana, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Hendra Gunawan, Kepala Dinas Kesehatan Mulyati, Kepala DPKP Ami Pringgo, Sekdis Diskominfo Cepi Kustiawan, Kadis DPMPTSP Dadan Darmawan, Kabid Disnaker Mochamad Faisal, Kadinsos Totong Solehudin, para lurah se-Kecamatan Cimahi Utara, Forkopimcam Cimahi Utara, serta Plt Camat Cimahi Utara Dadan Saefuloh.
Wali Kota Cimahi Ngatiyana menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan Musrenbang Kecamatan Cimahi Utara yang tetap berjalan optimal meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
“Saya mengapresiasi para ketua LPM yang menjadi koordinator Musrenbang, baik di bidang visi, sosial, budaya, pemerintahan, dan lainnya. Usulan yang disampaikan cukup realistis dan mudah-mudahan bisa tertampung di tingkat kota,” ujar Ngatiyana.
Ia menjelaskan bahwa usulan Musrenbang Kecamatan Cimahi Utara mayoritas menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Namun demikian, Ngatiyana menegaskan pentingnya sinkronisasi program agar tidak terjadi tumpang tindih dalam pelaksanaan pembangunan, khususnya antara program murni pemerintah, Program PPM/BPM, serta pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD.
“Jangan sampai di PPM ada program drainase, di Pokir juga drainase. Itu tidak efektif. Program harus benar-benar selektif, terpisah, dan tepat sasaran agar manfaatnya dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Terkait kebijakan efisiensi anggaran, Ngatiyana memastikan bahwa hal tersebut tidak menghambat pembangunan di Kota Cimahi. Efisiensi dilakukan pada kegiatan dengan outcome rendah, seperti perjalanan dinas ke luar Jawa Barat, penggunaan ATK, serta konsumsi rapat internal.
“Perjalanan dinas ke luar Jawa Barat kita kurangi, ATK kita efisiensikan hingga 50 persen, dan rapat internal tanpa jamuan. Tapi pelayanan dan pembangunan untuk masyarakat tetap berjalan,” jelasnya.
Ngatiyana menyebutkan, meski dilakukan efisiensi, Pemkot Cimahi tetap mampu merealisasikan sejumlah proyek strategis, seperti pembangunan puskesmas, bundaran Jati, UPDRS, rumah singgah sosial, laboratorium kesehatan, hingga rencana pembangunan underpass pada tahun ini.
“Selama pengemasan anggaran dilakukan dengan baik dan tepat sasaran, manfaatnya akan langsung dirasakan masyarakat,” pungkasnya.
Melalui Musrenbang Kecamatan Cimahi Utara ini, Pemerintah Kota Cimahi berharap perencanaan pembangunan dapat semakin terarah, efektif, dan selaras dengan kebutuhan riil masyarakat. (Bagdja)
