Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaBudayaRagam Daerah

NU Katapang Didorong Tampil Percaya Diri dan Jadi Kekuatan Sosial yang Dicintai Masyarakat

56
×

NU Katapang Didorong Tampil Percaya Diri dan Jadi Kekuatan Sosial yang Dicintai Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Ketua MWC NU Kecamatan Katapang, Ustadz Awan Mulyana Al Murzani, (tengah) menegaskan pentingnya keberanian kader dalam menampilkan identitas ke-NU-annya.

Kab. Bandung//secondnewsupdate.co.id Warga Nahdlatul Ulama (NU) di Kecamatan Katapang didorong untuk tampil percaya diri, berani menunjukkan identitas, serta menjadi kekuatan sosial yang tidak hanya diterima, tetapi juga dicintai masyarakat. 

Pesan tersebut disampaikan dalam Seminar Muharrik bertema “Pede Ber-NU” yang digelar Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Katapang, di Soreang, Minggu (28/12/2025).

Example 300x600

Kegiatan yang berlangsung penuh semangat ini diikuti puluhan kader dari berbagai tingkatan. 

Seminar tersebut tidak sebatas ajakan moral, tetapi dirancang untuk memperkuat jati diri, militansi, dan peran nyata kader NU di tengah masyarakat. 

Peserta diajak menyadari bahwa NU bukan sekadar simbol organisasi, melainkan kekuatan sosial yang harus memberi manfaat, mulai dari membantu warga kurang mampu hingga menjaga keamanan dan harmoni lingkungan.

Ketua MWC NU Kecamatan Katapang, Ustadz Awan Mulyana Al Murzani, menegaskan pentingnya keberanian kader dalam menampilkan identitas ke-NU-annya. 

Warga Nahdlatul Ulama (NU) di Kecamatan Katapang didorong untuk tampil percaya diri, berani menunjukkan identitas, serta menjadi kekuatan sosial yang tidak hanya diterima, tetapi juga dicintai masyarakat.

Menurutnya, rasa percaya diri menjadi kunci agar NU dapat berperan kuat sebagai penggerak perubahan, penengah konflik, sekaligus penjaga kerukunan masyarakat.

“Kita punya warisan keilmuan dan akhlak yang kokoh, kenapa harus minder?” serunya penuh semangat.

“NU harus datang dengan keteduhan, bukan membuat kegaduhan! Saya berharap kader langsung turun ke lapangan: aktif di RT/RW, membantu warga yang kesulitan, dan menunjukkan bahwa toleransi bukan hanya kata, tapi perilaku kita. Dengan begitu, masyarakat akan otomatis mencintai dan membutuhkan NU,” tegasnya.

Sementara itu, narasumber KH. Mahmud Zubaidi, alumni Pesantren Lirboyo dan mantan pengurus Lembaga Falakiyah PCNU Kota Kediri, menambahkan bahwa NU memiliki modal besar berupa tradisi keilmuan yang mendalam, akhlak mulia, serta komitmen kuat terhadap bangsa. Karena itu, tidak ada alasan bagi kader, terutama generasi muda, untuk merasa kalah di ruang publik.

“Generasi muda harus berani maju ke depan! Bawa nilai moderasi, toleransi, dan kearifan lokal,” tegasnya.

Dengan berpijak pada ajaran para ulama, KH. Mahmud yakin NU akan terus menjadi kekuatan sosial yang tak tergantikan di tengah masyarakat. (Apih)

banner
Example 120x600