Cimahi, Jabar l secondnewsupdate.co.id – Di tengah derasnya arus teknologi digital yang mengubah pola pergaulan dan kehidupan sosial generasi muda, kesehatan mental remaja menjadi persoalan yang tak bisa dipandang sebelah mata.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan pentingnya kepedulian bersama untuk melindungi generasi muda dari berbagai persoalan psikologis yang kian kompleks.
Pesan tersebut disampaikan Ngatiyana saat membuka Seminar Kesehatan Mental bagi Generasi Muda yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Cimahi di Aula Gedung B Pemerintah Kota Cimahi.
Dalam kesempatan itu, Ngatiyana menyoroti berbagai persoalan yang dapat memengaruhi kondisi psikologis remaja, mulai dari kecemasan, kebiasaan berpikir berlebihan atau overthinking, hingga menurunnya rasa percaya diri.
Menurutnya, persoalan kesehatan mental bukan sekadar fenomena yang ramai diperbincangkan di era digital. Kondisi tersebut merupakan persoalan nyata yang membutuhkan pemahaman, perhatian, serta penanganan secara tepat.
“Kesehatan mental adalah masalah nyata dan bukan sebatas isu tren di era digital hari ini,” tegas Ngatiyana.
Ia menekankan, upaya menjaga kesehatan mental generasi muda tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja.
Peran keluarga, khususnya orang tua, serta lingkungan pendidikan menjadi bagian penting dalam menciptakan ruang yang aman dan mendukung perkembangan psikologis anak.
Kolaborasi antara orang tua dan pihak sekolah dinilai strategis untuk memperkuat pencegahan sekaligus membantu remaja menghadapi berbagai persoalan yang mereka alami.
Dengan komunikasi yang baik dan kepedulian terhadap perubahan perilaku anak, dukungan yang sesuai diharapkan dapat diberikan sejak dini.
Seminar yang digelar MUI Kota Cimahi ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya kesehatan mental generasi muda.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan tumbuh kesadaran bersama agar remaja tidak merasa sendirian ketika menghadapi tekanan maupun kesulitan dalam kehidupan sehari-hari.
Ngatiyana berharap, kegiatan edukatif semacam ini memberikan manfaat berkelanjutan bagi pembentukan generasi muda Cimahi yang lebih tangguh, percaya diri, dan mampu menghadapi tantangan zaman.
“Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi investasi jangka panjang yang membawa dampak nyata dan kebermanfaatan bagi generasi penerus Kota Cimahi di masa yang akan datang,” ujarnya.
Perhatian terhadap kesehatan mental generasi muda diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seminar semata, tetapi berlanjut melalui dukungan nyata di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. (Bagdja)
















