BeritaInformatikaKesehatanRagam Daerah

Nyaris 3.000 Penerima Manfaat Terlayani, SPPG Garut Cikajang Giriawas Libatkan 47 Relawan Sukseskan Program MBG

115
Kepala SPPG Garut Cikajang Giriawas, Sapa'at, mengatakan hingga saat ini pihaknya telah melayani sebanyak 2.947 penerima manfaat yang tersebar di wilayah Kecamatan Cikajang dan sekitarnya.

Jawa Barat, Garut l secondnewsupdate.co.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di bawah naungan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Garut Cikajang Giriawas terus menunjukkan kinerja yang menggembirakan. 

Memasuki awal Agustus 2026, seluruh rangkaian kegiatan mulai dari produksi, pengemasan hingga distribusi makanan bergizi kepada ribuan penerima manfaat berlangsung lancar, aman, dan tanpa hambatan berarti.

Keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi puluhan relawan, tenaga gizi, serta tim operasional yang bekerja secara terstruktur sesuai standar pelayanan dan petunjuk teknis yang telah ditetapkan pemerintah.

Kepala SPPG Garut Cikajang Giriawas, Sapa’at, mengatakan hingga saat ini pihaknya telah melayani sebanyak 2.947 penerima manfaat yang tersebar di wilayah Kecamatan Cikajang dan sekitarnya.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 709 penerima berasal dari kategori B3, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Sementara sisanya merupakan peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan yang menjadi sasaran utama Program Makan Bergizi Gratis.

“Alhamdulillah, selama proses pendistribusian tidak ada kendala. Seluruh kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif,” ujar Sapa’at saat ditemui di Kantor SPPG Garut Cikajang Giriawas, Kampung Sukagalih RT 01 RW 02, Desa Giriawas, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Minggu (2/8/2026).

Libatkan 47 Relawan, 30 Persen Berasal dari Masyarakat Desil 1

Sapa’at menjelaskan operasional SPPG diperkuat oleh 47 relawan yang menjalankan tugas sesuai pembagian kerja masing-masing.

Menariknya, sekitar 30 persen relawan berasal dari kelompok masyarakat Desil 1, sehingga program MBG tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga membuka ruang pemberdayaan ekonomi warga.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kekuatan utama dalam menjaga keberlangsungan pelayanan, sekaligus menciptakan rasa memiliki terhadap program strategis nasional tersebut.

Produksi Dimulai Tengah Malam Demi Menjaga Kualitas

Untuk memastikan makanan diterima dalam kondisi segar dan layak konsumsi, proses produksi dilakukan secara bertahap sejak malam hari.

Persiapan bahan makanan dimulai pada malam sebelumnya, kemudian proses memasak berlangsung sekitar pukul 00.00 WIB. Setelah itu makanan diporsikan pada dini hari sebelum seluruh relawan berkumpul sekitar pukul 04.00 WIB guna menyiapkan distribusi ke berbagai titik penerima.

Armada pengangkut makanan mulai diberangkatkan sekitar pukul 07.30 WIB menuju sekolah-sekolah. 

Sementara untuk jenjang SMA, jadwal distribusi disesuaikan dengan waktu makan yang telah dikoordinasikan bersama masing-masing sekolah, baik pada pagi maupun siang hari.

Kualitas Gizi Menjadi Prioritas Utama

Selain ketepatan waktu distribusi, SPPG Garut Cikajang Giriawas juga menaruh perhatian besar terhadap kualitas menu yang disajikan.

Setiap hari menu disusun secara bergantian agar bervariasi, memenuhi kebutuhan gizi, serta mampu meningkatkan selera makan para penerima manfaat.

Pengawasan mutu gizi dilakukan langsung oleh Ahli Gizi Nabila, sementara administrasi operasional ditangani Kania, sehingga seluruh tahapan pelayanan berjalan sesuai standar yang ditetapkan.

Dengan kolaborasi yang solid antara relawan, tenaga gizi, dan tim operasional, SPPG Garut Cikajang Giriawas optimistis Program Makan Bergizi Gratis akan terus berjalan optimal sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di Kabupaten Garut.

Program ini sekaligus menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat mampu menghadirkan pelayanan publik yang efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. (Asan)

Exit mobile version