Soreang Kabupaten Bandung// secondnewsupdate.co.id – Suasana Ramadan di Kampung Mulyasari RW 04, Desa Gandasari, Kabupaten Bandung, terasa semakin hangat dengan digelarnya kegiatan Ngabuburit Bareng Si Cepot yang dipadukan dengan santunan bagi anak yatim.
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Toktak RT 06 ini merupakan kolaborasi antara insan pers Kabupaten Bandung yang dipimpin H. Asep Syahrial bersama jajaran pengurus RW 04 Mulyasari. pada Sabtu (14/3/2026).
Acara tersebut menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari penampilan santri Masjid Umar Bin Khattab yang membacakan surat-surat pendek Al-Qur’an, doa harian, hingga gimmick khas Ramadan yang dipandu oleh MC kondang Apih Igun dan Neng Tita.
Puncak acara diisi dengan pementasan wayang golek bodor bertajuk Ngabuburit sareng Cepot yang menghibur masyarakat.

Ketua RW 04 Mulyasari, Dadang Ongky, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ahmad Najib Qodratulloh selaku Ketua PEPADI Kabupaten Bandung sekaligus anggota DPR RI yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Najib yang telah mendukung kegiatan ini dengan menghadirkan dalang Yuda. Berkat dukungan beliau, acara Ngabuburit sareng Cepot dan santunan anak yatim dapat berlangsung sukses. Semoga semua pihak yang telah membantu mendapat balasan kebaikan dari Allah SWT,” ujar Ongky.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan insan pers Kabupaten Bandung, H. Asep Syahrial, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial terhadap anak-anak yatim piatu di lingkungan RW 04.
“Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan saudara-saudara kita yang membutuhkan, khususnya anak-anak yatim. Semoga bantuan ini membawa manfaat dan keberkahan bagi kita semua, apalagi dilakukan di bulan Ramadan yang penuh rahmat,” tuturnya.
Sekretaris RW 04 Mulyasari, Wawan Darmawan, turut mengapresiasi semangat gotong royong warga, termasuk peran aktif Karang Taruna Bhakti Muda Unit 004 serta para tokoh masyarakat dan ketua RT 01 hingga RT 06.
“Saya bangga melihat kekompakan warga RW 04. Semangat kebersamaan seperti ini harus terus dijaga agar kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat dapat terus berjalan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Gandasari, Rizal Solihin, menilai kolaborasi antara masyarakat, karang taruna, pengurus wilayah, dan insan pers menjadi kekuatan penting dalam membangun lingkungan yang peduli dan solid.
“Sinergi antara masyarakat, karang taruna, dan insan pers sangat penting untuk membangun lingkungan yang harmonis dan saling peduli. Pemerintah desa tentu mendukung penuh kegiatan positif seperti ini,” ungkap Rizal.
Pementasan wayang golek bodor yang dimulai sekitar pukul 16.00 WIB berhasil mengundang antusiasme warga. Gelak tawa dan tepuk tangan pecah saat tokoh Cepot tampil dalam dialog khas Sunda yang sarat pesan moral.
Dalang Yuda Deden Kosasih Sunarya menghidupkan suasana dengan cerita yang memadukan unsur budaya Sunda, dakwah Islam, serta refleksi spiritual Ramadan. Pagelaran ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem seni dan budaya di tengah masyarakat.
Kegiatan kemudian ditutup dengan pembagian santunan kepada 28 anak yatim piatu di wilayah RW 04 serta tausiyah Ramadan yang disampaikan oleh Ustadz Jahrudin.
Kehadiran para tokoh masyarakat, pengurus wilayah, serta warga sekitar menambah kekhidmatan acara, sekaligus menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dan kepedulian sosial masih sangat kuat di tengah masyarakat.(Apih)
















